Senin, 21 September 2026
05:34 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kerajaan Paleotropis

Kerajaan Paleotropis

250px-Paleotr%C3%B3pico.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran kerajaan Paleotropis
250px-Galleryforest_300.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hutan galeri di Guinea
250px-Acacia_Bild1086.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Savana di Burkina Faso
250px-Thorn_Tree_Sossusvlei_Namib_Desert_Namibia_Luca_Galuzzi_2004a.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Acacia erioloba di Gurun Namib
250px-Pandanus_utilis_fruit.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pandanus utilis
250px-Nepenthes_villosa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nepenthes villosa

Kerajaan Paleotropis (Paleotropis) adalah sebuah kerajaan floristik yang terdiri dari kawasan tropis Afrika, Asia dan Oseania (kecuali Australia dan Selandia Baru), sebagaimana yang dicetuskan oleh Ronald Good dan Armen Takhtajan. Bagian dari floranya diwarisakan dari super-benua kuno Gondwana atau pertukaran berikutnya (seperti Piperaceae dengan persebaran pantropis dan namun dengan sebagian kecil perwakilan wilayah hangat). Garis keturunan Gondwanan tersebut berkaitan dengan makhluk-makhluk hidup pada kerajaan Neotropis, yang terdiri dari kawasan tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Flora dari kerajaan Paleotropis mempengaruhi flora tropis Kerajaan Australia. Kerajaan tersebut terbagi dalam lima subkerajaan floristik menurut Takhtajan (atau tiga, menurut Good) dan sekitar 13 kawasan floristik.

Flora

Flora paleotropis dikarakteristikan oleh sekitar 40 famili tumbuhan endemik, terutama Nepenthaceae, Musaceae, Pandanaceae dan Flagellariaceae,[1] selain juga meliputi Matoniaceae, Dipteridaceae, Stangeriaceae, Welwitschiaceae, Degeneriaceae, Rafflesiaceae, Didiereaceae, Didymelaceae, Ancistrocladaceae, Dioncophyllaceae, Scytopetalaceae (Scytopetalum), Medusagynaceae, Scyphostegiaceae (Scyphostegia), Sarcolaenaceae, Sphaerosepalaceae, Huaceae, Pandaceae, Crypteroniaceae, Duabangaceae, Strephonemataceae (Strephonema), Psiloxylaceae, Dirachmaceae, Phellinaceae, Lophopyxidaceae, Salvadoraceae, Medusandraceae, Mastixiaceae (Mastixia), Hoplestigmataceae (Hoplestigma) dan Lowiaceae.[2]

Referensi

  1. Тахтаджян А. Л. Флористические области Земли / Академия наук СССР. Ботанический институт им. В. Л. Комарова. — Л.: Наука, Ленинградское отделение, 1978. — 247 с. — 4000 экз. DjVu, Google Books.
  2. Takhtajan, A. (1986). Floristic Regions of the World. (translated by T.J. Crovello & A. Cronquist). University of California Press, Berkeley, PDF, DjVu.
Ikon rintisan

Artikel bertopik paleontologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan