Minggu, 01 November 2026
07:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Komunitas lima gunung

Bagikan:

Komunitas Lima Gunung

Komunitas Lima Gunung adalah kelompok seniman, budayawan dan petani swadaya dari lima gunung dari beberapa gunung yang ada di Kabupaten Magelang yaitu gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Menoreh dan Andong. Komunitas ini digagas pertama kali oleh Sutanto pemilik studio Mendut di Kecamatan Mungkid, Magelang. Komunitas ini tidak mempunyai struktur organisasi yang lengkap karena lebih bersifat persaudaraan dan kekeluargaan yang mandiri. Namun beberapa tokoh lokal yang cukup aktif di dalamnya adalah Gus Yusuf pengasuh pondok pesantren API Tegalrejo, Mbah Dargo, Supadi Haryanto, Ki Ipang Benu Suto pemilik sanggar Wonoseni dari Bandongan, Sujono dari Bandongan, Ndoko pemilik sanggar Dhom Sunthil Warangan, Pakis dan Maman Payaman, Secang.[1][2]

Setiap tahun sejak berdiri, komunitas ini selalu mengadakan perhelatan akbar pentas seni budaya yang tidak hanya diikuti warga Magelang saja, namun juga mereka yang berasal dari seluruh penjuru negeri dan bahkan beberapa peserta dari luar negeri. Saking banyaknya peserta festival yang hadir sehingga acara Festival Lima Gunung ini biasanya diadakan sampai 3 hari 3 malam.[3]

Referensi

  1. ↑ A, Brian Trinanda K. (2020). "Komunitas Lima Gunung: Building Communitas through Religious-Aesthetic Performances". Universitas Gadjah Mada.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ "Komunitas Lima Gunung dan Seni yang Hidup dari Keringat Petani". Tutur Visual - Kompas.id. 2019-03-05. Diakses tanggal 2026-07-06.
  3. ↑ Susanto, Eko. "Festival Lima Gunung Digelar Mulai 10 Juli, Cek Jadwal dan Penampilnya!". detikjateng. Diakses tanggal 2026-07-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan