Kamis, 29 Oktober 2026
08:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Rumpun bahasa Iran Timur

rumpun bahasa

Bagikan:
Iran Timur
WilayahAsia Tengah, barat laut Asia Selatan, Kaukasus. Pada zaman dahulu dituturkan di Skithia dan Sarmatia.
Penutur
  • Indo-European
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Bentuk awal
Kode bahasa
ISO 639-3–
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
eira
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Rumpun bahasa Iran Timur adalah subkelompok dari rumpun bahasa Iran yang muncul dalam catatan sejarah pertama kali sejak abad keempat Sebelum Masehi. Bahasa Avesta sering digolongkan sebagai leluhur atau kerabat terdekat dari leluhur rumpun bahasa ini. Bahasa dengan jumlah penutur terbanyak dari kelompok ini adalah bahasa Pashtun yang jumlah penuturnya antara 50–60 juta orang yang tersebar di antara pegunungan Hindu Kush di Afganistan dengan Sungai Indus di Pakistan.

Bahasa Iran Timur yang masih dituturkan hingga saat ini tersebar di wilayah yang berdekatan yakni di timur Afganistan serta di barat Pakistan, timur Provinsi Otonom Gorno-Badakhshan, dan barat daya Xinjiang, Tiongkok, ada dua bahasa lain yang dituturkan di letak yang terpisah yaitu bahasa Yaghnobi yang dituturkan di barat laut Tajikistan (turunan dari bahasa Sogdi) dan bahasa Ossetia yang dituturkan di Kaukasus. Dahulu, daerah sebar tutur bahasa ini mencapai wilayah Skithia dan Sarmatia.

Sejarah

330px-Scythia-Parthia_100_BC.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skithia dan daerah berbahasa Iran Timur lainnya (berwarna jingga), k. 170 SM.

Rumpun bahasa Iran Timur dan Iran Barat diperkirakan telah pisah dari bahasa Proto-Iran pada akhir milenium kedua SM tidak lama setelah kemunculan bahasa Avesta secara lisan. Rumpun bahasa Iran Barat diduga berkembang melalui kebudayaan Yaz. Rumpun bahasa Iran Timur berkembang melalui kebudayaan Andronovo.

Dengan kehadiran peradaban Yunani-India di Asia Tengah, beberapa bahasa paling timur dari bahasa-bahasa ini tercatat dalam tahap Iran Pertengahan (sehingga digolongkan "Iran Timur"), sementara hampir tidak ada catatan tentang kesinambungan dialek Skithia-Sarmatia yang membentang dari Kazakhstan melintasi Stepa Pontus-Kaspia hingga Ukraina yang masih bertahan. Beberapa penulis menemukan bahwa bangsa Iran Timur memiliki pengaruh pada kebudayaan rakyat Rusia.[1]

Bahasa Persia Pertengahan menyebar di sekitar wilayah Sungai Oxus, Afganistan dan Khorasan setelah penaklukan oleh bangsa Arab dan selama pemerintahan Islam-Arab.[2][3] Penggantian abjad Pahlavi menjadi abjad Arab untuk menulis bahasa Persia dilakukan oleh Dinasti Thahiriyah pada abad ke-9 di Khorasan.[4] Bahasa Persia Dari menyebar dan menyebabkan kepunahan bahasa Iran Timur seperti Baktria dan Khwarezmia, dengan hanya sejumlah kecil penutur bahasa Yaghnobi (turunan bahasa Sogdi) yang tersisa di antara bangsa Tajik yang sekarang berbahasa Tajik (turunan bahasa Persia) di Asia Tengah, karena fakta bahwa bangsa Arab-Islam tentara yang menyerbu Asia Tengah juga termasuk beberapa Persia yang kemudian memerintah wilayah tersebut seperti Keamiran Samaniyah.[5] Bahasa Persia dapat berkembang di Asia Tengah karena pengaruh Samaniyah.[6]

Penggolongan

Sebagian besar bahasa Iran Timur merupakan kesinambungan dialek yang berkembang secara kaidah linguistik umum..[7]

Bahasa-bahasa dalam rumpun ini sebagai berikut:[8]

Kuno

Avesta kadang-kadang digolongkan sebagai Iran Timur, tetapi penelitian terkini tidak menggolongkannya karena banyak mewariskan fitur arkais yang juga ditemukan di Iran Barat dan Indo-Arya.

Pertengahan
Modern

Referensi

  1. ↑ Rast, N. A. (1955). "Russians in the Medieval Iranian Epos". American Slavic and East European Review. 14 (2): 260–264. doi:10.2307/3000746. ISSN 1049-7544. JSTOR 3000746.
  2. ↑ Ira M. Lapidus (22 Agustus 2002). A History of Islamic Societies. Cambridge University Press. hlm. 127–. ISBN 978-0-521-77933-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ira M. Lapidus (29 Oktober 2012). Islamic Societies to the Nineteenth Century: A Global History. Cambridge University Press. hlm. 255–. ISBN 978-0-521-51441-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ira M. Lapidus (29 Oktober 2012). Islamic Societies to the Nineteenth Century: A Global History. Cambridge University Press. hlm. 256–. ISBN 978-0-521-51441-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Paul Bergne (15 Juni 2007). The Birth of Tajikistan: National Identity and the Origins of the Republic. I.B.Tauris. hlm. 5–. ISBN 978-1-84511-283-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Paul Bergne (15 Juni 2007). The Birth of Tajikistan: National Identity and the Origins of the Republic. I.B.Tauris. hlm. 6–. ISBN 978-1-84511-283-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Nicholas Sims-Williams, Eastern Iranian languages, in Encyclopaedia Iranica, Online Edition, 2008
  8. ↑ Gernot Windfuhr, 2009, "Dialectology and Topics", The Iranian Languages, Routledge
  9. ↑ Antje Wendtland (2009), The position of the Pamir languages within East Iranian, Orientalia Suecana LVIII

Pranala luar

  • Compendium Linguarum Iranicarum, ed. Schmitt (1989), p. 100.
(sejarah)
Timur
Pamir
Pashtun
Skithia
Barat
Barat Laut
Kaspia
Kurdi
Zaza–Gorani
Barat Daya
Persia
  • huruf miring menunjukkan bahasa mati.
  • Bahasa-bahasa dalam kurung adalah ragam atau dialek dari bahasa di sebelah kiri.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan