Minggu, 20 September 2026
22:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Rumus massa semi-empiris

Dalam fisika nuklir, rumus massa semi-empiris (semi-empirical mass formula, SEMF, disebut juga rumus Weizsäcker atau rumus Bethe–Weizsäcker) adalah rumus untuk memperkirakan massa serta sifat-sifat lain dari suatu inti atom berdasarkan jumlah proton (nomor atom) serta jumlah neutronnya. Sesuai namanya, rumus ini sebagian didasarkan kepada teori dan sebagian kepada pengukuran empiris. Rumus ini didasarkan pada model tetesan cair (liquid drop model) yang diajukan oleh George Gamow. Bentuk rumus ini pertama kali ditemukan oleh fisikawan Jerman Carl Friedrich von Weizsäcker pada 1935. Koefisien-koefisiennya terus diperbaharui setelah penemuan ini, tetapi strukturnya tetap sama.[1][2]

Model tetesan cair

Model tetesan cair (liquid drop model) pertama kali diajukan oleh George Gamow, dikembangkan oleh Niels Bohr dan John Archibald Wheeler, dan menganggap inti atom sebagai sebuah tetesan fluida taktermampatkan dengan kepadatan sangat tinggi. Karena inti atom terdiri dari proton dan neutron yang terikat oleh gaya nuklir, terdapat kemiripan antara strukturnya dengan struktur sebuah tetesan cairan bundar.

Referensi

  1. von Weizsäcker, C. F. (1935). "Zur Theorie der Kernmassen". Zeitschrift für Physik (dalam bahasa German). 96 (7–8): 431–458. Bibcode:1935ZPhy...96..431W. doi:10.1007/BF01337700.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. Bailey, D. "Semi-empirical Nuclear Mass Formula". PHY357: Strings & Binding Energy. University of Toronto. Diakses tanggal 2011-03-31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan