Kamis, 24 September 2026
02:18 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Metasoma

Metasoma

Artikel ini bukan mengenai metastoma.
250px-Scorpion_anatomy.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anatomi kalajengking: 1 = prosoma; 2 = mesosoma; 3 = metasoma
250px-Ant_closeup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Metasoma semut ini sangat jelas terlihat: bagian itu adalah bagian posteriornya, termasuk petiole.

Metasoma adalah bagian belakang tubuh, atau tagma, hewan-hewan arthropoda dengan tubuh yang terbagi menjadi tiga bagian. Dua bagian lainnya adalah prosoma dan mesosoma.[1] Pada serangga, metasoma mengandung sebagian besar saluran pencernaan, sistem pernapasan, serta sistem peredaran darahnya. Selain itu, segmen-segmen apikalnya umumnya termodifikasi membentuk alat kelamin. Pada beberapa jenis serangga paling primitif (Archaeognatha), segmen-segmen metasomanya menyandang anggota gerak kecil yang terartikulasi, yang dikenal sebagai "styli". Anggota gerak ini umum dianggap vestigial. Terdapat juga anggota gerak praapikal pada sebagian ordo serangga, yang dikenal sebagai serkus. Serkus dapat bersegmen banyak dan tampak mirip dengan sepasang antena, meski terletak di bagian posterior serangga. Selain itu, serkus juga dapat sangat termodifikasi atau hilang sepenuhnya. Selain ciri tersebut, sebagian besar serangga dewasa tidak memiliki anggota gerak pada metasomanya. Namun, banyak larva serangga (misalnya ulat) memiliki sejenis anggota gerak, seperti prakaki (proleg) atau, pada serangga air, insang.

Pada Hymenoptera Apocrita (tawon, lebah dan semut), metasomanya terdiri dari segmen abdomen kedua (yang umumnya membentuk sebuah petiole) dan segmen-segmen yang terletak di posteriornya, dan umumnya dikenal sebagai gaster alih-alih abdomen. Pada serangga-serangga dengan ciri ini, segmen abdomen pertamanya dikenal sebagai propodeum dan menyatu ke toraks. Metasomanya terzirah oleh lempeng-lempeng kitin, dengan tergit di permukaan atasnya, serta sternit pada permukaan bawahnya.[2]

Pada kalajengking, metasomanya adalah ekornya.[3] Pada chelicerata lainnya, seperti laba-laba, mesosomanya menyatu dengan metasoma untuk membentuk opistosoma.[4]

Referensi

  1. D. R. Khanna & P. R. Yadav (2004). "Segmentation in arthropods". Biology of Arthropoda. Discovery Publishing House. hlm. 316–394. ISBN 978-81-7141-897-8.
  2. Donald L. J. Quicke (2009). "Hymenoptera (ants, bees, wasps)". Dalam Vincent H. Resh & Ring T. Cardé (ed.). Encyclopedia of Insects (Edisi 2nd). Academic Press. hlm. 473–484. ISBN 978-0-12-374144-8.
  3. Stanley C. Williams (2009). "Scorpions". Dalam Vincent H. Resh & Ring T. Cardé (ed.). Encyclopedia of Insects (Edisi 2nd). Academic Press. hlm. 904–909. ISBN 978-0-12-374144-8.
  4. D. R. Khanna & P. R. Yadav (2004). "Segmentation in arthropods". Biology of Arthropoda. Discovery Publishing House. hlm. 316–394. ISBN 978-81-7141-897-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan