Kamis, 15 Oktober 2026
21:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Jan Engelbert Tatengkeng

Jan Engelbert Tatengkeng

Bagikan:
Jan Engelbert Tatengkeng
250px-JE_Tatengkeng%2C_Pekan_Buku_Indonesia_1954%2C_p217.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
J. E. Tatengkeng, 1954
Perdana Menteri Negara Indonesia Timur ke-4
Masa jabatan
27 Desember 1949 –14 Maret 1950
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
PendahuluIde Anak Agung Gde Agung
PenggantiD P Diapari
Menteri Pendidikan Negara Indonesia Timur ke-2
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
PendahuluE. Katoppo
PenggantiIzaak Huru Doko (sebagai Menteri Pengajaran)
Wakil Menteri Pendidikan Negara Indonesia Timur ke-1
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
MenteriE. Katoppo
PendahuluTidak ada, jabatan baru
PenggantiTidak ada, jabatan dihapuskan
Informasi pribadi
Lahir(1907-10-19)19 Oktober 1907
Meninggal6 Maret 1968(1968-03-06) (umur 60)
Partai politikPSI
ProfesiPenyair

Jan Engelbert Tatengkeng (19 Oktober 1907 – 6 Maret 1968) adalah penyair Indonesia dari era Pujangga Baru. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan kemudian Perdana Menteri Negara Indonesia Timur.

Pendidikan

Jan Engelbert Tatengkeng berasal dari latar belakang keluarga yang menganut agama Kristen. Ayahnya bekerja sebagai misionaris sekaligus kepala sekolah di sebuah zending di wilayah Kepulauan Talaud.[1] J.E. Tatengkeng menempuh pendidikan pertama kali di Zendingsvolksschool berbahasa Sangihe di Mitung. Sesudah itu ia melanjutkan ke HIS di Manganitu. Dari sana ia meneruskan ke Christelijk Middagkweekschool di Bandung, Jawa Barat, lalu Christelijk Hogere Kweekschool di Solo, Jawa Tengah.[2]

Pada masa bersekolah ini, J.E. Tatengkeng mulai berkenalan dengan Tachtigers, suatu aliran kesusastraan Belanda yang disebut juga sebagai Angkatan 80-an. Aliran kesusastraan inilah yang kemudian banyak memengaruhi sajak-sajaknya.[3]

Karier

Selain sebagai penyair, J.E. Tatengkeng juga merupakan tokoh pendidikan dan negarawan. Sebagai tokoh pendidikan ia pernah menjadi guru bahasa Indonesia di Tahuna tahun 1932, Kepala Schakelschool di Pulau Siau, Kepala Sekolah HIS di Tahuna, Menteri Muda urusan Pengajaran tahun 1948, dan terakhir Kepala Jawatan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Kemendikbud perwakilan Sulawesi tahun 1951. Di Makassar, ia turut mengajar dan membidani lahirnya Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Sebagai negarawan, J.E. Tatengkeng pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Negara Indonesia Timur pada rentang tahun 1949-1950.

Karya

Karyanya yang terkenal ialah Rindu Dendam (1934) yang berisi 32 sajak yang ia tulis. Karya-karyanya yang lain disebutkan di sini:[4]

Puisi – Di Majalah Poedjangga Baroe

Puisi di majalah-majalah lain

  • Anak Kecil
  • Penumpang kelas 1
  • Gadis Bali
  • Aku Berjasa
  • Gua Gajah
  • Cintaku
  • Ke Balai
  • Mengheningkan Cipta
  • Sekarang Ini
  • Aku dan Temanku
  • Sinar dan Bayang
  • Kepada Dewan Pertimbangan Kebudayaan
  • Aku Dilukis
  • Sang Pemimpin (Waktu) Kecil
  • Bertemu Setan

Prosa

  • Datuk yang Ketularan
  • Kemeja Pancawarna
  • Prawira Pers Tukang Nyanyi
  • Saya Masuk Sekolah Belanda
  • Sepuluh Hari Aku Tak Mandi

Drama

  • Lena (1958)

Referensi

  1. ↑ Sugono, D., dkk., ed. (2003). Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern (PDF). Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 145. ISBN 979-685-308-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Pengelola Web Direktorat SMP (2021-11-03). "Yuk, Mengenal 5 Sosok Sastrawan Indonesia". Direktorat SMP. Diakses tanggal 2023-01-17.
  3. ↑ "Artikel "J.E. Tatengkeng" - Ensiklopedia Sastra Indonesia". ensiklopedia.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2023-01-17.
  4. ↑ R.S. Kurnia. Napas Kristen Pada Angkatan Pujangga Baru. Bio-Kristi edisi 13 (13-8-2007). http://www.biokristi.sabda.org/napas_kristen_pada_angkatan_pujangga_baru

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Ida Anak Agung Gde Agung
Perdana Menteri Negara Indonesia Timur
1949–1950
Diteruskan oleh:
Patuan Doli Diapari


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan