Jumat, 16 Oktober 2026
13:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Suku Yaghnob

Suku Yaghnob

suku bangsa

Bagikan:
Suku Yaghnob
yaγnōbī́t, яғнобиҳо
250px-1Yagnobi_people.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekelompok suku Yaghnob dari Tajikistan
Jumlah populasi
c. 25.000[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Lembah-lembah di sekitar Sungai Yaghnob, Qul dan Varzob, serta di seluruh Tajikistan
Bahasa
Yaghnob, Tajik
Agama
Sebagian besar Islam Sunni
Kelompok etnik terkait
Suku bangsa Iran lainnya

Suku Yaghnob (bahasa Yaghnob: yaγnōbī́t; bahasa Tajik:яғнобиҳо, yağnobiho/jaƣnoʙiho) adalah salah satu suku minoritas pribumi Tajikistan. Mereka tinggal di Provinsi Sughd di utara Tajikistan, di lembah Sungai Yaghnob, Qul dan Varzob. Suku Yaghnob dianggap sebagai keturunan dari orang-orang berbahasa Sogdi[2] yang pernah menguasai sebagian besar Asia Tengah di Lembah Zeravshan di antara Sungai Amu Darya dan Syr Darya di daerah historis Sogdia.[3]

Mereka menuturkan bahasa Yaghnob, salah satu dari sedikit bahasa Iran Timur yang masih lestari (bahasa-bahasa Iran Timur lainnya yang belum punah adalah bahasa Pashtun, Ossetia, dan Pamir). Bahasa Yaghnob digunakan secara luas oleh penduduk lembah Sungai Yaghnob di daerah Zarafshan, Tajikistan. Bahasa ini juga diajarkan di sekolah-sekolah.[4] Bahasa ini dianggap sebagai turunan langsung bahasa Sogdi dan sering disebut Sogdi Baru dalam literatur akademis.[5]

Data sensus penduduk tahun 1926 dan 1939, penutur bahasa Yaghnob berjumlah sekitar 1.800. Pada tahun 1955, M. Bogolyubov memperkirakan jumlah penutur ibu bahasa ini mencapai lebih dari 2.000 orang. Pada tahun 1972, A. Khromov memperkirakan 1.509 penutur asli di lembah Yaghnob dan sekitar 900 di tempat lain. Sementara jumlah suku Yaghnob diperkirakan sekitar 25.000.[1]

Bahasa Sogdi memiliki tradisi sastra yang mapan,[5] sebagai salah satu bahasa Iranik yang berkerabat dengan bahasa Baktria, Saka, Persia, Kurdi, dan Partia.[5]

Sejarah

Orang-orang Sogdi kuno melarikan diri ke Lembah Yaghnob yang terpencil untuk menghindari serbuan orang Arab pada masa Abad Pertengahan, dan keturunan mereka, suku Yaghnob, tinggal di sana dalam keadaan terisolir hingga tahun 1820-an.[6]

Abad ke-20

Sampai abad ke-20, suku Yaghnob hidup dengan menerapkan ekonomi alami yang bergantung pada alam dan beberapa masih terus melakukannya, karena desa yang mereka huni masih belum terjangkau oleh jalan raya dan aliran listrik. Kontak pertama dengan Uni Soviet terjadi pada 1930-an pada masa Pembersihan Besar-Besaran, di mana banyak suku Yaghnob diasingkan ke luar daerah. Namun, peristiwa yang mungkin paling menimbulkan trauma adalah pemindahan paksa pada tahun 1957 dan 1970, dari pegunungan ke dataran rendah semi-gurun di Tajikistan.[7][8] Pada 1970-an, helikopter Tentara Merah dikirim ke lembah-lembah dengan alasan untuk mengevakuasi penduduk Yaghnob dari potensi longsor salju di tempat tinggalnya. Mereka lalu dipekerjakan paksa di perkebunan kapas di dataran rendah.[6][9] Akibat kelelahan bekerja dan perubahan lingkungan dan gaya hidup yang drastis, ratusan orang Yaghnob tewas karena penyakit.[10] Sejak 1983, keluarga Yaghnob mulai pulang ke Lembah Yaghnob dan melanjutkan gaya hidup tradisional mereka. Sementara mereka yang menetap di dataran rendah cenderung berasimilasi dengan suku Tajik.[11][12]

Abad ke-21

Lembah Yaghnob terdiri dari sekitar sepuluh permukiman, masing-masing menampung antara tiga hingga delapan keluarga. Terdapat pula pemukiman kecil lain di tempat berbeda.[13]

Agama

Sebagian besar suku Yaghnob memeluk agama Islam Sunni dengan mazhab Hanafi sementara sebagian kecil lainnya menganut Islam Syiah dengan mazhab Ismailiyah.[14]

Referensi

  1. 1 2 "The Peoples of the Red Book – The Yaghnabis". Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Paul Bergne (15 Juni 2007). The Birth of Tajikistan: National Identity and the Origins of the Republic. I.B.Tauris. hlm. 5–. ISBN 978-1-84511-283-7.
  3. ↑ "Sogdiana". Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Inside the New Russia (1994): Yagnob. Diakses pada 2 November 2021.
  5. 1 2 3 electricpulp.com. "YAGHNOBI – Encyclopaedia Iranica". www.iranicaonline.org. Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Jamolzoda, Anvar (Juli–Agustus 2006). "Journey to Sogdiana's Heirs" (PDF). yagnob.org. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 Maret 2012. Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ (dalam bahasa Rusia) Вокруг света – Страны – - Таджикистан – Последние из шестнадцатой сатрапии Diakses pada 2 November 2021
  8. ↑ Loy, Thomas. "From the mountains to the lowlands – the Soviet policy of "inner-Tajik" resettlement". Internet-Zeitschrift für Kulturwissenschaften. Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Tajikistan: The Sons of Somoni Strive to Preserve Distinct Cultural Identity". EURASIANET.org. 22 Juni 2012. Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Loy, Thomas (18 Juli 2005). "The Big Fraud – Recollecting the Resettlement of the Population of the Yaghnob Valley". Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Paul, Daniel Paul; Abbess, Elisabeth; Müller, Katja; Tiessen, Calvin and; Tiessen, Gabriela (2009). "The Ethnolinguistic Vitality of Yaghnobi". SIL Electronic Survey Report 2010-017, May 2010. SIL International. Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Jenkins II, Mark D. (26 Mei – 8 September 2014). "Being Yaghnobi: Expressions of Identity, Place, and Revitalization as a Minority in Tajikistan" (PDF) (Title VIII Final Report). Dushanbe, Tajikistan: American Councils Research Fellowships. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-09-13. Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Ягноб – Древняя Согдиана: Прошлое, Настоящее и Будущее". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-11-14. Diakses tanggal 2 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Akiner, Shirin (1986). Islamic Peoples of the Soviet Union. London: Routledge. hlm. 382. ISBN 0-7103-0188-X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan