Sabtu, 24 Oktober 2026
05:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Pempek Keriting

Pempek Keriting

Bagikan:
250px-Pempek.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pempek keriting siap dikukus

Pempek keriting adalah salah satu varian pempek khas Kota Palembang yang berbahan dasar ikan dan tepung, berbentuk menyerupai helaian mie yang menyatu, serta disajikan dengan kuah cuko berwarna hitam yang bercita rasa asam, manis, pedas, dan gurih.[1] Jenis pempek yang memiliki bentuk menyerupai mie keriting yang menyatu tanpa isian. Karena bentuknya yang mirip dengan kerupuk, pempek ini juga sering disebut sebagai pempek kerupuk.[2]

Pempek ini dibuat dengan alat khusus bernama pirikan yang berfungsi untuk membentuk adonan menjadi helaian kecil sebelum dikumpulkan menjadi bulatan. Pempek keriting tidak memiliki isian dan sering disebut pempek kerupuk karena bentuknya yang menyerupai kerupuk. Proses pembuatannya memerlukan keterampilan khusus dan tenaga ekstra karena dilakukan secara tradisional.[2] Pempek keriting memiliki bentuk spiral yang diperoleh dengan mencetak adonan menggunakan alat bernama pirikan, menghasilkan helaian menyerupai mie yang kemudian disusun membentuk gulungan. Setelah direbus, pempek ini dapat digoreng hingga teksturnya menjadi renyah dan biasanya disajikan dengan kuah cuko yang bercita rasa asam, manis, dan pedas khas Palembang.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Alfunafisa, Genis Naila. "Pempek Palembang: Sejarah hingga Cara Pembuatannya". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-02-22.
  2. 1 2 "Cara Membuat Pempek Keriting atau Pempek Kerupuk Enak Khas Palembang, Cetakan Manual tanpa Mesin". Sripoku.com. Diakses tanggal 2025-02-22.
  3. ↑ Liputan6.com (2025-01-31). "Resep Pempek Palembang: Panduan Lengkap Membuat Hidangan Khas Sumatera Selatan". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-02-22.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan