Sabtu, 10 Oktober 2026
08:46 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Onta Ponoragan

Onta Ponoragan

Bagikan:
250px-Seni_unto_untoan_atau_onta_ponoragan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
seni unto untoan telah ada sejak abad 15 di Ponorogo

Onta Ponoragan atau Seni Unto - Untoan adalah kesenian tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Kesenian ini yang bernafaskan islami dengan bentuk replika hewan Unta.[1]

Sejarah

Ditaklukannya Ponorogo oleh Raden Batoro Katong merupakan kabar gembira untuk kesultanan Demak, dengan demikian kunci untuk meluaskan wilayah kekuasan dan dakwah islam di Pulau Jawa semakin mudah. Hal itu karena Wali Songo tidak dapat menembus benteng jawa bagian tengah maupun selatan karena tidak diterima oleh bangsawan Wengker, oleh karena itu Wali Songo hanya mampu dakwah syiar di bagian utara pulau Jawa saja.

Kabar dapat direbutnya Ponorogo oleh Demak sampai ke Kesultanan Turki Utsmaniyah, sehingga pada tahun 1499 membuat sultan Bayezid II memberikan sepasang Unta Mongol atau Turki kepada Batoro Katong melalui Kesultanan Demak. kemudian, sepasang unta dari Turki ini menjadi pusaka Kadipaten Ponorogo, karena hidup di cuaca yang berbeda menyebabkan Unta meninggal.

Maka sejak saat itu dibuatlah Replika Hewan Unta di Ponorogo dengan sebutan Onta Ponoragan yang setiap jalannya diiringi musik Kompang dan Gamelan serta puji-pujian sebagai tunggangan Batoro Katong ketika menyambut tamu kadipaten.

Pada masa Kolonial, Onta Ponoragan menjadi kesenian yang khas islami sehingga melalang buana dari pondok - ke pondok di Jawa. pada tahun 1898 Onta Ponoragan digunakan untuk meramaikan parade penobatan Ratu Belanda Wilhelmina di Surabaya.

Pementasan

Pementasan Onta Ponoragan biasanya diiringi musik kompang dan gamelan, serta puji-pujian. selain itu ditunggangi oleh seseorang yang dipayungi, bentuk onta berbeda pada umumnya yang berpunuk satu, hal itu karena onta ponoragan yang diberi hadiah oleh sultan Turki adalah jenis Unta Baktria yang berbadan besar dan berpunuk dua.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan