Sabtu, 17 Oktober 2026
08:00 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Nyambei

Bagikan:

Nyambei adalah tradisi lisan kuno masyarakat Rejang yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Indonesia. Di masa lalu, sastra Nyambei berfungsi sebagai hiburan utama bagi kaum muda-mudi. Tradisi ini sering hadir dalam berbagai acara tradisional dan perayaan masyarakat. Sastra Nyambei adalah tempat untuk bertukar sajak, perkenalan, dan mengungkapkan perasaan melalui bahasa yang indah dan bermakna.[1][2]

Sejarah

Lantunan Nyambei berisi pujian, kisah cinta, dan pujian terhadap alam. Dalam prosesi adat, lantunan ini juga memiliki makna khusus. Sebagai contoh, dalam tarian Kejei, ketika musik berhenti sejenak, penari wanita akan menundukkan kepala dan bersenandung pelan sambil menutupi wajahnya dengan kipas, itulah Nyambei. Faktanya, warisan Nyambei tercatat dalam sejarah dunia. Penulis dan penjelajah Inggris, William Marsden, menyebutkan tradisi serupa dalam bukunya tahun 1785, The History of Sumatra. Ini berarti bahwa Nyambei telah dikenal selama lebih dari dua abad.[3]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan