Minggu, 04 Oktober 2026
17:00 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Bahasa Adhari

bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang bahasa Iran yang telah punah. Untuk bahasa Turk yang menjadi bahasa nasional Azerbaijan, lihat Bahasa Azeri.
Bahasa Adhari
آذری; Āḏarī
Azeri, Iran Azeri, Azeri Kuno
Dituturkan diIran
WilayahAzerbaijan Iran
Era700-an–1600-an M
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Abjad Persia
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
Glottologadha1238
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Adhari diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [1][2]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Adhari (آذری; juga dieja Azeri, Adari, atau Azari), juga dikenal sebagai bahasa Azeri Kuno,[a] adalah suatu bahasa Iran Barat yang pernah dituturkan di Azerbaijan, Iran sebelum Turkifikasi daerah tersebut, yang hampir semua penuturnya beralih menjadi menggunakan bahasa Turk Azeri.[3] Beberapa pakar bahasa percaya bahwa ragam bahasa Tati atau kerabatnya di bagian selatan daerah tersebut, yaitu Takestan (seperti dialek Harzandi dan Karingani merupakan sisa-sisa bahasa Adhari.[4][5][3] Selain itu, bahasa Adhari diketahui memiliki kekerabatan bahasa yang sangat dekat dengan bahasa Talish.

Penelitian terdahulu

Ahmad Kasravi, seorang cendekiawan dan ahli bahasa Adhari yang dominan, adalah peneliti pertama yang meneliti bahasa Iran di wilayah Azerbaijan. Dia melakukan penelitian mendalam menggunakan sumber-sumber sejarah berbahasa Arab, Persia, Turki, dan Yunani dan menyimpulkan bahwa Adhari adalah bahasa wilayah Iran ini sebelum mengadopsi suatu bahasa Turk. Penelitian sejarah menunjukkan bahwa Azeri adalah orang-orang Iran sebelum kedatangan Seljuk ke wilayah tersebut.[6]

Penggolongan

Bahasa Adhari dituturkan di sebagian besar wilayah Azerbaijan setidaknya sampai abad ke-17, dengan jumlah penutur menurun sejak abad ke-11 karena Turkifikasi di wilayah tersebut. Menurut beberapa sumber, bahasa ini mungkin bertahan selama beberapa waktu hingga sekitar abad ke-16 atau ke-17. Saat ini, bahasa-bahasa Iran masih digunakan di beberapa kantong linguistik di Azerbaijan. Sementara beberapa ahli percaya bahwa dialek-dialek ini merupakan kelanjutan langsung dari bahasa Azari kuno,[3] yang lain berpendapat bahwa bahasa-bahasa itu kemungkinan besar hanya berkerabat dekat dengan bahasa Adhari.[7]

Menurut Vladimir Minorsky:

Penduduk asli Azarbayjan yang menetap terdiri dari banyak petani dan pada saat penaklukan Arab dikompromikan dengan istilah terkesan menghina, yaitu Uluj ("non-Arab")—agak mirip dengan raya (*ri’aya) di Kekhalifahan Utsmaniyah. Satu-satunya senjata penduduk pedesaan yang damai ini adalah ketapel. Mereka berbicara sejumlah dialek (Adhari, Talishi) yang bahkan sekarang masih ada beberapa pulau yang bertahan di tengah-tengah penduduk berbahasa Turki. Penduduk dasar inilah yang menjadi sandaran Babak dalam pemberontakannya melawan kekhalifahan.[8]

Clifford Edmund Bosworth mengatakan:

Kita tidak perlu menganggap serius pernyataan Moqaddasī’s memiliki tujuh puluh bahasa, keadaan yang lebih tepat diterapkan di wilayah Kaukasus di utara; tetapi pada dasarnya penduduk Iran berbicara dalam bentuk bahasa Persia yang menyimpang dan dialektis (disebut oleh Masʿūdī al-āḏarīya) serta bahasa Persia baku, dan para ahli geografi menyatakan bahwa yang pertama sulit dimengerti.[9]

Igrar Aliyev menyatakan:[10]

1. Dalam tulisan sejarawan Arab abad pertengahan (Ibnu Hawqal, Muqqaddesi..), orang Azarbaijan berbicara bahasa Azari.

2. Azari ini tidak diragukan lagi merupakan bahasa Iran karena juga kontras dengan Dari tetapi juga disebut sebagai Persia. Bahasa itu tidak sama dengan bahasa Kaukasus yang disebutkan oleh sejarawan Arab.

3. Azari tidak persis Dari (nama yang digunakan untuk bahasa Persia Timur yang merupakan bahasa Persia modern di Afganistan dan Tajik). Dari penelitian yang dilakukan oleh para peneliti terhadap bahasa ini, terlihat bahwa bahasa ini adalah bagian dari bahasa Iran Barat Laut dan dekat dengan bahasa Talishi. Bahasa Talyshi telah mempertahankan beberapa ciri bahasa Media.

Aliyev menyatakan bahwa sejarawan Muslim abad pertengahan seperti al-Baladhuri, al-Masudi, Ibnu Hawqal, dan Yaqut al-Hamawi menyebutkan bahasa ini dengan nama itu.[10] Penulis lain seperti Estakhri, Ibnu an-Nadim, Hamza al-Isfahani, al-Muqaddasi, Ya'qubi, Hamdallah Mustawfi, dan Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī.[3]

Menurut Gilbert Lazard, "Azarbaijan adalah wilayah bahasa Adhari, dialek penting Iran yang disebutkan Masudi bersama dengan Dari dan Pahlavi."[11]

Menurut Richard N. Frye, Azari adalah bahasa utama Iran dan bahasa asli Azerbaijan Iran. Secara bertahap kehilangan statusnya sebagai bahasa mayoritas pada akhir abad ke-14.[12]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ untuk membedakan dengan bahasa Azeri sekarang yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Turk.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  3. 1 2 3 4 Yarshater 1988, hlm. 238–245.
  4. ↑ Paul, Ludwig (1998a). "The position of Zazaki among West Iranian languages" in Melville (1999). Charles Melville (ed.). Proceedings of the Third European Conference of Iranian Studies: Mediaeval and modern Persian studies. Reichert. ISBN 978-3-89500-104-8.
  5. ↑ Dalby, Andrew (1998). Dictionary of Languages: The Definitive Reference to More Than 400 Languages. Columbia University Press. hlm. 156. ISBN 978-0-231-11568-1., p. 496.
  6. ↑ Jazayery, M.A. "Kasravi, Ahmad(1890-1946)" in Singh, N. K.; Samiuddin, A (2003). Encyclopaedic Historiography of the Muslim World. Global Vision Publishing House. ISBN 978-81-87746-54-6.
  7. ↑ "The Ancient Language of Azarbaijan, by B.W. Henning". Diakses tanggal 20 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ V. Minorsky, Studies in Caucasian history, Cambridge University Press, 1957, pg 112
  9. ↑ Bosworth, C. E,"AZERBAIJAN iv. Islamic History to 1941", Encyclopædia Iranica, Vol. III, Fasc. 2-3, pp.224-231
  10. 1 2 Professor Ighrar Aliyev. The History of Aturpatakan. Persian Translation by Dr. Shaadman Yusuf. Balkh Publishers. Tehran. 1999.
  11. ↑ Lazard 1975, hlm. 599.
  12. ↑ Frye 2004, hlm. 321–326.

Daftar pustaka

Pranala luar

(sejarah)
Timur
Pamir
Pashtun
Skithia
Barat
Barat Laut
Kaspia
Kurdi
Zaza–Gorani
Barat Daya
Persia
  • huruf miring menunjukkan bahasa mati.
  • Bahasa-bahasa dalam kurung adalah ragam atau dialek dari bahasa di sebelah kiri.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan