Sabtu, 31 Oktober 2026
17:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nepenthes ampullaria

Nepenthes ampullaria

tumbuhan

Bagikan:
Nepenthes ampullaria
250px-Nep_amp_295.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantong roset dari Nepenthes ampullaria dari Taman Nasional Bako, Borneo
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Inti eudikotil
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
N. ampullaria
Nama binomial
Nepenthes ampullaria
Jack (1835)
Artikel takson sembarang

Nepenthes ampullaria (/n[invalid input: 'ɨ']ˈpɛnθiːzˌæmpʊˈlɛəriə/; Latin: ampulla "termos"), adalah katung semar berbentuk termos. Spesies ini adalah yang paling khas dari genus Nepenthes, bisa ditemukan di Borneo, Sumatra, Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, Kepulauan Maluku, dan New Guinea. Spesies ini umumnya tidak memiliki kedekatan dengan spesies lain dalam genus Nepenthes dan hal ini disebut spesies yang terasingkan dalam analisis kladistik.

Habitat

Nepenthes ampullaria biasanya hidup di tempat yang lembap, hutan teduh sampai ketinggian 2100 m di atas permukaan laut. Di Borneo, biasanya hidup di tanah yang datar seperti di hutan kerangas, hutan rawa gambut, dan hutan rawa yang terdegradasi, di ketinggian 0 sampai 1000 m.

Di Sumatra dan Semenanjung Malaysia, N. ampullaria tumbuh sampai di ketinggian 1100 m pada tanah datar seperti di hutan yang hangat, padang rumput, belukar, hutan rawa gambut, hutan rawa yang terdegradasi, sampai di sawah padi. Di Papua Nugini, dominan ditemukan di hutan Araucaria. Spesies ini juga ditemukan di hutan sekunder, tempat terbuka dengan vegetasi berdaun kecil, dan di tanah berpasir kuarsa.

Deskripsi

250px-Nepenthes_ampullaria_climbing_stem.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
N. ampullaria dengan batang memanjat dan kantong roset.

Karena keunikan spesies ini di habitatnya, N. ampullaria paling mudah dibedakan dengan spesies lainnya. Batang dari N. ampullaria berwarna coklat dan bisa tumbuh sampai 15 m. Daunnya berwarna hijau, panjang 25 cm, dan lebar 6 cm. Kantong dihasilkan pada ujung daun dan sulur tidak lebih panjang dari 15 cm.

Katung bawah berukuran kecil, jarang bisa melebihi 10 cm dan tinggi 7 cm. Kantong atas jarang dihasilkan, biasanya ukurannya lebih kecil dari kantong bawah. Warna kantong bervariasi, mulai dari hijau polos sampai merah tua, dengan banyak kombinasi lain juga ditemukan. N. ampullaria dari Sumatra dan Semenanjung Malaysia hampir rata-rata berwarna hijau polos atau dengan semburat merah; yang berwarna merah polos justru banyak ditemukan di Borneo. Kantong terbesar yang pernah ditemukan berasal dari Papua Nugini.

Pada permukaan daun biasanya selalu ditutupi oleh sesuatu seperti tepung berwarna kecoklatan, dan pada pucuk-pucuk tanaman juga ditumbuhi oleh bulu-bulu halus berwarna coklat yang semakin banyak apabila tanaman berada pada habitat yang dingin seperti di pegunungan. Keunikan lainnya yang tidak dimiliki oleh Nepenthes lain adalah kemampuan menghasilkan "kelompok kantong" yaitu segerombolan kantong-kantong tanpa daun yang tumbuh pada batang tegak atau di atas tanah hingga menyerupai karpet tebal di lantai hutan atau di rawa-rawa yang sering kali pada saat musim kemarau digunakan oleh para monyet untuk minum (karena itulah disebut monkey's cup) sebagai pelepas dahaga.[1]

Karnivoritas

Nepenthes ampullaria juga dikenal sebagai satu-satunya spesies kantong semar yang "vegetarian", karena kantong tanaman ini tidak memiliki kelenjar nektar pada bibir kantong sehingga jarang ada serangga yang terjebak dalam kantong. Umumnya sebagian besar benda-benda yang ditemukan dalam kantong adalah dedaunan yang membusuk, kotoran hewan, ranting-ranting kecil dan air hujan.

Hibrida alami

N. ampullaria berbunga sekali atau dua kali setiap setahun selama beberapa minggu. Pembungaannya sering kali berbarengan dengan jenis lain dari Nepenthes spesies; akibatnya, ini mudah membentuk hibrida alami. Silangan alami yang melibatkan N. ampullaria di antaranya sudah tercatat.

Galeri

  • N. ampullaria sudah beradaptasi untuk menangkap seresah daun
    N. ampullaria sudah beradaptasi untuk menangkap seresah daun
  • Kantong yang berwarna merah dari N. ampullaria
    Kantong yang berwarna merah dari N. ampullaria
  • ? N. ampullaria × N. eustachya
    ? N. ampullaria × N. eustachya
  • Nepenthes × trichocarpa
    Nepenthes × trichocarpa
  • N. ampullaria × N. neoguineensis
    N. ampullaria × N. neoguineensis
  • Nepenthes × hookeriana
    Nepenthes × hookeriana

Bacaan lebih lanjut

   
Diagnosis taksa tidak lengkap
N. sp. Anipahan
N. sp. Luzon
N. sp. Misool
Kemungkinan spesies punah
N. echinatus
N. echinosporus
N. major
  1. ↑ Dwilaksono, Pandu (2021-04-15). "Membentang Karpet Nepenthes Ampullaria Merah". Budidaya Tani (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2021-04-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan