Minggu, 27 September 2026
09:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Merpati bukit

Merpati bukit

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)
Merpati bukit
250px-ColumbaRupestris.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. rupestris
Nama binomial
Columba rupestris
Pallas, 1811
Artikel takson sembarang

Merpati bukit (Columba ruperstris) atau Merpati bukit Turkistan atau Merpati batu Timur adalah spesies burung di famili Columbidae.

Deskripsi

Mirip merpati karang. Akan tetapi, di bagian ekor terdapat garis memanjang. Leher, tembolok, dan dada bagian atas berwarna hijau metalik dan ungu. Paruh nya hitam, dan ekor nya berwarna kuning tua.[1]


Taksonomi dan sistematika

Terdapat dua subspesies yang diakui:

  • turkestanica, dideskribsikan oleh Buturlin, ditemukan di persebaran barat dari distribusi.
  • rupestris, dideskribsikan oleh Pallas, ditemukan di persebaran timur dari distribusi.

Persebaran

Mereka ditemukan di Pakistan, India, Nepal, Turkmenistan, Mongolia, dan Afghanistan. Di Pakistan, mereka ditemukan dekat Nuristan.Sementara di timur, yakni di Hunza dimusim panas mereka hidup di ketinggian 2000 meter dan dimusim dingin mereka hidup di ketinggian 5500 m. Menurut IUCN walaupun spesies ini menurun, akan tetapi karena distribusinya luas maka IUCN menggolongkan merpati ini sebagai spesies Risiko Rendah.[2]

Kelakuan dan ekologi

Mereka terbang dengan ketinggian dari 1.500-6.100 meter. Mereka erat kaitannya dengan merpati batu yang suka terbang lebih tinggi.[3] Dan mereka adalah spesies yang suka berteman.Mereka suka bergabung dengan merpati batu. Mereka sangat jinak dan ditemukan di pemukiman manusia.[4]

Di Tajikistan, pada permulaan Februari mereka memulai membuat sarang, di mana pada saat itu burung yang baru dapat terbang saat bulan September.Di Tibet, sarang mereka diletakkan di rumah-rumah baik yang dihuni atau tidak.[5] Mereka membesarkan 2 anak setahun.[5]

Makanan mereka sama seperti merpati batu, merpati bukit makan daun yang masih hijau, sesekali mereka makan moluska kecil seperti kerang.[6]

Bahasa Lain

Referensi

  1. ↑ http://www.birds.kz/Columba%20rupestris/indexe.html[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ "Columba rupestris: The Red List of Threatened Species" (Web article). The World Conservation Union. Diakses tanggal 2008-02-08.
  3. ↑ Gibbs, David. Pigeons and Doves: A Guide to the Pigeons and Doves of the World. United Kingdom: Pica Press. hlm. 624. ISBN 1-873403-60-7.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  4. ↑ Rasmussen PC & JC Anderton (2005). Birds of South Asia: The Ripley Guide. Volume 2. Smithsonian Institution & Lynx Edicions. hlm. 205.
  5. 1 2 Baker, ECS (1928). Fauna of British India. Birds. Vol. 5 (Edisi 2). Taylor and Francis, London. hlm. 222–223.
  6. ↑ Francis M., Clement (2005). "Birds of Ladakh". Indian Birds. 1 (5): 109–114.
  7. 1 2 3 4 5 Columba rupestris (Hill Pigeon) - Avibase
  8. 1 2 Hill Pigeon (Columba rupestris) videos, photos and sound recordings | the Internet Bird Collection | HBW Alive

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan