Sabtu, 07 November 2026
21:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Forma (botani)

Bagikan:

Dalam tata nama botani, sebuah forma adalah salah satu peringkat taksonomi "sekunder" dibawah varietas, yang berada di bawah spesies; forma adalah takson infraspesifik.[1] Bila terdapat lebih dari tiga tingkatan yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah takson, "klasifikasi"nya dikerucutkan, tetapi hanya tiga bagian yang menjadi "nama" dari takson tersebut: nama genus, nama spesifik dan nama infraspesifik.

Ringkasan "f." atau "forma" secara keseluruhan harus ditempatkan sebelum nama infraspesifiknya untuk menandai peringkatnya. Singkatan ini tidak ditulis miring.

Contoh:

  • Acanthocalycium spiniflorum f. klimpelianum atau
    • Acanthocalycium spiniflorum forma klimpelianum (Weidlich & Werderm.) Donald
  • Crataegus aestivalis (Walter) Torr. & A.Gray var. cerasoides Sarg. f. luculenta Sarg. adalah klasifikasi dari tumbuhan yang bernama:
    • Crataegus aestivalis (Walter) Torr. & A.Gray f. luculenta Sarg.

Sebuah formas umumnya merujuk kepada kelompok dengan penyimpangan morfologis yang menonjol. Praktik taksonomis umumnya ialah individu-individu yang diklasifikasikan kedalam sebuah forma tidak harus berkerabat dekat (mereka dapat tidak membentuk sebuah klad).[2] Sebagai contoh, tumbuhan-tumbuhan berbunga putih yang umumnya memiliki bunga berwarna dapat dikelompokkan dan dinamai (contohnya, sebagai "f. alba"). Formae apomicticae terkadang dinamai di antara tumbuhan yang bereproduksi secara aseksual, dengan apomiksis. Secara teoretis, terdapat tak terhitung forma yang didasari perbedaan-perbedaan genetik kecil, dan hanay segelintir darinya yang memiliki signifikansi khusus yang kemungkinan akan dinamai.

Referensi

  1. ↑ McNeill, J.; Barrie, F.R.; Buck, W.R.; Demoulin, V.; Greuter, W.; Hawksworth, D.L.; Herendeen, P.S.; Knapp, S.; Marhold, K.; Prado, J.; Prud'homme Van Reine, W.F.; Smith, G.F.; Wiersema, J.H.; Turland, N.J. (2012). International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants (Melbourne Code) adopted by the Eighteenth International Botanical Congress Melbourne, Australia, July 2011. Vol. Regnum Vegetabile 154. A.R.G. Gantner Verlag KG. ISBN 978-3-87429-425-6. Chapter I. Article 4
  2. ↑ Hamilton, C.W.; Reichard, S.H. (1992), "Current Practice in the Use of Subspecies, Variety, and Forma in the Classification of Wild Plants", Taxon, 41 (3): 485–498, doi:10.2307/1222819, JSTOR 1222819
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan