Kamis, 15 Oktober 2026
18:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Peace TV

Peace TV

Bagikan:
Peace TV
250px-Peace_TV_logo_2015.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
NegaraUni Emirat Arab
Wilayah siaranAsia, Eropa, Afrika, Australia, Amerika Utara
Slogan The solution for Humanity
PemilikZakir Naik (pendiri dan presiden)
Lords Production Ltd,
anak usaha dari Universal Broadcasting Corporation Ltd [1]

Peace TV adalah satu jaringan televisi satelit berbasis Islam yang disiarkan secara global 24/7 dari Dubai, Uni Emirat Arab. Sekitar 75% program Peace TV disiarkan dalam Bahasa Inggris, sisanya adalah dalam Bahasa Urdu dan Bahasa Hindi. Semuanya dilansir secara gratis ke udara.

Sejak 21 Januari 2006, saluran Peace TV telah disiarkan ke seluruh dunia, termasuk Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika Utara.[2][3][4] Pendiri dan presiden Peace TV adalah Dr Zakir Naik seorang pakar perbandingan agama dari Mumbai, India.

Pada tahun 2009, saluran saudaranya (Peace TV Urdu) diluncurkan, yang didedikasikan kepada pemirsa berbahasa Urdu di seluruh dunia dan pada 22 April 2011, Peace TV Bangla[5] diluncurkan, yang didedikasikan kepada pemirsa berbahasa Bengali di seluruh dunia.

Sejarah

Peace TV telah diluncurkan melalui arabsat di satelit BADR-3 pada Oktober 2006. Pada November tahun yang sama, saluran ini dipancarkan melalui BADR-3 dan BADR-C. Pada 2007, Peace TV kembali dipancarkan melalui BADR-4 dan dipancarkan melalui PanAmSat PAS-10.

Sejak September 2007, Peace TV tersedia di Amerika Serikat dan Kanada melalui saluran TV World 65, dan di Britania Raya dan Eropa pada platform Sky, saluran 820.

Peace TV juga tersedia dengan gratis dari televisi satelit LiveStation menggunakan komputer yang dapat diunduh dari internet secara gratis.

Pada tahun 2011, regulator penyiaran UK Ofcom menyelidiki saluran ini untuk tuduhan pesan siaran ekstrimis. Program-programnya telah memberi label Yahudi sebagai musuh Islam dan bahwa serangan teroris 9/11 merupakan pekerjaan orang dalam.[1]

Penghargaan dan nominasi

Pada Januari 2013, Peace TV dinominasikan untuk penghargaan Responsible Media of the Year pada British Muslim Awards.[6]

Pembawa Acara

Logo

  • Logo baru (2015–sekarang)
    Logo baru (2015–sekarang)

Referensi

  1. 1 2 Harper, Tom (11 Februari 2011). "Banned hate preacher still broadcasting after 'Jews are enemy of Islam' claim". London Evening Standard. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Desember 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "About Peace TV". Peacetv.in. Diakses tanggal 2013-11-30.
  3. ↑ Aataai Gazi Mahbub (10 Mei 2007). "Does 'Peace TV' Encourage Interfaith Amity?". OhMyNews. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 19 Mei 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Syed Neaz Ahmad (23 Februari 2007). "Peace TV Reaching 400 Million Viewers – Dr. Zakir Naik". Saudi Gazette. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-07-07. Diakses tanggal 2016-04-25.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Welcome to Peace TV Bangla". Peacetvbangla.com. Diakses tanggal 30 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Winners honoured at British Muslim Awards". Asian Image. 31 Januari 2013. Diakses tanggal 1 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Our Speakers". Peacetv.in. Diakses tanggal 30 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan