| Partai Pangeran Mahkota | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 太子黨 | ||||||||||
| Hanzi sederhana: | 太子党 | ||||||||||
| Makna harfiah: | Faksi Putra Mahkota | ||||||||||
| |||||||||||
Partai Pangeran Mahkota (Hanzi:太子党), atau juga dikenal dengan sebutan Putra Mahkota Partai adalah kader Partai Komunis Tiongkok yang berasal dari keturunan "ningrat", pada umumnya merupakan anak atau cucu dari tokoh partai terkenal dan senior di Tiongkok. Ini adalah kategorisasi informal, dan sering kali merendahkan, untuk menandakan mereka yang diyakini mendapat manfaat dari kronisme dan nepotisme, dengan analogi dengan putra mahkota dalam monarki turun-temurun. Banyak anggotanya telah menduduki jabatan politik dan bisnis tingkat tinggi di eselon atas kekuasaan.
Dalam Tiongkok modern, "Pangeran" adalah keturunan dari pemimpin senior Partai Komunis Tiongkok (PKT/CCP) dan telah bangkit menjabat di berbagai jabatan tinggi partai. Jika orang tua mereka merupakan generasi pertama dari revolusioner PKT, maka mereka disebut "Generasi Merah kedua", "Pewaris Merah" atau "Bangsawan Merah". "Pangeran" dan "Putri" juga dirujuk kepada keturunan pemimpin selanjutnya, termasuk tokoh seperti Jiang Zemin, Hu Jintao dan Li Peng.[1] "Pangeran" menggunakan pengaruh mereka di negara ini dengan cara menduduki peran-peran penting dalam aparatur partai-negara, yang meliputi partai, pemerintah, dan dinas militer, atau dengan mengendalikan perusahaan-perusahaan milik negara yang besar.[2] Peluang tersedia bagi para pangeran yang tidak tersedia bagi orang biasa. Dengan menggunakan koneksi mereka yang kuat, mereka memiliki kesempatan untuk memperoleh peluang yang menguntungkan bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Para pangeran yang lebih agresif telah mengumpulkan kekayaan ratusan juta dolar.[3] Namun, tidak ada kohesi politik yang terlihat dalam kelompok tersebut, dan karena itu mereka tidak dapat dibandingkan dengan berbagai faksi lain seperti Kelompok Shanghai atau Tuanpai yang menyerupai faksi-faksi intra-partai yang memiliki tingkat kesamaan tertentu pada isu-isu kebijakan.
Di Republik Rakyat Tiongkok, sebutan ini pertama kali digunakan untuk merujuk kepada anak Lin Biao, Lin Liguo dan teman-teman dekatnya beserta sekutu politik mereka yang dipromosi bersamanya ke jabatan elit di Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat yang awalnya divisikan menjadi "Generasi Merah ketiga" di PKT. Pada 1966, akibat Revolusi Kebudayaan, banyak anak-anak elit partai dikirim ke daerah. Mereka tinggal di desa dan belajar di desa bersama dengan anak-anak rakyat jelata lainnya.[1] Setelah beberapa tahun, banyak di antara mereka kembali pulang (biasanya daerah seperti Beijing atau Shanghai). Namun periode waktu yang krusial ini telah menyebabkan banyak di antara mereka menjalin persahabatan/kemitraan seumur hidup.[1]
Setelah Lin Liguo meninggal di kudeta yang gagal dan kelompoknya disingkirkan, untuk sementara waktu istilah ini tidak pernah dipakai sampai pada tahun 1980an untuk memberi label kepada anak-anak Delapan Sesepuh Partai Komunis Tiongkok dan berbagai pejabat Generasi Pertama dan Kedua yang semakin dipromosikan dalam partai dan menentang upaya para reformis seperti Hu Yaobang dan Zhao Ziyang untuk memberantas korupsi dan kronisme. Pangeran masa kini yang terkemuka adalah tokoh seperti Xi Jinping (putra Xi Zhongxun) yang menjadi pemimpin Tiongkok dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok dan Bo Xilai (putra Bo Yibo), mantan Sekretaris PKT di Chongqing yang juga anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok. Pengaruh politik para pangeran telah melemah selama kepemimpinan Xi Jinping, yang telah mengecualikan mereka dari kepemimpinan puncak.[4]
Sejarah
Awalnya sebutan ini diberikan kepada putra Yuan Shikai (yang mendeklarasikan diri sebagai kaisar), Yuan Keding dan kroninya. Ini kemudian menjadi sebutan untuk kerabat empat keluarga nasionalis; keluarga Chiang Kai-shek, keluarga Soong May-ling, keluarga Chen Lifu dan keluarga H.H. Kung. Setelah 1950, sebutan ini diarahkan ke Chiang Ching-kuo dan teman-temannya. Pada masa kini, ini ditujukan kepada kader Partai Komunis Tiongkok di Tiongkok Daratan. Generasi pertama sebutan ini ditujukan kepada mereka yang berketurunan dari para revolusioner. Anak-anak ini awalnya dibesarkan di lingkungan di mana kualitas hidup mereka jauh melampaui warga negara Tiongkok biasa, sering kali dekat dengan bangsawan lain dan pejabat senior partai untuk mengembangkan jaringan pengaruh.[1] Banyak pemimpin senior sering melobi secara langsung atau tidak langsung agar keturunan dan kerabat mereka menggantikan mereka.
Contoh
- Putra dari Jenderal Ye Jianying: Ye Xuanning, pemimpin dan ayah baptis faksi ini, putra kedua dari Ye Jianying. Ye Xuanning tidak menonjolkan diri tetapi berpengaruh di kalangan politik, militer, dan bisnis. Banyak orang yang menghadapi masalah mencari Ye dan Ye dikenal mampu menyelesaikan masalah mereka.[5]
- Putra dari Xi Zhongxun: Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok, Presiden Tiongkok, Ketua Komisi Militer Pusat.[6]
- Putra dan putri dari mantan pemimpin Deng Xiaoping: Deng Pufang, ketua kehormatan Ikatan Penyandang Disabilitas; Deng Nan, mantan wakil menteri Sains dan Teknologi; Deng Rong, wakil presiden Asosiasi Tiongkok untuk Kontak Persahabatan Internasional.
- Putra dari tetua Bo Yibo: Bo Xilai, sekretaris PKT di Chongqing dan juga putranya, Bo Guagua.[7]
- Menantu dari Yao Yilin: Wang Qishan, mantan wakil presiden, mantan anggota Komite Tetap Politburo, dan mantan sekretaris Komite Pusat Inspeksi Kedisiplinan.
- Putra dan putri mantan Perdana Menteri Li Peng (sebagai putra seorang martir dan murid dari Zhou Enlai, juga seorang Pangeran): Li Xiaopeng, Menteri Perhubungan, mantan Gubernur Shanxi, mantan pemimpin Huaneng Power Group; Li Xiaolin, presiden China Power International Development.
- Cucu dari Mao Zedong: Mao Xinyu, mayor jenderal di Tentara Pembebasan Rakyat.
- Putra dari Marsekal Chen Yi: Chen Haosu, mantan wakil menteri di Menteri Budaya.
- Putra dari mantan Perdana Menteri Wen Jiabao: Wen Yunsong (Winston Wen), presiden China Satellite Communications.
Lihat pula
- Tuanpai
- Kelompok Shanghai
- Kelompok Tsinghua
- Perkumpulan Hua Jing
- Insiden Li Gang
- Keluarga Zhao
- Mazhory, sebutan yang sama di Rusia
- Fuerdai
Referensi
- 1 2 3 4 Zhang, Tony Huiquan (Juli 2019). "The Rise of the Princelings in China: Career Advantages and Collective Elite Reproduction". Journal of East Asian Studies (dalam bahasa Inggris). 19 (2): 169–196. doi:10.1017/jea.2019.11. ISSN 1598-2408.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ho, Wing-Chung (September 2013). "The New 'Comprador Class': the re-emergence of bureaucratic capitalists in post-Deng China". Journal of Contemporary China (dalam bahasa Inggris). 22 (83): 812–827. doi:10.1080/10670564.2013.782128. ISSN 1067-0564.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ David Barboza (Oktober 25, 2012). "Billions in Hidden Riches for Family of Chinese Leader". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 27, 2012. Diakses tanggal Oktober 27, 2012.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "How China's political clans might determine its future". The Economist. 4 April 2024. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2024-04-04.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "中國太子黨的崛起:紅二代真正的大佬葉選寧". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-07-13. Diakses tanggal 2016-07-23.
- ↑ "Profiles: China's new leaders". BBC News. 15 November 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 November 2013. Diakses tanggal 26 Oktober 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Children of the Revolution Diarsipkan 2018-07-01 di Wayback Machine, Jeremy Page, The Wall Street Journal, 26 November 2011.