Komunitas Lima Gunung
Komunitas Lima Gunung adalah kelompok seniman, budayawan dan petani swadaya dari lima gunung dari beberapa gunung yang ada di Kabupaten Magelang yaitu gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Menoreh dan Andong. Komunitas ini digagas pertama kali oleh Sutanto pemilik studio Mendut di Kecamatan Mungkid, Magelang. Komunitas ini tidak mempunyai struktur organisasi yang lengkap karena lebih bersifat persaudaraan dan kekeluargaan yang mandiri. Namun beberapa tokoh lokal yang cukup aktif di dalamnya adalah Gus Yusuf pengasuh pondok pesantren API Tegalrejo, Mbah Dargo, Supadi Haryanto, Ki Ipang Benu Suto pemilik sanggar Wonoseni dari Bandongan, Sujono dari Bandongan, Ndoko pemilik sanggar Dhom Sunthil Warangan, Pakis dan Maman Payaman, Secang.[1][2]
Setiap tahun sejak berdiri, komunitas ini selalu mengadakan perhelatan akbar pentas seni budaya yang tidak hanya diikuti warga Magelang saja, namun juga mereka yang berasal dari seluruh penjuru negeri dan bahkan beberapa peserta dari luar negeri. Saking banyaknya peserta festival yang hadir sehingga acara Festival Lima Gunung ini biasanya diadakan sampai 3 hari 3 malam.[3]
Referensi
- ↑ A, Brian Trinanda K. (2020). "Komunitas Lima Gunung: Building Communitas through Religious-Aesthetic Performances". Universitas Gadjah Mada.
{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan|journal= - ↑ "Komunitas Lima Gunung dan Seni yang Hidup dari Keringat Petani". Tutur Visual - Kompas.id. 2019-03-05. Diakses tanggal 2026-07-06.
- ↑ Susanto, Eko. "Festival Lima Gunung Digelar Mulai 10 Juli, Cek Jadwal dan Penampilnya!". detikjateng. Diakses tanggal 2026-07-06.