Selasa, 13 Oktober 2026
07:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Musa dari Partia

Musa dari Partia

Bagikan:
Musa
Basilissa
Gambar Musa dari Parthia pada koin
Potret Musa di bagian belakang satu drachm Partia, percetakan uang logam Ekbatana
Ratu Kekaisaran Partia
Berkuasa2 SM – 4 M
PendahuluPhraates IV
PenerusOrodes III
Penguasa bersamaPhraates V (2 SM – 4 M)
MeninggalAbad ke-1 Masehi
PasanganPhraates IV
KeturunanPhraates V

Musa (juga dieja Mousa), juga dikenal dengan nama Thea Musa, adalah seorang ratu yang berkuasa di Kekaisaran Partia dari tahun 2 SM hingga 4 M. Awalnya seorang budak perempuan Italia, dia diberikan sebagai hadiah kepada penguasa monarki Partia Phraates IV (m. 37 SM – 2 SM) oleh Kaisar Romawi Augustus (m. 27 SM – 14 M). Dia segera menjadi ratu dan kesayangan Phraates IV, melahirkan Phraataces (Phraates V). Pada tahun 2 SM, dia meracuni Phraates IV dan menjadikan dirinya, bersama Phraates V, sebagai penguasa bersama kekaisaran. Pemerintahan mereka berumur pendek; mereka terpaksa kabur ke Roma setelah digulingkan oleh bangsawan Partia, yang kemudian menobatkan Orodes III sebagai raja.

Musa menjadi yang pertama dari hanya tiga wanita yang memerintah sebagai penguasa monarki dalam sejarah Iran, yang lainnya adalah dua bersaudari Sasaniyah abad ke-7, Boran (m. 630–630, 631–632) dan Azarmidokht (m. 630–631). Para penguasa wanita lainnya, Rinnu, Ifra Hormizd, dan Denag, hanya memerintah sebagai wali bagi putra-putra mereka dan bukan sebagai penguasa monarki penuh atas nama mereka sendiri.

Naik ke tampuk kekuasaan

Musa adalah seorang budak perempuan Italia yang diberikan kepada penguasa monarki Partia Phraates IV (m. 37 BC – 2 BC) sebagai hadiah dari Kaisar Romawi Augustus (m. 27 BC – 14 AD). Phraates IV menerimanya kira-kira pada saat suatu perjanjian dibuat pada tahun 20 SM,[1] yang dengannya dia menerima putranya yang diculik sebagai pertukaran atas pengembalian beberapa pataka legiun Romawi yang dirampas dalam Pertempuran Carrhae pada tahun 53 SM, dan para tawanan perang Romawi yang masih hidup.[2] Bangsa Partia menganggap hal ini sebagai harga kecil yang harus dibayar untuk mendapatkan kembali sang pangeran.[3] Emma Strugnell (2008) berpendapat bahwa Augustus mungkin telah mengirim Musa dalam upaya memperoleh informasi atau memengaruhi raja Partia demi keuntungan Romawi.[4]

Menurut Perkamen Avroman, Phraates IV sudah memiliki sedikitnya empat ratu lain pada saat itu: Olennieire, Cleopatra, Baseirta, dan Bistheibanaps.[5] Musa dengan cepat menjadi ratu dan kesayangan Phraates IV, melahirkan Phraataces (Phraates V) sekitar tahun 19 SM.[6] Dalam upaya mengamankan takhta bagi putranya, dia meyakinkan Phraates IV pada tahun 10 atau 9 SM untuk mengirim keempat putra sulungnya ke Roma guna mencegah konflik atas suksesinya.[7]

Referensi

  1. ↑ Schlude 2020, chapter 5.
  2. ↑ Garthwaite 2005, hlm. 80; lihat pula Strugnell 2006, hlm. 251–252
  3. ↑ Bivar 1983, hlm. 66–67.
  4. ↑ Strugnell 2008, hlm. 283.
  5. ↑ Strugnell 2008, hlm. 283 (lihat pula catatan 36); Bigwood 2008, hlm. 244–245
  6. ↑ Kia 2016, hlm. 198; Schippmann 1986, hlm. 525–536; Bigwood 2004, hlm. 39–40; Strugnell 2008, hlm. 289 (lihat pula catatan 53)
  7. ↑ Kia 2016, hlm. 198; Strugnell 2008, hlm. 284–285; Dąbrowa 2012, hlm. 173; Schippmann 1986, hlm. 525–536

Sumber

Bacaan lanjutan

  • Bigwood, Joan M. (2008). "Some Parthian Queens in Greek and Babylonian Documents". Iranica Antiqua. 43: 235–274. doi:10.2143/IA.43.0.2024050.
Kepala Negara Imperium Partia (247 SM – 224 M)
§ penyerobot takhta atau ahli waris saingan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan