Rabu, 21 Oktober 2026
07:01 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Pengepungan Port Arthur

Pengepungan Port Arthur

Bagikan:
Pengepungan Port Arthur
Bagian dari Perang Rusia-Jepang
RusShellJapLine1905.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bom seberat 500 pon Rusia meledak di dekat meriam pengepungan Jepang, dekat Port Arthur
Tanggal1 Agustus 1904 - 2 Januari 1905
(5bulan, 2minggu dan 1hari)
Lokasi
Port Arthur (sekarang Distrik Lüshunkou, Tiongkok)
Hasil Jepang menang
Pihak yang terlibat
 Kekaisaran Jepang  Kekaisaran Rusia
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Nogi Maresuke
Kodama Gentarō
Kekaisaran Jepang Tōgō Heihachirō
Kekaisaran Rusia Anatoly Stessel Menyerah
Kekaisaran Rusia Roman Kondratenko †
Kekaisaran Rusia Alexander Fok Menyerah
Kekaisaran Rusia Konstantin Smirnov Menyerah
Kekuatan
150.000 tentara
51.000 pasukan cadangan
474 senjata artileri
50.000 tentara
44.000 tentara sukarela
12.000 pelaut
7.000 rekrutan
506 senjata artileri
Korban jiwa dan kerugian
57.780 tentara,[1] ditambah 33.769 luka-luka.[1]
16 kapal hancur termasuk 2 kapal perang dan 4 kapal penjelajah.[1]
31.306 tentara selama pengepungan,[1] 24.369 tentara menyerah pada akhir pengepungan.[1] Seluruh armada hancur.[1]
250px-Dalian_dot.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi Port Arthur di Tiongkok

Pengepungan Port Arthur (bahasa Jepang:旅順攻囲戦, Ryojun Kōisen; bahasa Rusia:Оборона Порт-Артура, Oborona Port-Artura, 1 Agustus 1904 - 2 Januari 1905) adalah pertempuran darat terpanjang dan paling kejam selama Perang Rusia-Jepang.

Port Arthur, pelabuhan laut dalam yang menjadi pangkalan angkatan laut Rusia di ujung Semenanjung Liaodong, Manchuria, dianggap sebagai salah satu posisi yang dibentengi paling kuat di dunia. Namun, selama Perang Tiongkok-Jepang Pertama, Jenderal Nogi Maresuke berhasil menguasai kota dari pasukan Dinasti Qing hanya dalam beberapa hari saja. Mudahnya meraih kemenangan dalam konflik sebelumnya dan rasa percaya diri yang berlebihan dari para Staf Umum Jepang untuk bisa merebut benteng Rusia, menyebabkan perang yang jauh lebih lama dan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Pengepungan Port Arthur memperkenalkan banyak teknologi baru yang kemudian digunakan dalam perang-perang berikutnya pada abad ke-20, khususnya Perang Dunia I. Senjata dan teknik baru yang digunakan seperti meriam Howitzer 28 cm yang mampu menembakkan bom seberat 217-kilogram (478-pon) sejauh 8 kilometer (5,0 mil), howitzer tembak cepat ringan, meriam Maxim, senapan bermagasin bolt-action, kawat berduri, pagar listrik, lampu busur, lampu sorot, sinyal radio taktis (yang kemudian dilawan dengan radio jammer, untuk mengacaukan atau menggangu sinyal radio), granat genggam, perang parit yang ekstensif dan penggunaan ranjau laut yang dimodifikasi menjadi ranjau darat.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Clodfelter, Micheal, Warfare and Armed Conflicts, a statistical reference, Volume II 1900–91, pub McFarland, ISBN 0-89950-815-4 p648.
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan