Senin, 21 September 2026
14:56 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Musa dari Partia

Musa dari Partia

Musa
Basilissa
Gambar Musa dari Parthia pada koin
Potret Musa di bagian belakang satu drachm Partia, percetakan uang logam Ekbatana
Ratu Kekaisaran Partia
Berkuasa2 SM – 4 M
PendahuluPhraates IV
PenerusOrodes III
Penguasa bersamaPhraates V (2 SM – 4 M)
MeninggalAbad ke-1 Masehi
PasanganPhraates IV
KeturunanPhraates V

Musa (juga dieja Mousa), juga dikenal dengan nama Thea Musa, adalah seorang ratu yang berkuasa di Kekaisaran Partia dari tahun 2 SM hingga 4 M. Awalnya seorang budak perempuan Italia, dia diberikan sebagai hadiah kepada penguasa monarki Partia Phraates IV (m. 37 SM  2 SM) oleh Kaisar Romawi Augustus (m. 27 SM  14 M). Dia segera menjadi ratu dan kesayangan Phraates IV, melahirkan Phraataces (Phraates V). Pada tahun 2 SM, dia meracuni Phraates IV dan menjadikan dirinya, bersama Phraates V, sebagai penguasa bersama kekaisaran. Pemerintahan mereka berumur pendek; mereka terpaksa kabur ke Roma setelah digulingkan oleh bangsawan Partia, yang kemudian menobatkan Orodes III sebagai raja.

Musa menjadi yang pertama dari hanya tiga wanita yang memerintah sebagai penguasa monarki dalam sejarah Iran, yang lainnya adalah dua bersaudari Sasaniyah abad ke-7, Boran (m. 630–630, 631–632) dan Azarmidokht (m. 630–631). Para penguasa wanita lainnya, Rinnu, Ifra Hormizd, dan Denag, hanya memerintah sebagai wali bagi putra-putra mereka dan bukan sebagai penguasa monarki penuh atas nama mereka sendiri.

Naik ke tampuk kekuasaan

Musa adalah seorang budak perempuan Italia yang diberikan kepada penguasa monarki Partia Phraates IV (m. 37 BC  2 BC) sebagai hadiah dari Kaisar Romawi Augustus (m. 27 BC  14 AD). Phraates IV menerimanya kira-kira pada saat suatu perjanjian dibuat pada tahun 20 SM,[1] yang dengannya dia menerima putranya yang diculik sebagai pertukaran atas pengembalian beberapa pataka legiun Romawi yang dirampas dalam Pertempuran Carrhae pada tahun 53 SM, dan para tawanan perang Romawi yang masih hidup.[2] Bangsa Partia menganggap hal ini sebagai harga kecil yang harus dibayar untuk mendapatkan kembali sang pangeran.[3] Emma Strugnell (2008) berpendapat bahwa Augustus mungkin telah mengirim Musa dalam upaya memperoleh informasi atau memengaruhi raja Partia demi keuntungan Romawi.[4]

Menurut Perkamen Avroman, Phraates IV sudah memiliki sedikitnya empat ratu lain pada saat itu: Olennieire, Cleopatra, Baseirta, dan Bistheibanaps.[5] Musa dengan cepat menjadi ratu dan kesayangan Phraates IV, melahirkan Phraataces (Phraates V) sekitar tahun 19 SM.[6] Dalam upaya mengamankan takhta bagi putranya, dia meyakinkan Phraates IV pada tahun 10 atau 9 SM untuk mengirim keempat putra sulungnya ke Roma guna mencegah konflik atas suksesinya.[7]

Referensi

  1. Schlude 2020, chapter 5.
  2. Garthwaite 2005, hlm. 80; lihat pula Strugnell 2006, hlm. 251–252
  3. Bivar 1983, hlm. 66–67.
  4. Strugnell 2008, hlm. 283.
  5. Strugnell 2008, hlm. 283 (lihat pula catatan 36); Bigwood 2008, hlm. 244–245
  6. Kia 2016, hlm. 198; Schippmann 1986, hlm. 525–536; Bigwood 2004, hlm. 39–40; Strugnell 2008, hlm. 289 (lihat pula catatan 53)
  7. Kia 2016, hlm. 198; Strugnell 2008, hlm. 284–285; Dąbrowa 2012, hlm. 173; Schippmann 1986, hlm. 525–536

Sumber

Bacaan lanjutan

  • Bigwood, Joan M. (2008). "Some Parthian Queens in Greek and Babylonian Documents". Iranica Antiqua. 43: 235–274. doi:10.2143/IA.43.0.2024050.
Kepala Negara Imperium Partia (247 SM – 224 M)
§ penyerobot takhta atau ahli waris saingan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan