Senin, 28 September 2026
15:47 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Murka Tuhan

Murka Tuhan

Peristiwa bencana yang tidak diorkestrakan manusia, biasanya dikaitkan dengan campur tangan Ilahi

250px-Tornado_Damage%2C_Illinois_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerusakan tornado di Illinois dapat dianggap "murka Tuhan"

Murka Tuhan atau murka Allah[1] adalah sebuah bencana alam di luar kendali manusia, seperti gempa bumi atau tsunami, di mana tak seorang pun dapat memegang tanggung jawab. Sebaliknya, peristiwa politik atau buatan manusia luar biasa lainnya dianggap sebagai force majeure.

Dalam teologi

Lihat pula: Providensi Ilahi
250px-Schnorr_von_Carolsfeld_Bibel_in_Bildern_1860_059.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dalam Pemberontakan Korah, sebuah cukil kayu tahun 1860 karya Julius Schnorr von Karolsfeld, sebuah lubang runtuhan timbul di bawah para pemberontak.

Frasa "murka Tuhan" terkadang dipakai untuk mengaitkan sebuah peristiwa dengan campur tangan ilahi. Biasanya, istilah tersebut dipakai berkaitan dengan bencana alam atau peristiwa tragis. Sebaliknya, mukjizat sering dianggap merupakan peristiwa keberuntungan yang dikatiakan dengan campur tangan ilahi. Beberapa pihak menganggapnya terpisah dari kejadian alam dan hal yang dikatikan dengan nasib atau takdir.[2]

Para teolog Kristen memiliki pandangan dan penafsiran kitab suci yang berbeda.[3] R.C. Sproul menyatakan bahwa Allah menimbulkan bencana saat ia berbicara soal Providensi Ilahi: "Di alam semesta yang diatur oleh Allah, tak ada peristiwa kebetulan."[4] Pihak lain menyatakan bahwa Allah dapat membuat tragedi terjadi.[5][6]

Pihak lain menerima peristiwa kesialan sebagai bagian dari hidup[7] dan mengutip Matius 5:45: "Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.".

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Black, Henry Campbell (1990). Black's Law Dictionary (Edisi 6th). Saint Paul, Minnesota: West Publishing Co. hlm. 33. ISBN 0-314-76271-X.
  2. ↑ "Introductory Session – Four Theories of Disaster". FEMA Emergency Management Institute. Diakses tanggal 30 Desember 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Creation, Providence, and Miracle". Diakses tanggal 20 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Sproule, R C (1992). Essential Truths of the Christian Faith. Tyndale. hlm. 61–63. ISBN 0-8423-2001-6.
  5. ↑ "act of God meaning". Theidioms.com. Diakses tanggal 30 Desember 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Strobel, Lee (Juli 2012), Why Does God Allow Tragedy and Suffering?, Church Leaders, diakses tanggal 20 Januari 2013{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Robinson, B A (4 September 2005). "Why do tragedies happen?". Ontario Consultants on Religious Tolerance. Diakses tanggal 30 Desember 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan