Selasa, 06 Oktober 2026
01:39 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan

Mohamed Rahmat

politikus Malaysia (1938-2010)

Bagikan:
Ini adalah nama Melayu; nama "Rahmat" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Mohamed".
Mohamed Rahmat
محمد رحمة
Menteri Penerangan Malaysia ke-7 dan ke-11
Masa jabatan
20 Mei 1987 (1987-05-20) –14 Desember 1999 (1999-12-14)
PendahuluAhmad Rithauddeen Ismail
PenggantiMohd Khalil Yaakob
Masa jabatan
1 Januari 1978 (1978-01-01) –22 April 1982 (1982-4-22)
PendahuluAbdul Taib Mahmud
PenggantiMohd Adib Mohamad Adam
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia
Masa jabatan
1982–1985
PendahuluMahmood Mohd Yunus
PenggantiMohamed Khatib Abdul Hamid
Informasi pribadi
Lahir4 Januari 1938
Meninggal1 Januari 2010(2010-01-01) (umur 71)
Bukit Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia
Sebab kematianPenyakit ginjal
MakamTaman Pemakaman Islam Bukit Kiara
Partai politikUMNO (1963–2010)
Suami/istriSalbiah Abdul Hamid
Anak3 (termasuk Nur Jazlan Mohamed)
PendidikanKesusastraan bahasa Inggris
AlmamaterUniversitas Indonesia (tidak selesai)
PekerjaanPolitikus
Julukan
{{{1}}}
  • Tok Mat
  • Mat Setia
  • Mat Umno
  • Mat Bulat
  • Mr. Propaganda[1]

Mohamed Rahmat (Melayu:[/moʊˈhɑːmədrɑːˈhmɑt/], 4 Januari 1938 – 1 Januari 2010) adalah seorang sastrawan, guru, dan politikus berkebangsaan Malaysia. Dia merupakan politisi Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) sekaligus salah satu pendiri UMNO Baru yang pidatonya kerap dinantikan oleh kader partai sehingga ia digelari sebagai "Mat Umno". Di kabinet, Mohamed memimpin Kementerian Penerangan semasa Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri keempat Malaysia dan terkenal mempopulerkan istilah "Setia Bersama Rakyat" (Semarak) demi menumbuhkan jiwa nasionalisme bangsa terhadap negara yang membuat dirinya dijuluki "Mat Setia".[2] Selain itu, ia merupakan mahasiswa Fakulteit Sastra dan Filsafat Universitas Indonesia yang dideportasi akibat konfrontasi antara Malaysia dengan Indonesia sehingga pendidikan tingginya tidak terselesaikan. Ketika kembali ke Malaysia, ia tidak hanya menjadi politikus tetapi juga diplomat manakala ia mengemban amanat sebagai Duta Besar Malaysia untuk Indonesia yang jabatannya disetarakan dengan menteri oleh Mahathir.

Kehidupan pribadi

Mohamed bin Rahmat lahir di Pulai, Johor Bahru, Johor, Negara Bagian Melayu yang Tidak Berfederasi, Malaya Britania Raya pada Selasa, 4 Januari 1938. Ayahnya, Rahmat, merupakan seorang Jawa yang leluhurnya berdiaspora dari Candi, Karanganyar, Kebumen, Kedu, Hindia Belanda ke Johor untuk bekerja. Sedangkan ibunda Mohamed memiliki ras Tionghoa. Begitu pula sang istri, Salbiah binti Abdul Hamid yang juga berketurunan Tionghoa.[3] Dari pernikahannya dengan Salbiah, ia dikaruniai tiga orang anak, termasuk Nur Jazlan Mohamed.

Pendidikan

Mohamed mengenyam pendidikan menengahnya di Sekolah Menengah Sastra Inggris Sultan Abu Bakar, Johor Bahru, pada 1956, sebelum melanjutkan studi di program studi Sastra Inggris di Fakulteit Sastra dan Filsafat Universitas Indonesia yang saat itu kampusnya berada di Gambir, Djakarta Tengah pada 1961. Akan tetapi, ia tidak sempat menamatkan studi sarjananya disebabkan oleh konflik hubungan internasional yang melibatkan Malaysia dan Indonesia di masa pemerintahan Soekarno. Pada masa konfrontasi, ia dituduh sebagai musuh pemerintah Indonesia dan dituding memiliki pengaruh ideologi komunis mengingat kedekatan Soekarno pada blok timur sehingga ia dipulangkan ke negara asalnya.

Kiprah politik

Ketika terjadi konflik internal di Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) tahun 1988, Mohamed mendeklarasikan diri untuk setia mendukung pemimpinnya, Mahathir Mohamad dan memposisikan dirinya berada di Tim A hingga berujung pada pembatalan pelegalan UMNO dan menjadi partai terlarang. UMNO Baru yang baru didirikan mengangkat Mohamed sebagai Penjabat Sekretaris Jenderal pada 16 Februari 1988.[4] Setelahnya, Klub UMNO Internasional didirikan untuk memberi dukungan penuh mahasiswa asal Malaysia di luar negeri. Pada 19 Januari 1994, Klub UMNO di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia diresmikan olehnya.

Menggagas Semarak

Sebagai menteri penerangan, Mohamed Rahmat meluncurkan program baru yang dinamai "Setia Bersama Rakyat" (Semarak) di Angkasapuri, Kuala Lumpur pada 1987.[5] Ia bersama Mahathir mempopulerkan gerakan ini dari Semenanjung Malaysia hingga Sabah di ujung timur Malaysia untuk menggiatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme sebagai warga negara.[2] Di saat yang sama, terdapat konflik politik yang melibatkan Yang di-Pertuan Agong di mana sang raja wajib mengiyakan keputusan dari Dewan Rakyat. Hal ini terkait dengan politik campur tangan UMNO dan pemberhentian Salleh Abas dari UMNO sehingga adanya gerakan ini dikaitkan dengan menumbuhkan kesetiaan terhadap negara sekaligus kesetiaan terhadap UMNO dan Barisan Nasional, koalisi propemerintah yang tengah berkuasa saat itu.

Biografi

Pada tahun 1978, Mohamed diangkat sebagai menteri penerangan dalam kabinetnya dan tetap menjabat hingga pemerintahan berganti ke tangan Mahathir Mohamad, dan berhenti pada tahun 1982. Setelah perombakan kabinet, Mohamed diangkat sebagai DuBes Malaysia untuk Indonesia berpangkat menteri dan menjabat hingga tahun 1984.

Pada tahun 1987, ia diangkat kembali oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad sebagai menteri penerangan dan menjabat hingga tahun 1999. Sebagai menteri penerangan, ia membawa pengaruh besar pada sistem siaran di Malaysia. Ia tidak hanya penggagas program Setia Bersama Rakyat (SeMaRak), sebuah konsolidasi membangkitkan kesadaran nasional, tetapi juga dikenal karena menghimbau pemusik rock seperti Awie dari Wings maupun Amy dari Search harus memangkas rambutnya yang gondrong bila hendak tampil di Radio Televisyen Malaysia (RTM).

Antara tahun 1988-1996, Mohamed menjadi Sekretaris Jenderal UMNO, partai terbesar di Malaysia. Di saat yang sama ia juga menjadi SekJend. Barisan Nasional (1988-1999) dan karena itu ia menjadi tokoh politik berpengaruh sepanjang tahun-tahun tersebut.

Mohamed yang mengidap penyakit ginjal dan 10 tahun harus menjalani hemodialisis ini meninggal dalam tidurnya hanya 3 hari sebelum hari UlTahnya. Ia dimakamkan di Bukit Kiara, daerah pinggiran Kuala Lumpur.[6]

Puteranya Nur Jazlan bin Mohamed juga mengikuti jejaknya sebagai politikus.

Referensi

  1. ↑ "Tok Mat 'Mr Propaganda' terbaik: Zukri". Malaysiakini. 1 Januari 2010. Diakses tanggal 9 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Azman Anuar (2 Januari 2010). "Tok Mat bangkitkan 'Semarak' rakyat". Utusan Malaysia (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 17 Februari 2017.
  3. ↑ "Tok Mat 'Mr Propaganda' terbaik: Zukri". Utusan Malaysia. 20 Juni 2008. Diakses tanggal 9 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Ada hikmah di sebalik UMNO diharam - Setiausaha Agung". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2003-09-14. Diakses tanggal 2003-09-14.
  5. ↑ Umno mesti segerakan gelombang transformasi
  6. ↑ "Tok Mat dies". The Star. 1 Januari 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juni 2011. Diakses tanggal 2 Agustus 2010.

Pranala luar

Didahului oleh:
Taib Mahmud
Menteri Penerangan
1978-1982
Diteruskan oleh:
Mohd Adib bin Mohd Adam
Didahului oleh:
Tengku Ahmad Rithaudeen Al-Haj bin Tengku Ismail
Menteri Penerangan
1987-1999
Diteruskan oleh:
Mohd Khalil Yaakob
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan