Selasa, 27 Oktober 2026
07:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Konvoi Take Ichi

Konvoi Take Ichi

Bagikan:
Konvoi Take Ichi
Bagian dari Perang Pasifik
Rute konvoi Take Ichi
Rute konvoi Take Ichi dari Shanghai ke Halmahera (nama modern ditampilkan)[1]
Tanggal17 April – 9 Mei 1944
Lokasi
Lepas pantai Luzon dan Sulawesi
Hasil Kemenangan Amerika Serikat
Pihak yang terlibat
 Amerika Serikat  Kekaisaran Jepang
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Amerika Serikat Ralph Waldo Christie (USN)[2] Kekaisaran Jepang Sadamichi Kajioka (IJN)
Kekuatan
2 kapal selam

1 penghampar ranjau
3 kapal perusak
2 kapal pengawal kaibokan
1 kapal penyapu ranjau
2 pemburu kapal selam
3 kapal bermeriam

15 kapal dagang
Korban jiwa dan kerugian
Tidak ada Empat kapal pengangkut tenggelam
4.290 tentara tewas

Take-Ichi sendan (Jepang: 竹一船団, terj. har. 'Konvoi Bambu Nomor Satu') adalah konvoi angkatan laut Jepang pada Perang Dunia II. Konvoi ini berangkat dari Shanghai yang diduduki pada 17 April 1944, membawa dua divisi infanteri untuk memperkuat posisi pertahanan Jepang di Filipina dan Nugini Barat. Kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) menyerang konvoi pada 26 April dan 6 Mei, menenggelamkan empat kapal pengangkut dan menewaskan lebih dari 4.000 tentara. Kerugian ini menyebabkan konvoi dialihkan ke Halmahera, di mana tentara yang selamat dan perlengkapannya dibongkar.

Kerugian konvoi Take Ichi memiliki dampak strategis yang penting. Kegagalan membawa kedua divisi ke tujuan mereka tanpa kerugian berkontribusi pada keputusan Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang untuk memindahkan pertahanan Jepang mundur sejauh 1.000 km. Daya tempur divisi-divisi tersebut juga melemah akibat kerugian mereka, dan meskipun keduanya bertempur melawan pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat, mereka sedikit berkontribusi pada upaya perang Jepang.

Catatan

  1. ↑ Parillo (1993), p. 140
  2. ↑ Blair (2001), p. 622

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan