Muhammad Yusuf Chudlori | |
|---|---|
| Lahir | 9 Juli 1973 (umur 53) Magelang, Jawa Tengah, Indonesia |
| Nama lain | Gus Yusuf |
| Almamater | Pondok Pesantren Lirboyo |
| Pekerjaan | Ulama, Budayawan |
| Gelar | Gus Yusuf |
| Pasangan menikah | Vina Rohamatul Ummah |
| Anak | 6 |
| Ayah | K.H. Chudlori |

K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (lahir 9 Juli 1973), lebih dikenal sebagai Gus Yusuf, adalah ulama, dai (pendakwah) baik online maupun offline[1][2]. Ia juga seorang budayawan Indonesia. Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo dan Asrama Pelajar Islam Syubbanul Wathon Secang, Magelang, serta mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah.[3][4][5] periode sebelumnya. Dengan alasan ingin kembali mengurusi pesantren juga pembangunan ma'had ali dan SMK di IKN serta berkhidmah mengabdi di organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama, ia secara resmi mengundurkan diri dari struktural Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tanggal 29 Januari 2026. [6]
Latar belakang
Gus Yusuf lahir di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 9 Juli 1973. Dia merupakan pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Magelang yang didirikan oleh K.H. Chudlori pada tahun 1944. Intensitas Gus Yusuf sebagai pengasuh A.P.I. Tegalrejo semakin tinggi semenjak kakaknya, K.H. Abdurrahman Chudlori (Mbah Dur), meninggal pada 2011. Setelah itu dia ditunjuk sebagai Pengasuh A.P.I. yang bertugas di bagian urusan antar lembaga. Pesantren ini pernah jadi tempat menempa ilmu Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid. Waktu itu anak tertuanya, Mbah Dur, meneruskannya mulai 1977 hingga 2011. Semenjak K.H. Chudlori meninggal, Gus Yusuf diasuh oleh Mbah Dur.
Selepas menyelesaikan pendidikan sekolah dasar pada tahun 1985, Gus Yusuf menuntut ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo hingga tahun 1994. Kemudian ia memperdalam ilmu agama ke Pesantren Salafiyah Kedung Banteng Purwokerto, Pesantren Salafiyah Bulus Kebumen.
Setelah mukim, selain mengajar di pondok pesantrennya sendiri, ia kerap diundang sebagai dai (pendakwah) di forum acara pengajian dari level dusun, lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti Lesbumi , pondok pesantren bahkan level internasional . Selain safari dakwah secara konvensional, ia juga melakukan dakwah secara online baik di platform Youtube, Tiktok, Facebook, Instagram, Thread, X (dulu Twitter) dan platform digital lainnya.[1][2]
Ia juga aktif berkecimpung di organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama dan menjabat sebagai wakil ketua Robithoh Ma'had Islamiyah (RMI) PBNU periode sebelumnya.
aktivitas di bidang politik ia mulai ketika memasuki era pergolakan reformasi 1998, Gus Yusuf bergabung dengan beberapa elemen organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa untuk ikut berdemonstrasi. Pada tahun yang sama (tahun 1998), Mbah Dur mengajak Gus Yusuf mengawal reformasi melalui partai politik yang didirikannya bersama Gus Dur ( KH. Abdurrahman Wahid ), yakni Partai Kebangkitan Bangsa.
Pada 1999 sampai 2007, dia memimpin Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Magelang. Ketika terjadi konflik partai antara kubu Gus Dur dengan Muhaimin Iskandar, dia dipercaya menjabat sebagai pejabat sementara Ketua DPW PKB Jawa Tengah. Ia sempat tak menduduki jabatan struktural di PKB dan tampil lagi pada 2013 menjadi Ketua DPW PKB Jawa Tengah. Dengan alasan ingin mengurusi pesantren, pembangunan ma'had aly dan SMK di IKN serta lebih khidmah di Nahdlatul Ulama, ia mengundurkan diri dari struktural PKB sejak November 2025 walau baru diumumkan secara resmi ke publik pada bulan Februari 2026
Selain di bidang keagamaan, K.H. Yusuf Chudlori juga berkiprah di bidang seni dan budaya dengan menggelar perhelatan seni budaya bertajuk Suran Tegalrejo setiap tahun. Bersama Tanto Mendut, dia berpartisipasi dalam acara Komunitas Lima Gunung yang berdiri pada tahun 2001. Komunitas ini setiap tahun mengadakan acara Festival Lima Gunung menghadirkan pegiat seni dan budaya tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga peserta dari luar negeri dengan penonton yang selalu ramai dan antusias.
Selain itu ia juga mengelola stasiun radio Fast FM yang siarannya menjangkau segmen anak muda.
Referensi
- 1 2 Novitrianti, Faradhita; Alimi, Moh Yasir (2026-04-25). "STRATEGI DAKWAH GUS YUSUF CHUDLORI MELALUI MEDIA SOSIAL". Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA). 9 (1): 428–449. doi:10.30829/jisa.v9i1.28827. ISSN 2620-8059.
- 1 2 Maulana, Hasbi (2025-06-17). "Strategi Komunikasi Dakwah Gus Yusuf Chudlori Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Bagi Generasi Z Pada Akun Instagram @GUSYUSUFCHANNEL". UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan|journal= - ↑ Suara Merdeka: Gus Yusuf: Berpolitik Bukan untuk Kejar Takhta Diarsipkan 2017-06-18 di Wayback Machine., diakses 16 Mei 2017
- ↑ Tirto: Gus Yusuf Chudlori Maafkan Pelaku Bom di Tegalrejo Magelang, diakses 16 Mei 2017
- ↑ Nahdlatul Ulama: Gus Yusuf: Pesantren Benteng Pertahanan Aswaja, diakses 16 Mei 2017
- ↑ Birru, Egadia (2026-02-06). dari-pkb "Gus Yusuf Chudlori Keluar dari PKB". Kompas. Diakses tanggal 2026-07-07.
{{cite news}}: Periksa nilai|url=
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |