Sabtu, 31 Oktober 2026
06:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nepenthes weda

Nepenthes weda

Bagikan:
Nepenthes weda
250px-Rig_Crew_on_Halmahera_Island.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tim pengebor di pulau Halmahera, memindahkan alat pengeboran melalui hutan. Tumbuhan di latar tengah depan tampak N. weda.[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Nepenthaceae
Genus: Nepenthes
Spesies:
N. weda
Nama binomial
Nepenthes weda
Cheek (2015)[1]

Nepenthes weda adalah kantong semar yang berasal dari pulau Halmahera, Maluku Utara, Indonesia.[1] Saat ini, Nepenthes weda diketahui hanya terdapat pada Bukit Limber, Teluk Weda (dekat pusat pulau), di mana kantong semar ini tumbuh di hutan pegunungan rendah pada substrat ultramafik dengan ketinggian 415–1014 m di atas permukaan laut.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Cheek, M. 2015. Nepenthes (Nepenthaceae) of Halmahera, Indonesia. Blumea 59: 215–225. doi:10.3767/000651915X689091
  2. ↑ Nepenthes weda Cheek. International Plant Names Index (IPNI).
   
Diagnosis taksa tidak lengkap
N. sp. Anipahan
N. sp. Luzon
N. sp. Misool
Kemungkinan spesies punah
N. echinatus
N. echinosporus
N. major


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan