Kamis, 29 Oktober 2026
00:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pempek Keriting

Pempek Keriting

Bagikan:
250px-Pempek.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pempek keriting siap dikukus

Pempek keriting adalah salah satu varian pempek khas Kota Palembang yang berbahan dasar ikan dan tepung, berbentuk menyerupai helaian mie yang menyatu, serta disajikan dengan kuah cuko berwarna hitam yang bercita rasa asam, manis, pedas, dan gurih.[1] Jenis pempek yang memiliki bentuk menyerupai mie keriting yang menyatu tanpa isian. Karena bentuknya yang mirip dengan kerupuk, pempek ini juga sering disebut sebagai pempek kerupuk.[2]

Pempek ini dibuat dengan alat khusus bernama pirikan yang berfungsi untuk membentuk adonan menjadi helaian kecil sebelum dikumpulkan menjadi bulatan. Pempek keriting tidak memiliki isian dan sering disebut pempek kerupuk karena bentuknya yang menyerupai kerupuk. Proses pembuatannya memerlukan keterampilan khusus dan tenaga ekstra karena dilakukan secara tradisional.[2] Pempek keriting memiliki bentuk spiral yang diperoleh dengan mencetak adonan menggunakan alat bernama pirikan, menghasilkan helaian menyerupai mie yang kemudian disusun membentuk gulungan. Setelah direbus, pempek ini dapat digoreng hingga teksturnya menjadi renyah dan biasanya disajikan dengan kuah cuko yang bercita rasa asam, manis, dan pedas khas Palembang.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Alfunafisa, Genis Naila. "Pempek Palembang: Sejarah hingga Cara Pembuatannya". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-02-22.
  2. 1 2 "Cara Membuat Pempek Keriting atau Pempek Kerupuk Enak Khas Palembang, Cetakan Manual tanpa Mesin". Sripoku.com. Diakses tanggal 2025-02-22.
  3. ↑ Liputan6.com (2025-01-31). "Resep Pempek Palembang: Panduan Lengkap Membuat Hidangan Khas Sumatera Selatan". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-02-22.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan