Rabu, 14 Oktober 2026
09:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Pembekuan Besar

Pembekuan Besar

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Kematian panas alam semesta. (Diskusikan)
Bagian dari seri
Kosmologi fisik
250px-WMAP_2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pembekuan Besar atau Kematian Panas adalah salah satu dari 3 skenario[1] cara berakhirnya Alam semesta. Ini terjadi saat alam semesta mengalami inflasi hingga meluas secara drastis sejak big bang terjadi 13.8 miliar tahun lalu. Dan, bersamaan dengan proses itu entropi di Alam semesta meningkat hingga batas maksimumnya.[2] inflasi itu sendiri dimulai 10-44 detik setelah big bang dan alam semesta mulai mendingin.[3] Diperkirakan peristiwa ini baru akan terjadi pada sekitar 1014 hingga 1015 tahun mendatang.

Efek

Kejadian ini dimulai dari orbit setiap planet di Tata surya yang meluas, mendorong Bumi keluar zona Goldilocks hingga tak bisa tak bisa dihuni kehidupan. Lalu setiap gugus galaksi di alam semesta mulai menjauh dan tak beraturan. Setiap awan gas di alam semesta menjauh, hingga tak ada cukup gas untuk membuat bintang baru, Alam semesta makin redup dan dingin, dan setelah 10100 tahun alam semesta memasuki Era gelap alam semesta[4] di mana alam semesta disaat itu benar-benar gelap dan dingin.

Penyebab

Pada tahun 1998, Adam Riess, Saul Perlmutter, dan Brian Schmidt menemukan bahwa alam semesta mengembang lebih cepat sejak lima miliar tahun lalu, dan mereka berspekulasi bahwa hal ini terjadi karena energi gelap. Jika secara teoretis pengembangan ini (inflasi) terjadi selamanya, maka skenario ini akan terjadi.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Kurzgesagt – In a Nutshell (2014-02-03), Three Ways to Destroy the Universe, diakses tanggal 2019-03-09
  2. ↑ Woollaston, Victoria (2016-10-10). "A Big Freeze, Rip or Crunch: how will the Universe end?". Wired UK. ISSN 1357-0978. Diakses tanggal 2019-07-10.
  3. ↑ JG Science (2015-06-22), Timeline of the Early Universe, diakses tanggal 2019-03-09
  4. ↑ "Future Timeline of the Universe | Timeline | Technology | Singularity | 2020 | 2050 | 2100 | 2150 | 2200 | 21st century | 22nd century | Far Future | Humanity | Predictions | Events". www.futuretimeline.net. Diakses tanggal 2019-03-09.
  5. ↑ Times, I. D. N.; Putra, Alfonsus Adi. "5 Fakta Energi Gelap, Faktor Penggerak Alam Semesta". IDN Times. Diakses tanggal 2021-03-13.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan