Rabu, 14 Oktober 2026
04:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Pathet Lao

gerakan pembebasan nasional sayap kiri di Laos

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang gerakan politik. Untuk negara, lihat Laos.
Pathet Lao
MarkasVientiane
IdeologiKomunisme
Marxisme-Leninisme
Nasionalisme sayap kiri
Pro-Vietnam

Pathet Lao adalah gerakan nasionalis pro-komunis di bawah pimpinan Pangeran Souphanouvong.[1] Pada tahun 1950 gerakan ini menyusun gerakan bawah tanah melawan pemerintah jajahannya (Prancis) yang saat itu menguasai pemerintahan.[1] Gerakan ini akhirnya menguasai pemerintahan, terdiri dari Partai Rakyat dan Front Patriotik Lao.[1] Lalu, Pangeran Souphanouvong menjadi presiden Laos yang baru.[1]

Organisasi yang didirikan pada tahun 1950 ini bergabung dengan Viet Minh, sebuah organisasi nasionalis komunis Vietnam yang ingin melakukan perlawanan terhadap Prancis terkait kekuasaannya di Indochina.[2] Pada tahun 1956 Front Patriotik Lao didirikan dan turut berpartisipasi dalam beberapa koalisi pemerintahan.[2] Pada tahun 1960 dan awal 1970-an Pathet Lao berjuang dalam perang sipil melawan Amerika Serikat (pendukung rezim Vientiane).[2] Perang tersebut akhirnya dimenangkan oleh Pathet Leo dengan menguasai bagian utara dan timur Laos.[2] Pada tahun 1975 Pathet Leo mengkonsolidasikan kekuasaannya di Laos.[2] Lalu, rezim Vientiane jatuh pada Mei 1975. Setelah itu, Pathet Lao membentuk pemerintahan yang baru.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "Pathet Lao". Diakses tanggal 23 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan