Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Instrumen pemulihan sementara Uni Eropa. (Diskusikan) Diusulkan sejak Oktober 2026. |
Artikel ini mungkin memuat teks yang disalin secara bulat-bulat dari situs web kecerdasan buatan. Informasi di dalamnya dapat saja berisi halusinasi atau bahkan memuat referensi fiksi atau palsu. Setiap pelanggaran hak cipta dan riset asli yang dimuat ke artikel ini harus segera dihapus. (Oktober 2026) |
NextGenerationEU (disingkat NGEU; nama resminya dalam bahasa Inggris: European Union Recovery Instrument) adalah instrumen pemulihan sementara Uni Eropa yang dibentuk dengan Regulasi Dewan (UE) 2020/2094 tanggal 14 Desember 2020 untuk mendukung pemulihan setelah krisis COVID-19, dengan dana hingga 750 miliar euro dalam harga 2018 yang dihimpun Komisi Eropa lewat pinjaman di pasar modal atas nama Uni.[1][2] Menurut Komisi, inti program ini adalah Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan.[3] Pinjaman bersih barunya berhenti setelah 2026, tetapi pelunasannya berlangsung sampai paling lambat 31 Desember 2058.[2]
Latar belakang
Komisi mengajukan rencana pemulihan besar pada 27 Mei 2020 dengan usulan instrumen bernama Next Generation EU senilai 750 miliar euro. Dana itu akan dihimpun dengan menaikkan sementara plafon sumber daya sendiri, yaitu batas atas pendapatan yang menjadi milik anggaran UE, menjadi 2 persen dari pendapatan nasional bruto (PNB) Uni. Dalam usulan itu, Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan bernilai 560 miliar euro, terdiri atas hibah hingga 310 miliar euro dan pinjaman hingga 250 miliar euro. Bersama penguatan anggaran jangka panjang 2021 sampai 2027, total kekuatan finansial anggaran UE dalam usulan itu mencapai 1,85 triliun euro, dan dana pinjamannya akan dilunasi lewat anggaran UE berikutnya, tidak sebelum 2028 dan tidak setelah 2058.[4]
Kesepakatan politik dicapai Dewan Eropa dalam pertemuan khusus 17 sampai 21 Juli 2020. Menurut konklusinya, situasi ekonomi dan sosial yang luar biasa akibat krisis COVID-19 menuntut langkah yang juga luar biasa. Komisi akan diberi wewenang, lewat keputusan sumber daya sendiri, untuk meminjam hingga 750 miliar euro dalam harga 2018, dengan paling banyak 360 miliar euro untuk pinjaman kepada negara anggota dan 390 miliar euro untuk pengeluaran. Dalam kesepakatan itu Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan mendapat 672,5 miliar euro, terdiri atas 360 miliar euro pinjaman dan 312,5 miliar euro hibah, sedangkan sisanya dibagi ke ReactEU (47,5 miliar euro), Horizon Eropa (5 miliar euro), InvestEU (5,6 miliar euro), pembangunan perdesaan (7,5 miliar euro), Dana Transisi yang Adil (10 miliar euro), dan RescEU (1,9 miliar euro), semuanya dalam harga 2018.[5]
Dasar hukum
Inti kesepakatan itu diwujudkan dalam dua tindakan hukum Dewan Uni Eropa, bukan Dewan Eropa. Regulasi 2020/2094, yang berdasar Pasal 122 Traktat tentang Fungsi Uni Eropa, membentuk instrumen ini dan membagi dananya menjadi tiga bagian dalam harga 2018: dukungan yang tidak perlu dikembalikan serta dukungan yang perlu dikembalikan lewat instrumen keuangan hingga 384,4 miliar euro, pinjaman kepada negara anggota hingga 360 miliar euro, dan pencadangan untuk jaminan anggaran hingga 5,6 miliar euro.[1] Wewenang meminjamnya datang dari Keputusan Dewan 2020/2053 tentang sistem sumber daya sendiri. Keputusan itu baru berlaku setelah semua negara anggota menuntaskan prosedur persetujuan menurut ketentuan konstitusional masing-masing, meski penerapannya dihitung sejak 1 Januari 2021.[2]
Harga 2018 berarti nilai dihitung dengan tingkat harga tahun 2018, sehingga angkanya berbeda dari nilai dalam harga berlaku yang ikut memperhitungkan inflasi. Untuk NGEU, jumlah dalam harga 2018 itu disesuaikan dengan deflator tetap 2 persen per tahun.[2] Dalam harga berlaku, NGEU bernilai 806,9 miliar euro, setara dengan 750 miliar euro dalam harga 2018. Porsi Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan dalam harga berlaku adalah 723,8 miliar euro, terdiri atas 385,8 miliar euro pinjaman dan 338 miliar euro hibah.[3]
Pembiayaan dan obligasi hijau
Dana NGEU dihimpun dengan menerbitkan obligasi Uni di pasar modal.[2][6] Berdasarkan permintaan dana negara anggota dari Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan serta kebutuhan program UE lain yang didukung NGEU, Uni memperkirakan akan menghimpun hingga 634 miliar euro sampai akhir 2026 dari amplop maksimum program sebesar 806,9 miliar euro yang ditetapkan pada 2021. Sebagai jaminan, plafon sumber daya sendiri yang permanen sebesar 1,4 persen dinaikkan untuk sementara sebesar 0,6 poin persentase dari PNB UE.[7]
Sebagian pinjaman itu berbentuk obligasi hijau, yaitu obligasi yang dananya khusus dipakai untuk pengeluaran ramah lingkungan. Penerbitan pertamanya pada 12 Oktober 2021 menghimpun 12 miliar euro dengan tenor 15 tahun yang jatuh tempo 4 Februari 2037. Buku pesanannya melampaui 135 miliar euro, atau lebih dari 11 kali lipat jumlah yang ditawarkan, dan Komisi menyebutnya penerbitan obligasi hijau terbesar di dunia saat itu. Komisi juga berencana menerbitkan obligasi hijau NGEU hingga 250 miliar euro sampai akhir 2026.[8] Per 24 Juni 2026, yang terhimpun lewat obligasi hijau NGEU mencapai 84,3 miliar euro, dan penerbitannya boleh berlanjut setelah 2026 sebagai bagian dari operasi pembiayaan ulang, yakni penerbitan obligasi baru untuk melunasi yang jatuh tempo.[6]
Pelunasan
Semua kewajiban dari pinjaman ini harus lunas paling lambat 31 Desember 2058, dan pelunasan pokok dana untuk pengeluaran dalam satu tahun tidak boleh melebihi 7,5 persen dari jumlah maksimumnya, yaitu 390 miliar euro dalam harga 2018.[2] Menurut Komisi, pelunasan dimulai pada 2028. Pinjaman dilunasi negara anggota peminjam, sedangkan bagian hibah dilunasi dari anggaran UE. Untuk membantu melunasi bagian hibah itu, Komisi pada 20 Juni 2023 merampungkan usulan generasi baru sumber daya sendiri.[7]
Tenggat dan status
Paling sedikit 60 persen dari bagian pertama, yaitu dukungan yang tidak perlu dikembalikan serta dukungan yang perlu dikembalikan lewat instrumen keuangan, harus dikomitmenkan secara hukum paling lambat 31 Desember 2022 dan seluruhnya paling lambat 31 Desember 2023. Pembayaran untuk ketiga bagian dana itu harus selesai paling lambat 31 Desember 2026, kecuali untuk bantuan teknis dan administratif serta kasus luar biasa tertentu.[1] Per 24 Juni 2026, Komisi telah menyalurkan lebih dari 241,8 miliar euro hibah dan 166 miliar euro pinjaman kepada negara anggota lewat Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan, sementara hingga 78,4 miliar euro dialokasikan ke program UE lain yang dibiayai NGEU.[6]
Untuk fasilitas itu, negara anggota harus menuntaskan semua tonggak capaian dan target yang tersisa paling lambat 31 Agustus 2026 dan mengajukan permintaan pembayaran terakhir paling lambat akhir September 2026. Salah satu permintaan terakhir itu datang dari Prancis. Pada 29 September 2026 Komisi menilai positif permintaan pembayaran kelima dan terakhir negara itu senilai 6,1 miliar euro, lalu mengirim penilaian awalnya ke Komite Ekonomi dan Keuangan, yang punya waktu empat minggu untuk memberi pendapat sebelum pembayaran dapat dilakukan. Jika terlaksana, dana fasilitas yang dibayarkan kepada Prancis mencapai 40,3 miliar euro, atau seluruh alokasinya.[9]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 "Council Regulation (EU) 2020/2094 of 14 December 2020 establishing a European Union Recovery Instrument to support the recovery in the aftermath of the COVID-19 crisis". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2020-12-22. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 3 4 5 6 "Council Decision (EU, Euratom) 2020/2053 of 14 December 2020 on the system of own resources of the European Union and repealing Decision 2014/335/EU, Euratom". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2020-12-15. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 "Recovery plan for Europe". commission.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "Europe's moment: Repair and prepare for the next generation". ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2020-05-27. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "Special meeting of the European Council (17, 18, 19, 20 and 21 July 2020) - Conclusions" (PDF). consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Dewan Eropa. 2020-07-21. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 3 "Commission to issue €80 billion in EU-Bonds in second half of 2026". ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2026-06-24. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 "NextGenerationEU". commission.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "NextGenerationEU: European Commission successfully issues first green bond to finance the sustainable recovery". ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2021-10-12. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "Commission greenlights France's final payment request of €6.1 billion under NextGenerationEU". ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2026-09-29. Diakses tanggal 2026-09-30.