Minggu, 27 September 2026
00:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Paku pedang

Paku pedang

genus tumbuh-tumbuhan

Paku Pedang
250px-Nephr_biserrata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nephrolepis biserrata
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Nephrolepidaceae

Genus:
Nephrolepis

Schott, 1834
Spesies

lihat teks

Artikel takson sembarang

Nephrolepis adalah genus sekelompok tumbuhan paku dengan anggota sekitar 40 jenis yang mudah dikenali karena entalnya memanjang. Beberapa anggotanya adalah tanaman hias populer, beberapa lainnya dapat menjadi gulma yang mengganggu produksi dan sanitasi perkebunan. Jenis-jenis yang cukup dikenal adalah N. biserrata, N. hirsutula, N. cordifolia, dan N. exaltata.

Dalam bahasa Indonesia, paku ini dikenal sebagai paku pedang. Dalam berbagai bahasa lain, paku ini dikenal dengan sejumlah nama, yang kadang-kadang juga dipakai pada jenis paku lain. Bahasa Sunda: paku harupat, paku sepat; Jawa: pakis kinca, pakis andam; bahasa Lingga: paku uban; bahasa Melayu: paku larat.[1]

Morfologi

Terna epifit atau setengah epifit, mudah dijumpai tumbuh di tepi-tepi sungai, tebing, atau pada batang palem serta pohon lain. Rimpangnya tipis, menyerupai akar. Dari rimpangnya tumbuh ental yang memanjang, dapat mencapai 1,5m panjang, dengan anak-anak daun tersusun menyirip tunggal, mirip pedang atau mata tombak.

Persebaran

Di Indonesia dan daerah Asia tropis lainnya, Nephrolepis mudah dijumpai di rumah-rumah atau kebun. Tumbuhan ini mudah beradaptasi karena bersifat epifit dan memiliki rimpang yang tahan kering yang menjalar ke mana-mana.

Beberapa jenisnya, seperti Nephrolepis exaltata, N. duffii, dan N. cordifolia, dikenal sebagai tanaman hias populer dan memiliki banyak kultivar. N. biserrata biasa dijumpai di batang-batang palem di kebun atau hutan.

N. exaltata diketahui memiliki kemampuan untuk menyerap gas toksik dari ruangan[2]

Taksonomi

Posisi Nephrolepis cukup sulit ditentukan untuk dimasukkan ke dalam suku (familia) tertentu. Pustaka sebelum era biologi molekuler memasukkannya ke dalam berbagai suku: Oleandraceae, Davalliaceae, maupun Dennstaedtiaceae.[1] Namun, ciri-ciri khas seperti hidatoda yang mengeluarkan cairan berkapur, banyaknya stolon yang dihasilkan, serta bentuk indusium dan spora yang berbeda, menjadikannya dimasukkan ke dalam suku tersendiri: Nephrolepidaceae.

Dengan mulai digunakannya alat-alat biologi molekuler dalam taksonomi saat ini, Nephrolepis dimasukkan dalam suku Lomariopsidaceae, walaupun banyak yang menganggap Nephrolepis lebih baik dikelompokkan sebagai genus tunggal dari suku Nephrolepidaceae.[3]

Pranala luar

Rujukan

  1. 1 2 Darnaedi, D.; Praptosuwiryo, T.N. "Nephrolepis (PROSEA)". Pl@ntUse. Diakses tanggal 23 Februari 2020.
  2. ↑ Kobayashi, K.; et al. (2007). "Using Houseplants To Clean Indoor Air". Ornamentals and Flowers. OF-27.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |last2=
  3. ↑ PPG I (2016), "A community-derived classification for extant lycophytes and ferns", Journal of Systematics and Evolution, 54 (6): 563–603, doi:10.1111/jse.12229
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan