Jumat, 30 Oktober 2026
15:16 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Invasi Buna–Gona

Invasi Buna–Gona

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Invasi Buna–Gona
Bagian dari Teater Pasifik pada Perang Dunia Kedua
250px-GONA%2C_BUNA_AREA._1942-07-31_AWM128399.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto pengintaian udara Gona tak lama setelah pendaratan Jepang. (AWM128399)[notes 1]
Tanggal21–27 July 1942
Lokasi8°39′S 148°22′E / 8.650°S 148.367°E / -8.650; 148.367
Hasil Kemenangan Jepang
Pihak yang terlibat
 Australia
 Amerika Serikat
 Jepang
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Australia Basil Morris Kekaisaran Jepang Harukichi Hyakutake
Kekuatan
~ 100 4.057
Korban jiwa dan kerugian
6 tewas 1 kapal transportasi tenggelam
1 kapal transportasi rusak
1 kapal perusak rusak

Invasi Buna–Gona, yang disebut Operasi RI oleh Jepang, adalah sebuah operasi militer oleh pasukan Kekaisaran Jepang untuk menduduki kawasan Buna–Gona di Teritorial Papua pada masa Perang Pasifik saat Perang Dunia Kedua.[1] Pendaratan dan laju awal di Kokoda terjadi antara 21 dan 27 Juli 1942.

Referensi

Catatan
  1. ↑ Nomor referensi koleksi Australian War Memorial (AWM).
Kutipan
  1. ↑ "Papua prologue". Australia-Japanese Research Project. Diarsipkan dari asli tanggal 23 September 2007. Diakses tanggal 10 Januari 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Daftar pustaka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan