Minggu, 11 Oktober 2026
14:32 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Nadjamuddin Daeng Malewa

Nadjamuddin Daeng Malewa

Bagikan:
Nadjamuddin Daeng Malewa
Nadjamuddin Daeng Malewa (di atas podium), 1947.
Nadjamuddin Daeng Malewa (di atas podium), 1947.
Perdana Menteri Negara Indonesia Timur
PendahuluTidak ada, jabatan baru
PenggantiSemuel Jusof Warouw
Wali Kota Makassarke-1
Masa jabatan
17 Agustus 1945 –11 September 1945
PresidenSoekarno
GubernurSam Ratulangi
WakilSutan Muhammad Jusuf Samah
PendahuluTidak ada, jabatan baru
PenggantiH.F. Brune
Informasi pribadi
Lahir1907
Meninggal5 Januari 1950 (umur 42-43)
Partai politikPartai Selebes
Parindra

Nadjamuddin Daeng Malewa (lahir di Buton, Celebes, 1907 - meninggal di Makassar, Sulawesi, Indonesia, 5 Januari 1950), adalah seorang politikus dan tokoh birokrat Indonesia. Malewa pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Negara Indonesia Timur (NIT) yang pertama, pada tahun 1947. Posisinya kemudian digantikan oleh Semuel Jusof Warouw.

Kehidupan pribadi

Nadjamuddin Daeng Malewa dilahirkan pada tahun 1907. Dia dibesarkan di dalam lingkungan keluarga pengusaha kapal yang tinggal di Buton. Malewa memiliki darah Makassar dari orangtuanya.[1]

Dia menikah dengan Siti Khodijah binti Daeng Mudhinun. Mereka memiliki 10 orang anak, masing-masing bernama Enny Djausah, Corry Sarsinah, Abdul Rahman Najamuddin, Siti Hamida, Aisyah, Siti Aminah Najamuddin, Siti Sarsinah dan Juwandi Abdulkarim. Tiga yang lainnya tidak diketahui.[2]

Politik

Pada akhir tahun 1920-an, saat kembali ke Makassar, Malewa bergabung dengan Perserikatan Selebes, sebuah organisasi massa pemuda dari berbagai daerah di Sulawesi. Kemampuan berorganisasi yang baik, membuat Malewa dipercaya memimpin Perserikatan Selebes cabang Makassar. Bersama pengurus lainnya, dia mengembangkan Perserikatan menjadi organisasi massa bercorak lokal. Karena latar belakang politik yang sangat beragam dan nilai sosial-budaya daerah perwakilan di dalam organisasi, memunculkan konflik antara "Utara" dan "Selatan". Malewa yang menjadi pemimpin cabang Makassar kemudian mengambil alih, dan mengganti namanya menjadi Partai Selebes. Partai Selebes kemudian bergabung dan menjadi anggota Parindra (Partai Indonesia Raya).[3]

Pada November 1935, Malewa juga membentuk Roekoen Pelayaran Indonesia (Roepelin) sebagai upaya menyaingi Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yang memonopoli perdagangan laut di Indonesia. Dia juga mendirikan koperasi; salah satunya yang berhasil adalah Minasa Badji di Makassar. Malewa kemudian keluar dari Parindra karena tidak mendapatkan dukungan untuk menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) untuk periode tahun 1935 hingga 1939. Dia kemudian mendirikan Persatuan Selebes Selatan, dengan sikap loyal pada pemerintah dan bersedia bekerjasama dengan pihak Belanda.

Karier

Setiap kali berpidato, Daeng Malewa mengungkapan bahwa kedaulatan rakyat Indonesia harus sama rata dan pembangunan negeri sebaiknya dilakukan secara federasi. Gubernur Jenderal Van Mook menyambut baik ide tersebut. Van Mook kemudian mengadakan Konferensi Malino pada tanggal 25 Juli 1946 yang diikuti oleh sekitar 70 orang perwakilan dari berbagai daerah, termasuk dari Kalimantan dan beberapa daerah di Indonesia bagian timur.[3]

Perdana Menteri NIT

Pada tanggal 24 Desember 1946, Negara Indonesia Timur (NIT) dideklarasikan. Pemilihan presiden NIT dilakukan dengan pemungutan suara anggota delegasi. Para calon terdiri dari Tjokorda Gde Raka Soekawati (Bali), Tadjuddin Noor (Sulawesi Selatan), dan Daeng Malewa (Sulawesi Selatan). Perolehan suara Daeng Malewa yang kecil pada putaran kedua membuatnya tidak berhasil menjadi presiden.

Soekawati pada akhirnya terpilih sebagai presiden NIT dan Malewa sebagai perdana menteri merangkap Menteri Perekonomian. Dia kemudian menjabat perdana menteri dalam dua periode, dari 13 Januari hingga 2 Juni 1947 untuk periode pertama, dan 2 Juni 1947 hingga 11 Oktober 1947 untuk periode kedua.

Pada tanggal 20 September 1947, Malewa diberhentikan sebagai perdana menteri. Dia diadili dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Pada tanggal 24 September 1947, melalui surat keputusan Residen Zuid-Celebes, dia tidak dapat bermukim di daerah kekuasaan NIT, khususnya daerah yang diberlakukan darurat militer seperti Sulawesi Selatan.[3] Ia meninggal tanggal 5 Januari 1950 di Makassar.[4]

Referensi

  1. ↑ "Kisah Hidup Perdana Menteri Negara Indonesia Timur". Hidden-Secret. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-18. Diakses tanggal 12 Januari 2017.
  2. ↑ "Nadjamuddin Daeng Malewa (deceased)". Geni. Diakses tanggal 12 Januari 2017.
  3. 1 2 3 Rusdianto, Eko (14 Maret 2016). "Jalan Hidup Perdana Menteri Negara Indonesia Timur". Historia. Diakses tanggal 12 Januari 2017.
  4. ↑ "Nadjamuddin overleden". Nieuwe courant. 6 Januari 1950. Diakses tanggal 11 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jabatan politik
Posisi baru Perdana Menteri Negara Indonesia Timur
1947
Diteruskan oleh:
Semuel Jusof Warouw
Posisi baru Wali Kota Makassar
1945
Diteruskan oleh:
H.F. Brune
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan