Sabtu, 03 Oktober 2026
11:17 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Mobil listrik

Mobil listrik

mobil yang digerakkan dengan motor listrik, mobil ini digerakan oleh energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya.perusahaan rien

Bagikan:
250px-Smart_Hashtag_3_IMG_0269.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Smart Hashtag 3, sebuah model mobil listrik modern.
250px-2013-Monster-Tajima-Giti-EV.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nobuhiro Tajima bersiap pada Pikes Peak International Hill Climb dengan mobil sport listrik.
250px-OSCar_eO_Dakar_2012.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mobil sport listrik OSCar eO pada Dakar 2012.

Mobil listrik adalah mobil yang digerakkan dengan motor listrik, mobil ini digerakan oleh energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya.

Mobil listrik dapat mencakup mobil hibrida plug-in atau plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) juga dapat menggunakan listrik dari jaringan, tetapi tetap memiliki mesin pembakaran. Mobil hibrida konvensional atau hybrid electric vehicle (HEV) memakai motor listrik tanpa pengisian dari sumber eksternal, sedangkan fuel cell electric vehicle (FCEV) menghasilkan listrik di kendaraan dari hidrogen melalui sel bahan bakar.

Pada 2025, penjualan mobil listrik global melampaui 20 juta unit, dengan pangsa sekitar 25% dari penjualan mobil baru di seluruh dunia.[1]

Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor.[2][3][4] Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya.[5][6] Pada akhirnya, ketergantungan minyak dari luar negeri pun berkurang, karena bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, kenaikan harga minyak dapat memukul ekonomi mereka.[5][7][8] Bagi negara berkembang, harga minyak yang tinggi semakin memberatkan neraca pembayaran mereka, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi mereka.[9][10] Keuntungan lainnya ialah mobil listrik tidak menimbulkan kebisingan polusi suara karenanya dapat bermanfaat bagi lingkungan.[11]

Di negara Indonesia sendiri, pada tanggal 1 April 2012 pemerintah kucurkan 100 miliar rupiah untuk riset mobil listrik.[12] Lalu pada tanggal 10 Juni 2013 pemerintah tegaskan kendaraan listrik bebas pajak.[13] Dan kemudian pada tanggal 12 Juni 2013 Zbee dari Swedia resmi membuka pabrik kendaraan listrik dengan nama PT Lundin Industry, yang terletak di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, dan target produksi minimal 100.000 unit per tahun.[14]

Sejarah

250px-Bundesarchiv_Bild_183-1990-1126-500%2C_Kraftdroschke.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mobil listrik Jerman, 1904, dengan sopir di atas
Artikel utama: Sejarah mobil listrik

Mobil listrik populer pada pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke-20, ketika listrik masih dipilih sebagai penggerak utama pada kendaraan. Hal ini disebabkan karena mobil listrik menawarkan kenyamanan dan pengoperasian yang mudah yang tidak dapat dicapai oleh kendaraan-kendaraan bermesin bensin saat itu. Perkembangan teknologi pembakaran dalam yang semakin maju, terutama di starter listriknya, lambat laun mengurangi popularitas mobil listrik. Hal ini ditambah dengan kemampuan mobil bensin dapat menempuh jarak yang lebih jauh, pengisiasn bensin yang lebih cepat, dan infrastruktur pengisian semakin bertambah, ditambah dengan sistem produksi massal yang diterapkan oleh Ford Motor Company, membuat harga mobil bensin turun drastis sampai setengah harga mobil listrik. Mobil listrik pun menjadi semakin tidak populer dan secara total menghilang dari pasaran, terutama di pasaran gemuk seperti Amerika Serikat, pada tahun 1930-an. Bagaimanapun juga, pada tahun-tahun belakangan ini, semakin banyak orang yang sadar akan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh mobil berbahan bakar bensin, ditambah harga bensin yang mahal dan terus naik, membuat mobil listrik kembali diminati. Mobil listrik jauh lebih ramah lingkungan dari mobil bensin, biaya perawatan lebih murah, ditambah teknologi baterai yang semakin maju. Kekurangannya adalah harga mobil listrik saat ini masih mahal. Mobil listrik saat ini mulai mendapatkan lagi popularitasnya di beberapa negara di dunia setelah sekian lama menghilang dari peradaban.

1890-an sampai 1900-an: Awal sejarah

Sebelum masanya mesin pembakaran dalam, mobil listrik telah memegang banyak rekor kecepatan dan jarak. Di antara semua rekor ini, salah satu yang paling terkenal adalah pemecahan rekor kecepatan 100 km/h (62 mph) oleh Camille Jenatzy pada tanggal 29 April 1899. Ia menggunakan kendaraannya yang berbentuk roket Jamais Contente, dengan kecepatan maksimal 105,88 km/h (65,79 mph). Sebelum tahun 1920-an, mobil listrik bersaing ketat dengan mobil berbahan bakar bensin.[15]

250px-EdisonElectricCar1913.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Thomas Edison dan sebuah mobil listrik tahun 1913 (sumber dari National Museum of American History)
250px-Tribelhorn_1908_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tribelhorn 1908

Dimulai pada tahun 1896 untuk mengatasi masalah infrastruktur pengisian yang kurang, sebuah jasa pelayanan penggantian baterai dimulai oleh perusahaan Hartford Electric Light Company untuk truk listrik. Pemilik kendaraan membeli kendaraannya dari General Electric Company (GVC) tanpa baterai dan membeli baterainya di Hartford Electric dengan sistem baterai yang dapat diganti-ganti. Pemilik kendaraan akan dikenai biaya servis bulanan dan biaya perjalanan per milnya untuk biaya perawatan truknya. Jasa pelayanan ini tersedia pada tahun 1910 sampai 1924 dan menempuh total jarak sekitar 6 juta mil. Pada tahun 1917, sebuah perusahaan di Chicago menjalankan servis pelayanan serupa untuk pemilik mobil Milburn Light Electric yang juga membeli kendaraannya tanpa baterainya.[16]

Pada tahun 1897, mobil listrik mulai dipakai sebagai kendaraan komersial di Amerika Serikat sebagai armada taksi listrik New York City, taksi ini dibuat oleh Electric Carriage dan Wagon Company Philadelphia. Mobil-mobil listrik di Amerika Serikat diproduksi oleh Anthony Electric, Baker, Columbia, Anderson, Fritchle, Studebaker, Riker, Milburn, dan beberapa perusahaan lainnya di awal abad ke-20.

Meskipun memiliki kecepatan yang rendah, tapi mobil listrik memiliki banyak kelebihan dibandingkan kompetitornya di awal 1900-an. Mobil listrik tidak menimbulkan getaran, mobil listrik juga tidak mengeluarkan gas buang yang berbau, dan tidak berisik bila dibandingkan dengan mobil bensin. Selain itu, mobil listrik tidak memerlukan perpindahan gigi, dimana pada mobil bensin hal inilah yang menjadi penghambat besar dalam mengemudikannya. Mobil listrik pada masa itu juga digunakan oleh orang-orang kaya yang menggunakannya sebagai mobil kota, sehingga keterbatasan jarak bukanlah hambatan besar. Kelebihan lainnya, mobil listrik juga tidak membutuhkan usaha keras untuk menyalakannya, tidak seperti mobil bensin yang membutuhkan tuas tangan untuk menyalakan mobilnya. Mobil listrik pada masa itu dianggap sebagai mobil yang cocok untuk pengemudi wanita karena kemudahan dalam mengoperasikannya.

250px-Kilowatt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Henney Kilowatt, mobil listrik buatan tahun 1961 yang berbasis Renault Dauphine

Pada tahun 1911, New York Times menyatakan bahwa mobil listrik adalah kendaraan "ideal" karena lebih bersih, lebih senyap, dan lebih hemat daripada mobil bensin.[17]

1990-an sampai sekarang: Kembalinya minat publik

Krisis energi pada tahun 1970-an dan 1980-an menimbulkan kembalinya minat masyarakat akan mobil listrik. Pada awal 1990-an, California Air Resources Board (CARB) mulai menekan para pabrikan otomotif untuk mulai membuat mobil yang efisien dalam bahan bakar, rendah emisi, dengan tujuan akhirnya adalah membuat kendaraan emisi nol seperti kendaraan listrik.[5][18] Sebagai respons, beberapa pabrikan mencoba membuat mobil listrik mereka masing-masing, seperti Chrysler TEVan, truk pikap Ford Ranger EV, GM EV1, pikap S10 EV, hatchback Honda EV Plus, miniwagon Altra EV, dan Toyota RAV4 EV. Mobil-mobil ini akhirnya ditarik peredarannya di pasar Amerika Serikat.[19]

250px-First_Customer_owned_Nissan_Leaf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nissan Leaf pertama yang diantarkan ke konsumen di A.S. di jalanan San Francisco

Resesi ekonomi global pada akhir tahun 2000-an membuat banyak produsen otomotif dunia meninggalkan mobil-mobil SUV yang besar dan boros, dan beralih ke mobil-mobil kecil, hibrida, dan mobil listrik. Perusahaan otomotif asal California, Tesla Motors, memulai pengembangan Tesla Roadster pada tahun 2004, dan kemudian diluncurkan ke publik pada tahun 2008. Sampai bulan Januari 2011, Tesla telah berhasil menjual 1.500 unit Roadster di 31 negara.[20] Mitsubishi i MiEV diluncurkan untuk penggunaan armada di Jepang bulan Juli 2009, dan mulai dijual pada perseorangan pada bulan April 2010.[21][22][23] i Miev mulai dijual di Hong Kong bulan Mei 2010,[24] dan Australia mulai Juli 2010.[25]

Penjualan Nissan Leaf di Jepang dan Amerika Serikat dimulai pada bulan Desember 2010, meskipun di awal peluncurannya hanya tersedia di beberapa kawasan saja dengan jumlah yang terbatas pula.[26][27][28] Sampai bulan September 2011, mobil-mobil listrik yang dijual di pasaran adalah REVAi, Buddy, Citroën C1 ev'ie, Transit Connect Electric, Mercedes-Benz Vito E-Cell, Smart ED, dan Wheego Whip LiFe.

Jenis

Jenis-jenis kendaraan listrik[29][30]
Jenis Penggerak Sumber energi utama Dapat diisi dari jaringan Keterangan
BEV (Battery Electric Vehicle) Motor listrik Baterai traksi Ya Tidak memiliki mesin pembakaran sebagai penggerak dan tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot.
PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) Motor listrik dan mesin pembakaran Baterai dan bahan bakar Ya Dapat menempuh sebagian perjalanan dengan listrik, tetapi tetap menggunakan bahan bakar ketika mesin bekerja.
HEV (hybrid electric vehicle) Motor listrik dan mesin pembakaran Bahan bakar dan baterai Tidak Baterai diisi oleh mesin dan pengereman regeneratif; biasanya tidak dimasukkan dalam statistik mobil plug-in.
FCEV (fuel cell electric vehicle) Motor listrik Hidrogen, sel bahan bakar, dan baterai penyangga Umumnya tidak Sel bahan bakar menghasilkan listrik di kendaraan; teknologi penggeraknya tetap menggunakan motor listrik.
EREV/REEV (Extended-Range Electric Vehicle/Range-Extended Electric Vehicle) Motor listrik; mesin pembakaran terutama sebagai generator Baterai dan bahan bakar Ya Varian kendaraan plug-in dengan roda terutama digerakkan motor listrik; klasifikasi dapat berbeda menurut lembaga.

Komponen

Secara sederhana, teknologi dan cara kerja mobil listrik bergantung pada komponen utama berikut:

Komponen dasar kendaraan listrik[31]
Komponen Fungsi utama
Baterai traksi Menyimpan energi listrik bertegangan tinggi untuk menggerakkan motor.
Sistem manajemen baterai (BMS) Memantau kondisi sel dan paket baterai, termasuk tegangan, arus, suhu, dan tingkat pengisian, serta membantu menjaga operasi dalam batas aman.
Inverter/pengendali elektronika daya Mengatur aliran daya dan karakteristik listrik yang dibutuhkan motor; pada banyak sistem, mengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik untuk motor.
Motor listrik Mengubah energi listrik menjadi torsi mekanis untuk menggerakkan roda dan dapat berfungsi sebagai generator saat pengereman regeneratif.
Unit reduksi dan diferensial Menyalurkan torsi motor ke roda. Banyak mobil listrik yang memakai rasio gigi tetap karena motor mampu bekerja pada rentang putaran yang luas.
Pengisi daya internal (on-board charger) Mengubah listrik AC dari sumber eksternal menjadi DC untuk mengisi baterai.
Konverter DC–DC Menurunkan tegangan dari baterai traksi untuk sistem tegangan rendah dan baterai aksesori.
Sistem manajemen termal Menjaga baterai, motor, dan elektronika daya dalam rentang suhu kerja yang sesuai.
Port dan sistem pengisian Menghubungkan kendaraan dengan sumber listrik eksternal; pada pengisian cepat DC, daya DC dapat dialirkan langsung ke baterai melalui sistem kontrol kendaraan.

Aspek lingkungan

Emisi

250px-Mitsubishi_Electric_Car.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penjualan Mitsubishi i MiEV ke publik dimulai di Jepang pada bulan April 2010, Hongkong pada bulan Mei 2010, dan Australia pada bulan Juli 2010.
250px-Roadster_Goodwood.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tesla Roadster yang dijual di AS dan Eropa memiliki jarak tempuh sekitar 245 mil sekali pengisian baterainya.

Mobil listrik memiliki beberapa manfaat lingkungan dan operasional dibandingkan mobil bermesin pembakaran dalam. Perbedaan utamanya adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot ketika digunakan karena tidak membakar bensin atau diesel di kendaraan. Namun, kendaraan ini tidak sepenuhnya bebas emisi. Emisi gas rumah kaca tetap dapat timbul dari produksi kendaraan dan baterai, pembangkitan listrik untuk pengisian, perawatan, serta proses akhir masa pakai.[32][33]

Jika dihitung sepanjang daur hidup, emisi gas rumah kaca kendaraan listrik pada umumnya lebih rendah daripada mobil bensin yang sebanding, meskipun besarnya perbedaan bergantung pada ukuran kendaraan dan baterai, efisiensi kendaraan, sumber listrik, jarak tempuh, lokasi produksi, dan umur kendaraan.[34] Dalam kajian untuk Indonesia, ICCT memperkirakan mobil listrik berbasis baterai yang dijual pada 2023 menghasilkan emisi daur hidup sekitar 47–49% lebih rendah daripada mobil bensin dalam skenario perkembangan bauran listrik dasar. Perbedaannya mencapai sekitar 54–56% apabila perkembangan sistem kelistrikan mengikuti jalur menuju target emisi nol bersih 2060.[33]

Elektrifikasi kendaraan juga dapat mengurangi konsumsi minyak karena energi untuk menggerakkan kendaraan dialihkan dari bensin atau diesel ke listrik. Manfaat terhadap ketahanan energi berbeda antarnegara dan bergantung pada struktur pasokan energi masing-masing. IEA memperkirakan armada kendaraan listrik dunia menggantikan penggunaan sekitar 1,7 juta barel minyak per hari pada 2025 dan dapat menggantikan sekitar 5 juta barel per hari pada 2030 berdasarkan kebijakan yang berlaku.[35]

Polusi suara

Mobil listrik juga cenderung lebih senyap daripada kendaraan bermesin pembakaran pada kecepatan rendah karena tidak menghasilkan suara dari mesin pembakaran. Pada kecepatan yang lebih tinggi, suara ban dan aliran udara menjadi bagian yang lebih besar dari kebisingan kendaraan. Suara kendaraan listrik yang rendah pada kecepatan rendah juga dapat menyulitkan pejalan kaki, terutama bagi orang dengan gangguan penglihatan untuk mendeteksi kendaraan. Sejumlah negara karena itu mewajibkan kendaraan listrik, khususnya BEV, PHEV, dan HEV, menghasilkan suara peringatan bagi pejalan kaki pada kondisi tertentu.[36]

Ketahanan terhadap air dan banjir

250px-Eletroposto6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun pengisian baterai di Rio de Janeiro, Brasil. Stasiun ini dioperasikan oleh Petrobras dan menggunakan energi surya.
250px-Tesla_Motors_Model_S_base.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Model S chassis with powertrain and battery pack[37]

Berbeda dengan kendaraan bermesin pembakaran dalam yang rentan mengalami hydro-locking (kondisi di mana air terisap masuk ke dalam mesin dan menyebabkan kerusakan fatal), mobil listrik modern umumnya dirancang dengan proteksi tinggi terhadap genangan air. Komponen utama seperti paket baterai telah disegel rapat dan diuji secara ketat melalui standarisasi kode IP (Ingress Protection), khususnya IP67 atau IP68.[38]

  • Standar IP67: Menjamin paket baterai dapat bertahan dari rembesan air saat terendam hingga kedalaman sekitar 1 m (3,3 ft) selama 30 menit.[38]
  • Standar IP68: Memberikan perlindungan yang lebih tinggi terhadap masuknya debu dan ketahanan terhadap perendaman air secara permanen.[38]

Selain perlindungan fisik, mobil listrik juga mengandalkan Battery Management System (BMS) yang memantau kondisi kompartemen baterai secara terus-menerus. Jika sistem mendeteksi adanya kerusakan, intrusi air, atau gejala korsleting, BMS akan memutus aliran arus listrik secara otomatis demi keselamatan pengguna.[38]

Meskipun memiliki proteksi canggih, mobil listrik tetap memiliki batasan aman saat melewati banjir. Jika air melebihi batas toleransi dan terperangkap di dalam komponen sensitif, baterai berisiko mengalami panas berlebih (overheating), pelepasan gas, hingga potensi kebakaran. Batas aman ketinggian genangan air yang umumnya direkomendasikan pabrikan adalah maksimal 40 cm (16 in) atau setinggi kusen pintu mobil.[38] Sementara itu, lembaga otomotif seperti The Automobile Association (AA) menyarankan pengemudi untuk sebisa mungkin menghindari genangan yang mencapai kedalaman 10 cm (3,9 in) demi meminimalkan risiko gangguan elektronik serta efek gelombang air dari kendaraan lain.[38] Pengurangan kecepatan dan pembatasan penggunaan fitur kelistrikan tambahan, seperti mematikan pendingin udara (AC) saat terpaksa menerobos genangan juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas komponen elektronik kendaraan.[38] Setelah berhasil melewati banjir, pengemudi disarankan untuk tidak langsung mematikan kendaraan selama beberapa menit agar sisa kelembapan atau uap air di dalam sistem dapat menguap terlebih dahulu.[38]

250px-Tesla.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Norwegia adalah negara dengan kepemilikan mobil listrik per kapita tertinggi di dunia.[39] Terlihat sebuah Tesla Roadster, sebuah REVAi dan sebuah Th!nk City di sebuah tempat parkir dan pengisian baterai di Oslo.

Adopsi

Harga

Salah satu hambatan utama adopsi mobil listrik adalah harga pembelian awal, meskipun perbedaannya dengan mobil konvensional semakin beragam menurut negara dan segmen kendaraan. IEA mencatat harga baterai untuk mobil listrik rata-rata turun sekitar 8% pada 2025. Namun, harga kendaraan juga dipengaruhi biaya komponen lain, ukuran baterai, strategi produsen, tarif perdagangan, pajak, dan tingkat persaingan pasar.[40] Di Indonesia, IEA memperkirakan bahwa pada 2024 harga rata-rata mobil listrik masih 50% lebih mahal dibandingkan mobil konvensional yang sejenis. Pada 2025, selisih harga tersebut turun menjadi sekitar 40%. Beberapa model mobil listrik termurah juga mulai ditawarkan pada harga yang mendekati mobil konvensional di kelas harga terendah.[41][42][43]

250px-Google_Electric_Car_Seciurity_2008_2592452314_780b7871e1_o.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kendaraan listrik jarak dekat GEM adalah kendaraan listrik paling laris di dunia saat ini, dengan 45.000 unit telah terjual sampai tahun 2010.

Pengisian daya

Ketersediaan dan kemudahan stasiun pengisian daya juga memengaruhi adopsi. Pengisian di rumah tetap menjadi cara utama bagi banyak pemilik mobil listrik, sedangkan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi kebutuhan utama bagi pengguna yang tidak memiliki tempat pengisian pribadi dan untuk perjalanan jarak jauh. Infrastruktur pengisian umum berkembang cepat; jumlah titik pengisian publik di dunia melampaui tujuh juta pada akhir 2025. Pada saat yang sama, ketersediaan, daya pengisian, keandalan, kompatibilitas konektor, sistem pembayaran, dan persebaran geografis tetap dapat menjadi hambatan di sejumlah wilayah.[44] Rata-rata jarak tempuh mobil listrik baterai yang dijual secara global telah mencapai hampir 380 km, meskipun nilainya berbeda menurut kelas dan model kendaraan.[45]

Insentif

250px-Nissan_LEAF_got_thirsty_trimmed.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nissan Leaf adalah mobil listrik paling laris yang bisa dioperasikan di jalan raya, dengan 27.000 unit telah terjual sampai April 2012, 13.000 unit di antaranya terjual di Jepang, 11.000 di A.S.,dan 3.000 unit di Eropa.[46]

Pemerintah di berbagai negara menggunakan kombinasi instrumen untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik, antara lain insentif pembelian atau pajak, dukungan pembangunan infrastruktur pengisian, standar emisi atau efisiensi kendaraan, serta kebijakan industri (Supply-side regulations). Bentuk dan besarnya dukungan berbeda menurut negara dan dapat berubah dari waktu ke waktu.[47][45]

Di Tiongkok, kebijakan pengurangan dan pembebasan pajak pembelian untuk kendaraan energi baru diberlakukan sebagai upaya menurunkan hambatan biaya awal bagi konsumen. Adopsi EV meningkat ketika insentif tidak berdiri sendiri, melainkan dikombinasikan dalam suatu kombinasi kebijakan yang saling melengkapi, sehingga kebijakan fiskal, regulasi, dan dukungan pasar bekerja sebagai dukungan kuat bagi konsumen dan industri.[48][49]

Uni Eropa menggunakan standar CO2 rata-rata armada produsen. Peraturan yang berlaku menetapkan target 0 g CO2/km atau pengurangan 100% pada 2035. Norwegia menunjukkan bahwa kombinasi insentif dan legislasi yang konsisten dapat mendorong penetrasi kendaraan listrik secara luas.[50] Ethiopia mengambil pendekatan yang lebih tegas melalui larangan impor kendaraan dengan mesin pembakaran dalam.[51] Sedangkan Kanada menempatkan strategi industri otomotif baru yang bertumpu pada transisi kendaraan listrik dan dukungan kebijakan pelengkap.[52]

Di Indonesia, kerangka nasional untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 dan diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Kerangka tersebut mencakup pengembangan industri, penggunaan komponen dalam negeri, insentif, penyediaan infrastruktur pengisian, serta dukungan pemerintah pusat dan daerah.[53][54]

Mobil listrik yang tersedia saat ini

Bisa dioperasikan di jalan raya

Sampai pada awal tahun 2012, jumlah kendaraan listrik yang diproduksi massal yang tersedia di dunia masih terbatas. Kebanyakan mobil listrik yang tersedia saat ini adalah kendaraan listrik jarak dekat (neighborhood electric vehicle, NEV). Pike Research mengestimasikan ada sekitar 479.000 NEV di dunia saat ini.[55] Kendaraan NEV yang paling laris adalah Global Electric Motorcars (GEM), yang sampai bulan Desember 2010 telah terjual lebih dari 45.000 unit sejak pertama dijual tahun 1998.[56] Dua pasar NEV terbesar di dunia pada tahun 2011 adalah Amerika Serikat (14.727 unit) dan Prancis (2.231 unit).[57]

Mobil listrik paling laris di dunia yang bisa dioperasikan di jalan raya saat ini adalah Nissan Leaf. Mobil ini telah terjual sebanyak lebih dari 27.000 unit sampai April 2012.[46] Mitsubishi i-MiEV, di peringkat kedua, telah terjual sebanyak 17.000 unit di seluruh dunia sampai bulan Oktober 2011. Di Prancis, i MiEV dinamai Peugeot iOn dan di negara Eropa lain, dijual dengan nama Citroën C-ZERO.[58] Jepang dan Amerika Serikat adalah pasar terbesar bagi mobil-mobil listrik di dunia, diikuti dengan beberapa negara Eropa. Di Jepang, sudah terjual lebih dari 18.000 unit mobil listrik (sampai April 2012),[46] terdiri dari 13.000 Leaf dan 5.000 unit i-MiEV.[59] Di A.S., penjualan mobil listrik terbesar dipimpin oleh Nissan Leaf yang terjual 11.796 unit sampai April 2012.[60] Total penjualan mobil listrik di kawasan Eropa Barat adalah 11.563 unit pada tahun 2011, dengan pangsa pasar 0,1%. Lima negara dengan penjualan mobil listrik terbanyak adalah Prancis, Norwegia, Jerman, dan Inggris.[61] Sampai bulan April 2012, Norwegia mempunyai 6.587 mobil listrik,[62] jumlah terbesar di Eropa dan kepemilikan mobil listrik per kapita tertinggi di dunia.[39][63] Total juga ada 5.579 unit kendaraan listrik terjual di Tiongkok tahun 2011, jumlah ini termasuk mobil penumpang dan kendaraan komersial.[64]

Total ada 2.630 mobil listrik yang teregistrasi di Prancis pada tahun 2011, naik dari 184 unit tahun 2010.[65] Pada tahun 2010, sekitar 1.200 mobil listrik jarak dekat terjual di Prancis.[66] Penjualan mobil listrik di Prancis pada tahun 2011 dipimpin oleh Citroën C-Zero (645 unit), Peugeot iOns (639 unit), dan Bolloré Bluecar (399 unit).[65] Di Norwegia, pada tahun 2011 terjual 2.240 unit, naik dari 722 unit pada tahun 2010. Penjualan mobil listrik di Norwegia tahun 2011 dipimpin oleh "keluarga" Mitsubishi i-MiEV (1.477 unit) dengan rincian i-MiEV 1.050 unit, Peugeot iOn 217 unit, dan Citroën C-Zero 210 unit.[63] Di Jerman, total 2.154 mobil listrik terjual pada tahun 2011, sehingga jumlah kendaraan listrik disana menjadi 4.541 unit. Penjualan mobil listrik di Jerman tahun 2011 juga dipimpin oleh "keluarga" Mitsubishi i-MiEV, dengan rincian i-MiEV 683 unit, Peugeot iOn 208 unit, dan Citroen C-Zero 200 unit. Jumlah ini setara dengan 50,6% penjualan mobil listrik tahun 2011.[67]

Perkembangan Mobil Listrik Di Indonesia

Indonesia tidak ketinggalan mengambil bagian dalam memproduksi mobil listrik. Walaupun masih berupa purwarupa, mobil listrik buatan anak bangsa cukup menjanjikan. Saat itu telah ada 2 model yang diketahui, yaitu Mobil listrik Ahmadi dan Tucuxi. Pada tanggal 20 Mei 2013 dilakukan diuji coba bus listrik untuk APEC 2013 Oktober. Sampai sekarang bus listrik tersebut melayani transportasi publik di Yogyakarta.[68]

Tanggal 6 Mei 2014 ITS menorehkan rekor mobil listrik untuk dalam negeri dengan rincian jarak tempuh total 800 km, kecepatan rata-rata 120–130 km/jam serta setiap 8 jam dilakukan pengisian ulang selama 3 jam. Rute yang ditempuh adalah Jakarta–Bandung–Tasikmalaya–Purwokerto–Jogjakarta–Madiun–Surabaya[69]

Mobil listrik pertama yang dijual secara resmi di Indonesia adalah BMW i3, yang diluncurkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Sedangkan mobil listrik pertama yang dirakit di Indonesia adalah Hyundai Ioniq 5 yang dirakit di pabrik Hyundai di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sejak tahun 2022. Setelah kehadiran Hyundai Ioniq 5, mobil listrik mulai sering terlihat di jalanan Indonesia. Hingga 2025, perusahaan otomotif yang resmi menjual mobil listrik di Indonesia, antara lain BMW, BYD, Chang'an Motors, Chery, Citroën, DFSK, GAC Aion, Geely, Honda, Hyundai, Kia, Lexus, Mazda, MG Motor, Mini, Mitsubishi Motors, Neta, Nissan, Porsche, Renault, Suzuki, Tesla, Toyota, Vinfast, Volkswagen, Volvo dan Wuling, dan sudah lebih dari 50 model mobil listrik dari berbagai perusahaan tersebut yang dijual secara resmi di Indonesia.

Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan, meskipun masih berada pada tahap awal adopsi dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand. Tantangan utama yang dihadapi meliputi tingginya harga kendaraan, terbatasnya infrastruktur pengisian daya, serta rendahnya tingkat penerimaan masyarakat. Meskipun demikian, tren global menuju transportasi berkelanjutan dan dukungan pemerintah yang mulai menguat menjadi pendorong penting bagi pengembangan EV di tanah air. Studi bibliometrik terhadap publikasi terkait EV selama periode 2015–2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam perhatian riset, termasuk dari lembaga-lembaga di Indonesia. Untuk mewujudkan potensi sebagai pemain utama dalam transisi kendaraan listrik di kawasan ASEAN, Indonesia perlu memperkuat kebijakan yang disesuaikan, membangun infrastruktur yang memadai, serta meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi dan kampanye nasional.[70]

Daftar mobil listrik yang dijual di Indonesia

Referensi

  1. ↑ "Trends in electric cars". International Energy Agency. 2026. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  2. ↑ "Should Pollution Factor Into Electric Car Rollout Plans?". Earth2tech.com. 2010-03-17. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-24. Diakses tanggal 2010-04-18.
  3. ↑ "Electro Automotive: FAQ on Electric Car Efficiency & Pollution". Electroauto.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-03-01. Diakses tanggal 2010-04-18.
  4. ↑ Raut, Anil K. "Role of electric vehicles in reducing air pollution: a case of Katmandu, Nepal". The Clean Air Initiative. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-14. Diakses tanggal 2011-01-04.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. 1 2 3 Sperling, Daniel and Deborah Gordon (2009). Two billion cars: driving toward sustainability. Oxford University Press, New York. hlm. 22–26. ISBN 978-0-19-537664-7.
  6. ↑ David B. Sandalow, ed. (2009). Plug-In Electric Vehicles: What Role for Washington? (Edisi 1st.). The Brookings Institution. hlm. 1–6. ISBN 978-0-8157-0305-1.See Introduction
  7. ↑ Mitchell, William J.; Borroni-Bird, Christopher; Burns, Lawrence D. (2010). Reinventing the Automobile: Personal Urban Mobility for the 21st Century (Edisi 1st.). The MIT Press. hlm. 85–95. ISBN 978-0-262-01382-6. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-09. Diakses tanggal 2011-12-27. See Chapter 5: Clean Smart Energy Supply.
  8. ↑ R. James Woolsey and Chelsea Sexton (2009). David B. Sandalow (ed.). Chapter 1: Geopolitical Implications of Plug-in Vehicles (Edisi 1st). The Brookings Institution. hlm. 11–21. ISBN 978-0-8157-0305-1.in "Plug-in Electric Vehicles: What Role for Washington?"
  9. ↑ "High oil prices disastrous for developing countries". Mongabay. 2007-09-12. Diakses tanggal 2010-07-20.
  10. ↑ "Impact of High Oil Prices on African Economies" (PDF). African Development Bank. 2009-07-29. Diakses tanggal 2010-07-20.
  11. ↑ "MOBIL LISTRIK : Tipe-tipe Mobil Listrik". Tatak Nurandhari. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-22. Diakses tanggal 2021-01-17.
  12. ↑ "Seratus Miliar untuk riset mobil listrik". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-09. Diakses tanggal 2013-07-06.
  13. ↑ "Pemerintah hapus pajak mobil listrik". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2013-07-06.
  14. ↑ {{cite web|url=http://www.kendaraanlistrik.net/2013/06/sudah-tersedia-dan-berikut-spec-zbee.html|title=Zbee[pranala nonaktif permanen] Swedia buka pabrik kendaraan listrik di Indonesia}
  15. ↑ "electric automobile." Encyclopaedia Britannica Online. N.p., n.d. Web. 5 Oct. 2009.
  16. ↑ Kirsch, David A. (2000). The Electric Vehicle and the Burden of History. Rutgers University Press. hlm. 153–162. ISBN 9780813528090.
  17. ↑ "Electric Vehicles Attract Attention". New York Times. November 12, 1911.{{cite news}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Sherry Boschert (2006). Plug-in Hybrids: The Cars that will Recharge America. New Society Publishers, Gabriola Island, Canada. hlm. 15–28. ISBN 978-0-86571-571-4.
  19. ↑ See Who Killed the Electric Car? (2006)
  20. ↑ Thursday, July 1, 2010 (2011-01-19). "Millions Of Electric Miles". Tesla Motors. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-01-13. Diakses tanggal 2011-01-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  21. ↑ "Mitsubishi Motors Begins Production of i-MiEV; Targeting 1,400 Units in Fiscal 2009". Green Car Congress. 2009-06-05. Diakses tanggal 2010-04-04.
  22. ↑ Kageyama, Yuri (2010-03-31). "Japanese Start Buying Affordable Electric Cars". The Seattle Times. Associated Press. Diakses tanggal 2010-04-24.
  23. ↑ Chang-Ran Kim (2010-03-30). "Mitsubishi Motors lowers price of electric i-MiEV". Reuters. Diakses tanggal 2010-04-25.
  24. ↑ "Mitsubishi Begins Sales of i-MiEV to Individuals in Hong Kong; First Individual Sales Outside of Japan". Green Car Congress. 2010-05-20. Diakses tanggal 2010-05-21.
  25. ↑ "Mitsubishi Motors to Begin Shipping i-MiEV to Australia in July; 2nd Market Outside Japan". Green Car Congress. 2010-06-02. Diakses tanggal 2010-06-02.
  26. ↑ Doggett, Scott (2010-12-11). "First Production Nissan Leaf Electric Vehicle Delivered to Customer". Edmunds.com. Diakses tanggal 2010-12-11.
  27. ↑ "Nissan delivers first Leaf in Japan". The Green Car Website. 2020-12-22. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-26. Diakses tanggal 2010-12-23.
  28. ↑ Nissan (2010-12-11). "Nissan Makes History With Delivery of World's First 100% Electric Nissan LEAF to California Consumer". PR Newswire. Diakses tanggal 2010-12-11.
  29. ↑ https://afdc.energy.gov/vehicles/how-do-all-electric-cars-work.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong; Parameter tidak dikenal |fechaacceso= diabaikan (|access-date= disarankan); Parameter tidak dikenal |idioma= diabaikan (|language= disarankan); Parameter tidak dikenal |sitioweb= diabaikan (|website= disarankan); Parameter tidak dikenal |título= diabaikan (|title= disarankan)
  30. ↑ https://afdc.energy.gov/vehicles/electric-basics-ev.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong; Parameter tidak dikenal |fechaacceso= diabaikan (|access-date= disarankan); Parameter tidak dikenal |idioma= diabaikan (|language= disarankan); Parameter tidak dikenal |sitioweb= diabaikan (|website= disarankan); Parameter tidak dikenal |título= diabaikan (|title= disarankan)
  31. ↑ "Alternative Fuels Data Center: How Do All-Electric Cars Work?". afdc.energy.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-09-03.
  32. ↑ US EPA (2021-05-14). "Electric Vehicle Myths". www.epa.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-03.
  33. 1 2 Mera, Zamir; Georg Bieker. 2023. Comparison of the Life-cycle Greenhouse Gas Emissions of Combustion Engine and Electric Passenger Cars and Two-Wheelers in Indonesia. Washington, DC: International Council on Clean Transportation.
  34. ↑ US EPA, OAR (2021-05-14). "Electric Vehicle Myths". www.epa.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-03.
  35. ↑ "Global EV Outlook 2026 – Analysis". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2026-05-20. Diakses tanggal 2026-09-03.
  36. ↑ U.S. Department of Transportation. 2016. Federal Motor Vehicle Safety Standards; Minimum Sound Requirements for Hybrid and Electric Vehicles. Washington, DC: U.S. Department of Transportation.
  37. ↑ Dillard, Ted (2014-09-23). "Rare Look Inside A Tesla Model S Battery Pack". InsideEVs. Diakses tanggal 2014-09-23.
  38. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Apakah Mobil Listrik Aman Digunakan Saat Banjir atau Justru Berisiko?". Retoria.id. Diakses tanggal 9 Juni 2026.
  39. 1 2 Agence France-Presse (2011-05-15). "Electric cars take off in Norway". The Independent. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-17. Diakses tanggal 2011-10-09.
  40. ↑ "Global EV Outlook 2026 – Analysis". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2026-05-20. Diakses tanggal 2026-09-03.
  41. ↑ "Global EV Outlook 2025 – Analysis". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-05-14. Diakses tanggal 2026-09-03.
  42. ↑ "Global EV Outlook 2026 – Analysis". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2026-05-20. Diakses tanggal 2026-09-03.
  43. ↑ Rayanti, Dina. "Harga Mobil Listrik Termurah Juli 2026". detikoto. Diakses tanggal 2026-09-03.
  44. ↑ "Electric vehicle charging – Global EV Outlook 2026 – Analysis". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-09-03.
  45. 1 2 "Trends in electric cars – Global EV Outlook 2026 – Analysis". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-09-03.
  46. 1 2 3
  47. ↑ "Global EV Outlook 2026 – Analysis". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2026-05-20. Diakses tanggal 2026-09-03.
  48. ↑ "Vehicle Purchase Tax". www.chinatax.gov.cn. Diakses tanggal 2026-09-03.
  49. ↑ Zhao, Xiaolei; Li, Xuemei; Jiao, Dehan; Mao, Yumeng; Sun, Jingxiao; Liu, Guanyi (2024-12-01). "Policy incentives and electric vehicle adoption in China: From a perspective of policy mixes". Transportation Research Part A: Policy and Practice. 190: 104235. doi:10.1016/j.tra.2024.104235. ISSN 0965-8564.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  50. ↑ "Incentives and Legislation | European Alternative Fuels Observatory". alternative-fuels-observatory.ec.europa.eu. Diakses tanggal 2026-09-03.
  51. ↑ "Ban on import of internal combustion engine vehicles – Policies". IEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-09-03.
  52. ↑ "Prime Minister Carney launches new strategy to transform Canada's auto industry". Prime Minister of Canada (dalam bahasa Inggris). 2026-02-05. Diakses tanggal 2026-09-03.
  53. ↑ "PERPRES No. 55 Tahun 2019". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2026-09-03.
  54. ↑ "PERPRES No. 79 Tahun 2023". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2026-09-03.
  55. ↑ Danny King (2011-06-20). "Neighborhood Electric Vehicle Sales To Climb". Edmunds.com Auto Observer. Diakses tanggal 2012-02-05.
  56. ↑ "Chrysler launches the 2011 GEM line". Green Car Congress. 2011-01-07. Diakses tanggal 2011-04-04.
  57. ↑ Dave Hurst and Clint Wheelock (2011). "Executive Summary: Neighborhood Electric Vehicles - Low Speed Electric Vehicles for Consumer and Fleet Markets" (PDF). Pike Research. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-03-07. Diakses tanggal 2012-02-05.
  58. ↑
  59. ↑ Mitsubishi Motors Corporation (2011-11-24). "Mitsubishi Motors to Launch New MINICAB-MiEV Commercial Electric Vehicle in Japan". MMC Press Release. Diakses tanggal 2011-12-06.
  60. ↑ John Voelcker (2012-05-01). "April Electric Car Sales Lower; Plug-In Prius Leads Sales". Green Car Reports. Diakses tanggal 2012-05-01.
  61. ↑ Neil Winton (2012-02-06). "Europe's electric car sales stutter and stall; will 2012 be much better?". The Detroit News. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-12. Diakses tanggal 2012-05-13.
  62. ↑ "Salgstall pr. apr 2012" [Sales Figures April 2012] (dalam bahasa Norwegian). Grønn bil. Mei 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-26. Diakses tanggal 2012-05-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) See graph "Salgstall pr. apr 2012" (Sales Figures April 2012) for 2012 monthly sales and "Anslag apr 2012" for cumulative EV registrations through April 2012.
  63. 1 2 Ole Henrik Hannisdahl (2012-01-09). "Eventyrlig elbilsalg i 2011" [Adventurous electric vehicle sales in 2011] (dalam bahasa Norwegian). Grønn bil. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-07. Diakses tanggal 2012-01-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) See table "Elbilsalg i 2011 fordelt på måned og merke" (Electric vehicle sales in 2011, by onth and brand) to see monthly sales for 2011.
  64. ↑ Ray Jing (2012-01-16). "China sold 8,159 NEVs in 2011". China Automotive Review. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-28. Diakses tanggal 2012-01-23.
  65. 1 2 Laurent Meillaud (2012-01-14). "2630 voitures électriques immatriculées en 2011" [2630 electric cars registered in 2011] (dalam bahasa French). MSN France. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-06. Diakses tanggal 2012-01-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  66. ↑ Autoactu.com (2011-01-12). "France: 1500 Véhicules Électriques de Toutes Catégories Immatriculés en 2010" (dalam bahasa French). France Mobilite Électrique. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-25. Diakses tanggal 2011-10-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  67. ↑ Autobild (2012-01-12). "2011 Full Year Best-Selling Electric Cars in Germany in 2011". European Traveler. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-19. Diakses tanggal 2012-02-07.
  68. ↑ "Bus listrik beroperasi di Yogya". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-25. Diakses tanggal 2013-06-08.
  69. ↑ "Tour de Java oleh mobil listrik ITS". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-25. Diakses tanggal 2014-05-25.
  70. ↑ Setiyo, Muji; Setiawan, Indra Chandra; Peeie, Mohamad Heerwan Bin (2025-01-15). "Research Trends of Electric Vehicles (EVs) in Indonesia, Malaysia, and Thailand: A Quick Analysis using Bibliometric". Automotive Experiences. 8 (1): 1–8. doi:10.31603/ae.13020. ISSN 2615-6636.


Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Electrically-powered automobiles.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan