Kamis, 24 September 2026
06:16 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Operasi Cartwheel

Operasi Cartwheel

artikel daftar Wikimedia

Operasi Cartwheel
Bagian dari Perang Pasifik
250px-Beach_at_Cape_Gloucester.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Divisi Marinir ke-1 mendarat di pantai selama Pertempuran Tanjung Gloucester, 26 Desember 1943.
Tanggal30 Juni 1943 20 Maret 1944
LokasiPapua dan Kepulauan Solomon
Hasil

Kemenangan Sekutu

  • Pangkalan Jepang di Rabaul berhasil dinetralisir
Pihak terlibat
 Amerika Serikat
 Australia
 Selandia Baru
 Kekaisaran Jepang
Tokoh dan pemimpin
Pasukan

Angkatan Darat Pertama

Angkatan Darat Keenam

Armada Ketiga
Armada Ketujuh

Angkatan Udara Kelima

Armada Wilayah Tenggara

Angkatan Darat Area Kedelapan

Angkatan Darat Udara ke-4

  • Divisi Udara ke-6
  • Divisi Udara ke-7
Kekuatan
250.000 200.000
Korban
2.000 tewas
6.800 terluka
35.300 tewas
250px-Operationcartwheel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian timur Wilayah Nugini, dan Kepulauan Solomon utara; wilayah tempat Operasi Cartwheel berlangsung, mulai Juni 1943.

Operasi Cartwheel (1943 – 1944) adalah operasi militer besar yang dilakukan oleh Sekutu di teater Pasifik pada Perang Dunia II. Tujuan utama Cartwheel adalah untuk menetralkan pangkalan utama Jepang di Rabaul. Operasi ini dipimpin oleh Panglima Tertinggi Sekutu di Kawasan Pasifik Barat Daya (SWPA), Jenderal Douglas MacArthur, yang pasukannya telah maju sepanjang pantai timur laut Papua dan menduduki pulau-pulau terdekat. Pasukan Sekutu dari Kawasan Pasifik Selatan, di bawah Laksamana William Halsey, maju melalui Kepulauan Solomon menuju Bougainville. Pasukan Sekutu dari Australia, Belanda, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan berbagai pulau di Pasifik turut serta dalam operasi ini.[1]

Catatan

Referensi

Sejarah resmi

Australia

Selandia Baru

Amerika Serikat

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Operation Cartwheel.

04°11′46.07″S 152°10′22.59″E / 4.1961306°S 152.1729417°E / -4.1961306; 152.1729417

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan