Jumat, 30 Oktober 2026
16:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ordo (biologi)

Ordo (biologi)

tingkatan taksonomi

Bagikan:
langid-250px-Biological_classification_L_Pengo_vflip.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hierarki klasifikasi biologi makhluk hidup.

Ordo atau bangsa (Bahasa Latin: ordo, jamak ordines; bahasa Inggris:order) adalah suatu tingkat atau takson antara kelas dan famili. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Jerman Augustus Quirinus Rivinus dalam klasifikasi tumbuhannya. Carolus Linnaeus merupakan orang pertama yang secara konsisten menerapkannya dalam klasifikasi tiga kerajaan besar: mineral, hewan, dan tumbuhan dalam bukunya Systema Naturae (1735)

Hierarki tingkatan

Pada sejumlah klad yang disusun oleh International Code of Zoological Nomenclature, sejumlah klasifikasi tambahan berikut juga digunakan, meskipun tidak semuanya secara resmi diakui.

NamaArti awalanContoh 1Contoh 2
Magnordomagnus: besar, agung, pentingBoreoeutheria
Superordosuper: di atasEuarchontogliresParareptilia
Grandordogrand: besarEuarchonta
Mirordomirus: menakjubkan, anehPrimatomorpha
OrdoPrimataProcolophonomorpha
Subordosub: di bawahHaplorrhiniProcolophonia
Infraordoinfra: lebih bawahSimiiformesHallucicrania
Parvordoparvus: kecil, tidak pentingCatarrhini

Dalam klasifikasi mamalia tahun 1997 yang disusunnya, McKenna dan Bell menggunakan dua tingkatan tambahan di antara "Superordo" dan "Ordo": "Grandorder" ("grandordo") dan "Mirorder" ("mirordo").[1] Novacek (1986) menyisipkan mereka pada posisi yang sama. Namun, Benton (2005) menyisipkan keduanya di antara "superordo" dan "magnordeo".[2] Posisi ini dipakai oleh Systema Naturae 2000 dan lain-lainnya, misalnya: Hexaprotodon liberiensis; Ranking taksonomi (bahasa Inggris).

Dalam botani, ranking atau tingkatan "subkelas" (subclass) dan "subordo" (suborder) adalah tingkatan sekunder yang dipredefinisikan masing-masing di atas dan di bawah tingkatan "ordo".[3] Tingkatan-tingkatan tambahan lain dapat digunakan asalkan didefinisikan secara jelas.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ McKenna, M.C. & Bell, S.G. (1997), Classification of Mammals, New York: Columbia University Press, ISBN 978-0-231-11013-6
  2. ↑ Benton, Michael J. 2005. Vertebrate Palaeontology, 3rd ed. Oxford: Blackwell Publishing. ISBN 0-632-05637-1. ISBN 978-0-632-05637-8
  3. 1 2 McNeill, J.; Barrie, F.R.; Buck, W.R.; Demoulin, V.; Greuter, W.; Hawksworth, D.L.; Herendeen, P.S.; Knapp, S.; Marhold, K.; Prado, J.; Prud'homme Van Reine, W.F.; Smith, G.F.; Wiersema, J.H.; Turland, N.J. (2012). International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants (Melbourne Code) adopted by the Eighteenth International Botanical Congress Melbourne, Australia, July 2011. Vol. Regnum Vegetabile 154. A.R.G. Gantner Verlag KG. ISBN 978-3-87429-425-6. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal 2015-01-01.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Article 4
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan