Minggu, 01 November 2026
12:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Penaklukan Roma

Penaklukan Roma

proses akhir untuk menyatukan Italia (1870)

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang peristiwa tahun 1870 saat penyatuan Italia. Untuk peristiwa lainnya dimana Roma ditaklukkan, lihat Kejatuhan Roma.
Penaklukan Roma
Presa di Roma
Bagian dari Perang Penyatuan Italia
330px-Breccia_di_Porta_Pia_Ademollo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penerobosan Porta Pia, oleh Carlo Ademollo
Tanggal20 September 1870
Lokasi
Hasil Kemenangan Italia
Perubahan
wilayah
Roma dan Latium dianeksasi ke Kerajaan Italia
Pihak yang terlibat
 Kerajaan Italia  Negara Gereja
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kerajaan Italia (1861–1946) Victor Emmanuel II
Kerajaan Italia (1861–1946) Raffaele Cadorna
Negara Gereja Paus Pius IX
Negara Gereja Hermann Kanzler
Kekuatan
50,000 13,157
Korban jiwa dan kerugian
49 tewas 19 tewas
Vatican City
Artikel ini merupakan bagian dari seri
Kota Vatikan
Bangunan/geografi

Penaklukan Roma (bahasa Italia:Presa di Roma) pada 20 September 1870 adalah peristiwa terakhir dari proses panjang penyatuan Italia yang dikenal sebagai Risorgimento,[1] menandai kekalahan akhir Negara Gereja di bawah Paus Pius IX dan penyatuan semenanjung Italia di bawah Raja Victor Emmanuel II dari Wangsa Savoy.

Penaklukan Roma mengakhiri sekitar 1,116 tahun pemerintahan (754 Masehi sampai 1870) Negara Gereja di bawah Tahta Suci dan sekarang diingat di seluruh Italia dengan nama jalan Via XX Settembre di setiap kota dalam ukuran apapun.

Catatan

Referensi

  • De Cesare, Raffaele. (1909).The Last Days of Papal Rome. London: Archibald Constable & Co.
  • Rendina, Claudio (2000). Enciclopedia di Roma. Rome: Newton Compton.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Capture of Rome.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan