Jumat, 09 Oktober 2026
15:01 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP

Bahasa Kharg

bahasa di Pulau Kharg, Iran

Bagikan:
Bahasa Kharg
Dituturkan diIran
WilayahPulau Kharg
Penutur
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
GlottologTidak ada
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Kharg adalah suatu bahasa Iran Barat Daya yang dituturkan di Pulau Kharg di Teluk Persia.[1]

Penggolongan

Bahasa Kharg sangat berkerabat dengan bahasa-bahasa Iran di Provinsi Fars dan bahasa-bahasa di sepanjang daerah pesisir hingga Selat Hormuz.[1] Bahasa ini pertama kali dicatat pada akhir dasawarsa 1950-an oleh pewarta Jalal Al-e Ahmad, yang melaporkan dalam etnografinya bahwa dari 120 rumah tangga penduduk yang kemudian mendiami pulau tersebut, sebagian besar telah berpindah dari daerah pesisir Tangestan dengan hanya sebagian kecil penduduk yang merupakan penduduk setempat.[2] Penutur asli bahasa Kharg pada saat itu menggolongkan bahasa ini sebagai dialek yang berkerabat dekat dengan bahasa di Tangestan dan Bushehr.[2]

Status

Dalam beberapa dasawarsa berikutnya, ketika Kharg berubah dari masyarakat pedesaan yang terpencil menjadi pusat ekspor minyak bumi, perubahan sosial dan kependudukan skala besar terjadi, dengan bahasa Persia menjadi bahasa yang menonjol di semua bidang kehidupan.[2] Penelitian lapangan tentang Kharg oleh pakar bahasa bernama Habib Borjian pada tahun 2016 menunjukkan bahwa bahasa Kharg masih dituturkan "oleh sekitar selusin keluarga, dan bahkan di sana bahasa itu tidak disebarkan dengan benar ke generasi berikutnya".[2] Borjian menambahkan bahwa "penduduk setempat lainnya di pulau itu adalah penduduk asli Kharg yang telah kehilangan bahasa asli atau pendatang dari pemukiman pesisir terdekat yang berbicara dengan dialek mereka sendiri".[2] Khawatir tentang kepunahannya, penutur bahasa Kharg setempat telah menerbitkan bahan ajaran baru tentang bahasa Kharg, termasuk puisi dan peribahasa.[2]

Sejarah

Borjian menjelaskan bahwa kelangsungan hidup manusia di Kharg sebagian besar dimungkinkan karena pasokan air yang berkelanjutan. Namun, karena curah hujan yang rendah, orang-orang membawa air bawah tanah dari akuifer di kaki bukit tengah pulau ke ladang dengan menggunakan saluran bawah tanah buatan manusia yang dikenal sebagai kariz.[3] Karena fakta bahwa pertanian berkelanjutan di Kharg dalam riwayatnya hanya mungkin dilakukan dengan menggunakan kariz, Borjian menunjukkan bahwa permukiman manusia menetap di pulau itu "tidak dapat mendahului penyebaran kariz, yang terjadi di bawah kekuasaan Akhemeniyah di Timur Dekat (550–330 SM)".[3]

Pada tahun 2007, sebuah prasasti coretan batu ditemukan di Kharg dengan tulisan pendek dalam aksara paku Persia Kuno.[3] Prasasti berbahasa Persia Kuno tersebut, menurut penguraian awal, berbunyi: “Tanah yang tak diairi dengan riang [dengan] keluarnya [air]ku”.[3] Borjian menjelaskan bahwa meskipun bacaan ini belum dipastikan atau dibantah oleh para ahli lain, "hal ini sangat sesuai dengan kemungkinan dimulainya permukiman manusia yang menetap di pulau Kharg".[3] Borjian menceritakan bahwa jika prasasti tersebut ternyata asli, dapat disimpulkan bahwa ada penjajahan Persia di Kharg di bawah penguasa Akhemeniyah Persia.[3] Borjian menambahkan bahwa bahasa pemukim Persia masa Akhemeniyah bisa jadi merupakan leluhur bahasa Kharg, dengan mencatat bahwa "tidak ada bukti yang bertentangan untuk membuat hipotesis ini tidak masuk akal".[3] Namun, pada saat yang sama, mengingat kesepakatan aneka arah bahasa Kharg dengan berbagai bahasa Iran Selatan, poligenesis tersirat. Borjian menyimpulkan:[3]

Mengingat aluran sejarah pulau yang berbeda-beda, hasil ini tidaklah mengejutkan. Penduduk Kharg pasti sebagian terdiri dari pengungsi, pelaut, dan pekerja terampil yang menetap di pulau itu secara menyendiri atau berkelompok, dan pemukim baru akan menambahkan strata pada bahasa aslinya. Masyarakat berbahasa Iran yang berlapis-lapis ini bertahan hidup dengan keterampilan pertanian, merajut, dan mengemudikan perdagangan laut yang sangat terspesialisasi sebelum munculnya industri perminyakan yang mengubah susunan sosiolinguistika pulau itu.

Rujukan

Catatan kaki

  1. 1 2 Borjian 2019, hlm. 659.
  2. 1 2 3 4 5 6 Borjian 2019, hlm. 660.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Borjian 2019, hlm. 680.

Daftar pustaka

(sejarah)
Timur
Pamir
Pashtun
Skithia
Barat
Barat Laut
Kaspia
Kurdi
Zaza–Gorani
Barat Daya
Persia
  • huruf miring menunjukkan bahasa mati.
  • Bahasa-bahasa dalam kurung adalah ragam atau dialek dari bahasa di sebelah kiri.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan