Kamis, 01 Oktober 2026
12:14 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Papasula abbotti

Papasula abbotti

spesies burung

Bagikan:
Papasula abbotti Suntingan nilai di Wikidata
250px-Abbott%27s_Booby.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoSuliformes
FamiliSulidae
GenusPapasula
SpesiesPapasula abbotti Suntingan nilai di Wikidata
Ridgway, 1893
Tata nama
Dinamakan berdasarkanWilliam Louis Abbott Suntingan nilai di Wikidata
ProtonimSula abbotti Suntingan nilai di Wikidata
Distribusi
ChristmasEilandLocatie.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Papasula abbotti.

Angsa batu christmas (Papasula abbotti) merupakan burung laut yang terancam punah dari famili Sulidae, yang juga mencakup dendang laut dan angsa batu. Angsa batu ini berukuran besar dan termasuk dalam genus monotipenya sendiri. Burung laut ini pertama kali diidentifikasi dari spesimen yang dikumpulkan oleh William Louis Abbott yang menemukannya di Pulau Assumption pada 1892.[1][2]

Deskripsi

Burung laut ini bisa mencapai ukuran panjang hingga 80 cm dengan bobot tubuh sekitar 1460 gram.[3] EBird menggambarkan spesies ini sebagai "burung laut hitam-putih yang kurus dan tampak memanjang. Sangat ramping dan tampak aneh saat terbang. Berkembang biak di kanopi hutan hujan Pulau Natal, dan mencari makan di laut di sekitarnya. Beberapa burung, terutama yang belum dewasa, akan mencari makan lebih jauh, tetapi jangkauannya masih kurang dipahami. Profilnya yang berleher panjang dan bersayap ramping yang aneh menjadi keunikan tersendiri, dan seharusnya mudah membedakan spesies ini dari spesies lain di wilayah jelajahnya. Paruhnya berwarna merah muda pucat pada betina dan keabu-abuan pada jantan."[4]

Sebaran dan perilaku

Angsa batu christmas hanya berkembang biak di beberapa tempat di Pulau Natal, wilayah Australia, di Samudra Hindia bagian timur, meski sebelumnya memiliki wilayah jelajah yang jauh lebih luas. Burung ini memiliki bulu putih dengan tanda hitam dan beradaptasi untuk terbang jarak jauh. Angsa batu ini mencari makan di sekitar Pulau Natal, seringkali di sekitar arus laut yang kaya nutrisi, meskipun tiap-tiap burung dapat menempuh jarak ribuan kilometer. Pasangan-pasangan burung ini kawin seumur hidup dan membesarkan satu anak setiap dua atau tiga tahun, bersarang di dekat puncak pohon yang muncul di kanopi hutan hujan.[5]

Status konservasi dan ancaman

Populasinya telah lama mengalami tren penurunan, sehingga IUCN pada 2019 menetapkan statusnya sebagai spesies genting.[6] Secara historis, sebagian besar habitat aslinya ditebang untuk membuka lahan pertambangan fosfat. Beberapa penebangan masih berlanjut, dan dampak penebangan sebelumnya terus berpengaruh buruk pada populasi burung saat ini.[5] Ancaman lain disebabkan oleh masuknya semut gila kuning yang menurunkan kualitas habitat. Penurunan habitat yang minimal berdampak signifikan pada populasi burung. Semua area bersarangnya telah dimasukkan ke dalam taman nasional.[5]

Daftar rujukan

  1. ↑ https://museum.wa.gov.au/sites/default/files/Information%20sheet%20-%20Abbott%27s%20Booby_EN_MS_ZH_0.pdf
  2. ↑ "The Key to Scientific Names - Birds of the World". birdsoftheworld.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  3. ↑ "Papasula abbotti". www.sealifebase.se. Diakses tanggal 2025-11-03.
  4. ↑ "Angsa-batu christmas - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. 1 2 3 "Abbott's Booby Papasula Abbotti Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  6. ↑ "Abbott's Booby". IUCN Red List. 2019-06-14. Diakses tanggal 2025-11-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan