Sabtu, 26 September 2026
16:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Pathet Lao

gerakan pembebasan nasional sayap kiri di Laos

Artikel ini berisi tentang gerakan politik. Untuk negara, lihat Laos.
Pathet Lao
MarkasVientiane
IdeologiKomunisme
Marxisme-Leninisme
Nasionalisme sayap kiri
Pro-Vietnam

Pathet Lao adalah gerakan nasionalis pro-komunis di bawah pimpinan Pangeran Souphanouvong.[1] Pada tahun 1950 gerakan ini menyusun gerakan bawah tanah melawan pemerintah jajahannya (Prancis) yang saat itu menguasai pemerintahan.[1] Gerakan ini akhirnya menguasai pemerintahan, terdiri dari Partai Rakyat dan Front Patriotik Lao.[1] Lalu, Pangeran Souphanouvong menjadi presiden Laos yang baru.[1]

Organisasi yang didirikan pada tahun 1950 ini bergabung dengan Viet Minh, sebuah organisasi nasionalis komunis Vietnam yang ingin melakukan perlawanan terhadap Prancis terkait kekuasaannya di Indochina.[2] Pada tahun 1956 Front Patriotik Lao didirikan dan turut berpartisipasi dalam beberapa koalisi pemerintahan.[2] Pada tahun 1960 dan awal 1970-an Pathet Lao berjuang dalam perang sipil melawan Amerika Serikat (pendukung rezim Vientiane).[2] Perang tersebut akhirnya dimenangkan oleh Pathet Leo dengan menguasai bagian utara dan timur Laos.[2] Pada tahun 1975 Pathet Leo mengkonsolidasikan kekuasaannya di Laos.[2] Lalu, rezim Vientiane jatuh pada Mei 1975. Setelah itu, Pathet Lao membentuk pemerintahan yang baru.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "Pathet Lao". Diakses tanggal 23 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan