Melly Goeslaw | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Mulai menjabat 1 Oktober 2024 | |
| Jabatan lain | Anggota Komisi X (sejak 2024) |
| Daerah pemilihan | Jawa Barat I |
| Mayoritas |
|
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Melliana Cessy Goeslaw 7 Januari 1974 (umur 52) Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Partai politik | Gerindra (2023–sekarang) |
| Suami/istri | |
| Anak | 2 |
| Orang tua |
|
| Pekerjaan | |
Penghargaan sipil | daftar lengkap |
| Situs web | mellygoeslaw.id |
| Karier musik | |
| Genre | |
| Instrumen | Vokal |
| Tahun aktif | 1987–sekarang |
| Label | |
Melliana Cessy Goeslaw (lahir 7 Januari 1974)[1][2] adalah penyanyi-penulis lagu, pemeran, politikus, dan lirikus Indonesia. Ia merupakan salah satu dari penyanyi dan penulis lagu tersukses di Indonesia. Bersama dengan Titi DJ, Krisdayanti dan Ruth Sahanaya, ia dipandang sebagai diva Indonesia.
Lahir di Bandung, Melly Goeslaw mulai bernyanyi sejak kelas lima, lalu mulai menulis lagu dan bekerja sebagai penyanyi latar bagi Elfa Secioria sejak SMA. Kariernya ini membawa ia dan keluarganya ke Jakarta. Di sana, ia juga meniti karier sebagai penyanyi latar dalam tur Katon Bagaskara dan bertemu dengan Anto Hoed dan Andy Ayunir. Ketiganya kemudian membentuk band trio Potret pada tahun 1995, tahun yang sama ia menikah dengan Anto. Album debut mereka membuat mereka dikenal publik. Saat ini, Melly telah menulis lebih dari 500 lagu.
Melly Goeslaw kemudian meniti karier solo dengan mengeluarkan album Melly pada tahun 1999. Namanya kemudian dikenal masyarakat setelah ia menyediakan musik tema bagi film Ada Apa Dengan Cinta? bersama dengan suaminya. Hal ini membuat mereka memenangkan penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 2004 sebagai "Penata Musik Terbaik". Ia kemudian merilis berbagai album solo dan musik tema bagi beberapa film, termasuk Ada Apa Dengan Cinta? 2 (yang juga mendapatkan penghargaan di FFI tahun 2016).
Pada tahun 2023, Melly menjajal dunia politik dengan bergabung bersama Partai Gerakan Indonesia Raya.[3][4]
Kehidupan awal dan pribadi
Melly Goeslaw lahir di Bandung pada tanggal 7 Januari 1974.[5] Ia merupakan putri tunggal dari pasangan Ersi Sukaesih dan Melky Goeslaw, penyanyi dan penulis lagu.[6][5] Setelah orang tuanya bercerai, Melly tinggal bersama dengan ibunya dengan adiknya Shanty Yuliet Goeslaw, yang lahir dari pernikahan kedua ibunya dan menjadi manajernya kemudian hari.[7][8] Ia mulai menyukai menulis puisi ketika berada di sekolah dasar. Ketika mengenang hal itu, ia menyebut bahwa ia "sangat bahagia ketika mencorat-coret kertas dan menulis puisi".[7] Ia juga mulai menekuni hobi bernyanyi di kelas lima setelah diyakini oleh ibunya, yang yakin kalau Melly dapat bernyanyi seperti ayahnya.[8] Ia sendiri pada awalnya tidak berniat untuk menjadi seorang penyanyi.[7]
Melly kemudian mulai menekuni bidang musik dan menulis lagu sejak SMA. Mengingat ia belum dapat memainkan instrumen musik saat itu, ia sering merekam senandung lagu dalam Walkman dan menulis lirik lagu di sapu tangan atau buku sekolah. Pada saat itu juga, ia mulai bekerja sebagai vokalis latar bagi Elfa Secioria.[7] Hal ini menyebabkan Melly dan keluarganya pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kariernya. Melly kemudian diminta untuk menjadi penyanyi latar bagi penyanyi pop lainnya, seperti Katon Bagaskara. Pada suatu waktu, ia bahkan mengikuti sesi studio di tiga tempat berbeda secara bersamaan. Kendati demikian, penghasilan yang ia dapatkan membuat ia terus berkarier.[8]
Melly bertemu dengan Anto Hoed, dan akhirnya menikah dengan pada 4 Agustus 1995. Mereka dikaruniai dua anak laki-laki, Anakku Lelaki Hoed (Ale) lahir pada 22 Agustus 2000, disusul anak kedua mereka, Pria Bernama Hoed (Abe) yang lahir pada 9 Mei 2003.[9]
Karier

Ia bersama suaminya terlebih dahulu mendirikan grup musik Potret, di mana ia menjadi vokalis grup itu. Selain telah mengorbitkan banyak penyanyi, ia juga merupakan seorang komposer yang sangat hebat, dia mampu menciptakan lagu-lagu seperti di album solonya yang pertama, Melly yang berhasil termasuk dalam 150 Album Indonesia Terbaik versi Majalah Rolling Stone Indonesia, ia lalu mengajak Ari Lasso untuk berduet dengannya, yang berisikan lagu berjudul "Jika".
Meskipun demikian, ia mengaku jika ia sama sekali tidak bisa membaca not balok. Jika sedang mendapat inspirasi, dia selalu meminta suaminya, Anto Hoed untuk menulis notasinya. Penyanyi yang sering berdandan nyentrik ini, sempat vakum di dunia musik tanah air selama 3 tahun untuk memberi tumpuan kepada album Potret dan kelahiran anak sulungnya. Pada tahun 2002, dia mendapat penawaran untuk album lagu tema dengan didampingi suaminya, Anto Hoed. Kini namanya sangat diperhitungkan dalam belantika dunia hiburan di Indonesia dan Malaysia. Ia jago menyanyi, membuat lagu, membuat album lagu tema film, akting melalui video klipnya, menulis hingga menjadi produser film.
Ia dan suaminya tidak mau menggantungkan hidup dengan menjadi penyanyi di klub-klub. Akhirnya, berkat kerja kerasnya bersama sang suami, ia pun muncul dengan grup musik Potret pada pertengahan tahun 1990-an silam.
Pada tahun 2000, lagu ciptaan Melly berjudul "Tegar" yang dinyanyikan oleh Rossa, menjadi lagu tema sinetron Suami, Istri & Dia. Dua tahun setelahnya, ia mendapat penawaran untuk membuat album lagu tema dengan didampingi suaminya, Anto Hoed, setelah berakhirnya era lagu tema sinetron yang diciptakan oleh Chossy Pratama. Album lagu tema pertamanya berjudul Ada Apa dengan Cinta? yang tidak hanya sukses di Indonesia, tetapi juga terkenal di negara Malaysia. Setelah itu, ia mendapat tawaran untuk mengisi soundtrack lagi, yaitu Eiffel... I'm in Love. Ia juga mengeluarkan album solo kedua dengan judul "Intuisi". Di album itu, ada 3 lagu yang dijadikan soundtrack untuk film yang diangkat dari cerpen karyanya sendiri dengan judul Tentang Dia. Salah satu lagu di album tersebut yang berjudul Biar Saja Ini Mengalir menjadi soundtrack film tersebut. Belum lama setelah itu, ia mendapat lagu tema lagi, yang berjudul Apa Artinya Cinta?, dengan mengajak teman duetnya, Ari Lasso. Pada tahun berikutnya, ia memulai kontrak menata musik di Starvision, menggantikan Dwiki Dharmawan yang habis masa kontraknya. Ia juga menggarap soundtrack untuk film yang sangat fenomenal, Heart. Namun, ia tidak ikut bernyanyi, ia dan suaminya hanya menciptakan semua lagu di dalamnya.
Tahun berikutnya, ia membuat album solonya yang ketiga dengan judul "Mindnsoul", dan merupakan album kumpulan dari lagu-lagu di album sebelumnya, serta mengeluarkan 3 lagu baru. Tak lama kemudian, ia dan suaminya mendapatkan soundtrack yang berjudul The Butterfly. Ia mengeluarkan satu singel saja dengan judul yang sama. Pada tahun 2008, ia telah menghasilkan dua buah lagu tema untuk film Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy. Pada tahun 2009, ia menggarap soundtrack film yang juga diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul "Ketika Cinta Bertasbih". Tahun berikutnya ia mendapatkan pekerjaan untuk mengisi tiga lagu tema sekaligus, yaitu: Heart 2 Heart, Kabayan Jadi Milyuner, dan Love Story. Semenjak itu ia sering disebut dengan julukan Ratu Lagu Tema karena telah menggarap lebih dari sepuluh lagu tema dengan suaminya.
Seperti penyanyi lainnya, ia juga mempunyai impian mengadakan konser tunggal. Pada tahun 2009, ia menggelar konser tunggal perdananya bertajuk Glow, yang diselenggarakan pada 19 Agustus 2009.
Konser dimulai sekitar pukul 20.30 WIB di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan. Let's Dance Together menjadi lagu pembuka konser. Ia mengenakan gaun hitam bernyalakan lampu yang kemudian ditarik ke atas, sehingga terlihat seperti seolah-olah sedang terbang. Ia juga melakukan hal yang sama saat menyanyikan "Pernikahan Dini", yaitu salto di udara sebanyak 4 kali putaran.
Kemudian, Ello dan Tora Sudiro berduet dengannya untuk menyanyikan lagu Ada Apa dengan Cinta? dan Jika. Tora yang lebih piawai berakting pun sempat lupa lirik saat menyanyikan lagu Jika, tetapi ia bisa menutupi dengan gaya kocaknya.
Irama disko berganti dengan percintaan ala Melly. "Suara Hati Seorang Kekasih" menjadi bukti cintanya terhadap sang suami, Anto Hoed. Seperti judul lagunya, ia berusaha menunjukan cinta, kasih sayang, dan kesetiaannya dengan memberikan ciuman. Ia tampil nyentrik menyanyikan tiga tembang dari grup musik Potret.
Sahabat-sahabatnya yang menamakan diri mereka The Ladies, seperti Yuni Shara, Kristina, Krisdayanti, dan Rossa melihatnya dari bawah panggung. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka, sehingga suasana pun menjadi haru.
Suasana semakin memanas, dan disko pun bergema lagi. Lagu "Tegar" dan "My Heart", yang aslinya berirama lambat, disulapnya dengan irama cepat. Dari enam gaun yang ia pakai, rata-rata bobotnya lebih dari tiga kilogram.
BBB juga ikut meramaikan konser itu. Sayangnya, Laudya Cynthia Bella tidak hadir. Meskipun begitu, Raffi Ahmad, Dimas Beck, Ayushita dan Chelsea Olivia sukses memberikan rasa terima kasihnya kepadanya.
Ia pun memberikan kejutan dengan menyisipkan tribute to Michael Jackson di tengah konser. Ia merasa perlu menghormatinya, karena telah memberikan banyak inspirasi untuknya dalam menciptakan lagu. Tiga lagu yang dinyanyikan adalah; "Ben", "One Day in Your Life", dan "You Are Not Alone".
Tak hanya itu, ia pun tak lupa dengan almarhum ayahnya, Melky Goeslaw yang wafat pada 20 Desember 2006. Untuk melepas rindu, ia berduet dengan suara digital sang ayah saat menyanyikan lagu "Malam yang Dingin"; yang membuatnya tak kuasa menahan tangis. Konser itu pun diwarnai dengan atraksi yang memukau dari tata lampu dan suara, serta lagu "Tentang Seseorang", "Glow", dan "I Just Wanna Say I Love You" yang berirama disko menutup konser pada malam itu.
Pada tahun 2010, ia menciptakan lagu tema serial Dari Sujud ke Sujud yang menjadi lanjutan dari film Ketika Cinta Bertasbih, pada tahun itu juga ia masuk dalam jajaran "50 The Greatest Indonesian Singers" versi Majalah Rolling Stone Indonesia. Pada tahun 2012, ia juga telah menghasilkan soundtrack untuk tiga buah film, yaitu Brokenhearts, 18++ Forever Love dan Cinta Suci Zahrana. Ia menciptakan lagu khusus untuk film Brokenhearts dengan judul yang sama. Setelah itu, SinemArt sekali lagi memercayakan kepadanya untuk menciptakan soundtrack film religi lainnya berjudul Cinta Suci Zahrana bersama suaminya, Anto Hoed dan film itu juga diiringi lagu "Pengembara". Ia juga merilis novel Balance yang menceritakan pandangannya terhadap dunia musik Indonesia sepanjang kariernya sebagai seniman. Pada tahun yang sama, ia menciptakan lagu tema untuk film Habibie & Ainun berjudul "Cinta Sejati" yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari.
Pada tahun 2013, ia meluncurkan album kompilasi berjudul Balance yang berisikan sepuluh lagu duet hasil ciptaannya. Album ini dijual di gerai KFC seluruh Indonesia. Ia juga telah menghasilkan lagu tema kepada film arahan Nayato Fio Nuala berjudul Apa Ini Cinta. Pada tahun yang sama, ia dan suaminya menggarap lagu tema dari novel terlaris Indonesia karya Tere-Liye dengan berjudul Moga Bunda Disayang Allah. Setelah menulis "Akibat Pernikahan Dini", ia menulis "Surat Kecil untuk Tuhan" untuk Nikita Willy. Lagu tersebut menjadi lagu tema untuk Surat Kecil untuk Tuhan the Series. Ia dipilih menjadi salah satu tenaga pengajar untuk acara realitas di Malaysia, yaitu Akademi Fantasia musim ke-10.
Pada awal Juli 2014, ia telah memutuskan untuk menutup "mahkotanya" dengan hijab. Pasca berhijab, ia semakin aktif menciptakan lagu, menggarap album musik tema film dan sinetron, serta merambah ke dunia akting.
Pada bulan Januari 2017, Melly turut menciptakan lagu "Satu untuk Semua" yang dibawakan oleh artis-artis SinemArt untuk merayakan pindahnya SinemArt dari RCTI ke SCTV.[10] Pada bulan Desember, ia juga diumumkan menjadi pengisi lagu "Hara" ciptaannya sendiri, yang diproduseri oleh Rinaldy Yunardi.[11] Pada awal tahun 2018, ia resmi putus kontrak dari Aquarius Musikindo, dan menggarap jalur suara untuk film Eiffel... I'm in Love 2 arahan Rizal Mantovani. Lalu, pada bulan Mei tahun yang sama, ia berkolaborasi bersama Hedi Yunus lewat lagu berjudul "Lagu Religi". Pada Juli, ia merilis singel yang didedikasikan untuk Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia dengan judul "Cahaya dalam Cahaya". Pada 7 September, ia merilis "Bintang di Hati" sebagai lagu tema untuk film keluarga Dancing in the Rain.[12][13] Setahun setelahnya, lagu tersebut juga dijadikan lagu tema serial televisi Samudra Cinta yang disutradarai oleh Gita Djun.
Pada akhir tahun 2019, ia berduet bersama Rita Effendy untuk membawakan ulang lagu "Kusadari" ciptaan Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun.
Ia mengawali tahun 2020, tepatnya di bulan Januari, dengan menciptakan lagu untuk penyanyi cilik berdarah Australia-Indonesia Izellah dengan judul "Hello".[14] Kemudian, ia menciptakan dan menyanyikan "Siap Terluka" untuk serial Istri Kedua di SCTV. Pada bulan Mei, ia kembali merilis singel religi "Berkumpul di Surga".
Pada tahun 2021, Melly memulai debutnya di dunia akting sinetron. Ia bermain dalam sinetron Samudra Cinta, menyanyikan 3 lagu ciptaannya, dua di antaranya adalah lagu lawas, yaitu "Gantung" dan "Ku Bahagia". Pada tahun yang sama, Melly menciptakan jalur suara untuk film perang produksi Temata, Screenplay Films dan Legacy Pictures yang berjudul Kadet 1947, dengan judul "Bakti" dinyanyikan oleh Anneth Delliecia.
Pada tahun 2026, Melly berhasil masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2026 untuk kategori Karya Produksi Aransemen Ulang Terbaik lewat "Suara Hati Seorang Kekasih" yang dinyanyikan ulang oleh El Putra Sarira dan Leya Princy.[15]
Kesuksesan menulis lagu
Ia telah sukses menciptakan banyak lagu, di antaranya lagu berjudul "Jika" dengan berduet bersama Ari Lasso, kemudian disusul dengan kesuksesannya menciptakan lagu "Menghitung Hari", "Yang Kumau", "I'm Sorry Goodbye", "Surga yang Tak Dirindukan" yang dibawakan oleh Krisdayanti, serta lagu “Hati Yang Terpilih”, "Tegar" "Ayat-Ayat Cinta", "Atas Nama Cinta", dan "Hey Ladies" yang dibawakan oleh Rossa. Lalu selain itu, ia juga telah menciptakan dua buah lagu untuk penyanyi populer dari Malaysia yaitu Siti Nurhaliza bertajuk "Biarlah Rahsia" dan "Pastikan" yang direkam di dalam album dengan judul Transkripsi, sekaligus keduanya dijadikan singel. Lagu "Biarlah Rahasia" berhasil mendapat penghargaan lagu terbaik di Anugerah Planet Muzik pada tahun 2007. Tak hanya itu, Melly juga sukses menciptakan banyak lagu untuk soundtrack film-film di Tanah Air hal itu membuatnya dijuluki sebagai Ratu Soundtrack Film Indonesia. Tidak hanya sampai disitu saja, karena Keberhasilan Melly Goeslaw dalam menciptakan dan menyanyikan banyak lagu membuatnya dianggap sebagai diva Indonesia bersama dengan Krisdayanti, Titi DJ dan Ruth Sahanaya.[16][17][18][19][20]
Diskografi
Album solo
- Pilihanku Deritaku (1988)
- Melly (1999)
- Intuisi (2005) (dijadikan ost. Tentang Dia)
- Dancing in the Silence (2011)
- Argentium (2020)[21]
Album lagu tema (sebagai penata musik)
- Ost. Ada Apa dengan Cinta? (2002) - Pemenang Penata Musik Terbaik Festival Film Indonesia 2004
- Ost. Eiffel... I'm in Love (2003)
- Ost. Apa Artinya Cinta? (2005)
- Ost. Heart (2006) - Nominasi Festival Film Indonesia 2006
- Ost. The Butterfly (2007) - Nominasi Festival Film Indonesia 2008
- Ost. Ketika Cinta Bertasbih (2009)
- Ost. Ada Apa dengan Cinta? 2 (2016) - Pemenang Penata Musik Terbaik Festival Film Indonesia 2016
- Ost. Eiffel... I'm in Love 2 (2018)
Album kompilasi
- Mindnsoul (2006)
- Balance (2013)
- Queen of Soundtrack (2013) (dijadikan ost. Moga Bunda Disayang Allah)
- Melly Goeslaw Masterpieces (2022)
Album mini
- Glow (2009)
Album Potret
- Potret (1995)
- Potret II (1997)
- Cafe (1998)
- From Dawn to Beyond (2001)
- Positive+POSITIVE (2003)
- I Just Wanna Say I L U (2008) (dijadikan ost. Chika)
- Nana Nana (2019)[22]
Penampilan lain (sebagai komposer, penulis lirik atau produser)
- Bukan Bintang Biasa the Soundtrack (2007)
- Krisdayanti (2007)
- Ost. Ayat-Ayat Cinta (2008)
Singel
- "Ngetrend" (dari album 10 Bintang Festival Penyanyi Pop Indonesia; 1989)
- "Hanya Dirimu" (dari album Kharisma 2; 1990)
- Apa Kata Dunia? (duet bersama Deddy Mizwar; 2007)
- Catatanku (duet bersama Baim; 2009)
- Jika Aku Menjadi (Album lagu tema dari acara televisi Jika Aku Menjadi di Trans TV; 2010)
- Demi Cinta (Album lagu tema Di Bawah Lindungan Ka'bah; 2011)
- Cinta Suci Zahrana (Album lagu tema Cinta Suci Zahrana, duet bersama Anto Hoed; 2012)
- Cinta dan Ibadah (Album lagu tema Cinta dan Ibadah dan Serenada Cinta Nadhira; 2014/2017)
- Promise (Album lagu tema Promise) (2016)
- Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? (Album lagu tema Kartini, duet bersama Gita Gutawa; 2017)
- Bintang di Hati (Album lagu tema Dancing in the Rain dan Samudra Cinta; 2018/2019)[23] - Nominasi Anugerah Musik Indonesia 2019 dan Pemenang Soundtrack Sinetron Paling Ngetop SCTV Awards 2020
- Kusadari (duet bersama Rita Effendy; 2019)
- Siap Terluka (Album lagu tema Istri Kedua; 2020)[24]
- Berkumpul di Surga (2020)
- Semua Bisa Berubah Maju (2020)
- Sio Mama (2021)
- Menghitung Hari feat. Mayangsari (2022)
- Terlanjur Sayang (2023)
- Kalem Aya Urang (2023)
- "Kalem Aya Urang (versi remix)" (2023)
- "Bertemu Kembali" (bersama Nike Ardilla; 2023) (Lagu tema Cinta Yasmin)
- Surga Menanti (feat Mostafa Atef) (2025)
- Jangan Pernah Berubah (duet bersama Dinda Ghania; 2025)
Cerpen dan Novel
- Tentang Dia (2005)
- 10 Arrrrgh (2007)
- Balance (2012)
Filmografi
Film
| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 2002 | Ada Apa dengan Cinta? | Pengisi lagu tema, pencipta lagu tema | ||
| 2003 | Eiffel... I'm in Love | |||
| 2005 | Tentang Dia | Penulis cerita, pencipta lagu tema | ||
| 2006 | Heart | Pencipta lagu tema | ||
| 2007 | Bukan Bintang Biasa the Movie | Produser, penata musik, pencipta lagu tema | ||
| 2008 | Chika | Pencipta lagu tema | ||
| 2009 | Ketika Cinta Bertasbih | |||
| Ketika Cinta Bertasbih 2 | ||||
| 2010 | Kabayan Jadi Milyuner | Pencipta lagu tema | Juga sebagai aktris; penampilan spesial | |
| 2012 | Brokenhearts | |||
| 2017 | Promise | Pengisi lagu tema | Judul lagu tema: "Promise" | |
| Kartini | ||||
| 2018 | Revan & Reina | Pencipta lagu tema | Judul lagu tema: "Bila Aku Jatuh Cinta" | |
| Dancing in the Rain | Pengisi lagu tema, pencipta lagu tema | Judul lagu tema: "Bintang di Hati" | ||
| Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga | —N/a | Sebagai aktris (Mamah Itje) | ||
| 2019 | Rumput Tetangga | Pencipta lagu tema | ||
| 2023 | Suzzanna: Malam Jumat Kliwon | Judul lagu tema: "Janji Kita" | ||
| 2024 | All Access to Rossa 25 Shining Years | —N/a | Sebagai aktris (Diri sendiri) | |
| 2025 | Hayya 3: Gaza | Pengisi lagu tema, pencipta lagu tema | Judul lagu tema: "Surga Menanti" | |
| Panggil Aku Ayah | Pencipta lagu tema | Judul lagu tema: "Tegar" | ||
| Lyora: Penantian Buah Hati | Judul lagu tema: "Bunda" | |||
| Rangga & Cinta | Penata musik, pencipta lagu tema | |||
| 2026 | Jangan Buang Ibu | Pencipta lagu tema |
Serial web
| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 2018 | Nawangsih | - | Penulis | |
| 2019—2020 | Helaw! | Diri sendiri | ||
| 2020 | Lubang Kunci | - | Penulis skenario, produser, dan pengarah kreatif | |
| 2022 | Imperfect the Series season 2 | Ibu Mila | Episode 1 dan 2 | |
| 2023 | Episode 13 | |||
| 2024 | Just Wanna Say I Love U | - |
Televisi
| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 2000 | Suami, Istri & Dia | Pencipta lagu tema | Judul lagu tema: "Tegar"; karya debut | |
| Hati yang Terpilih | ||||
| 2001 | Tirai Cinta | Judul lagu tema: "3 Cinta" | ||
| 2001—2002 | Pernikahan Dini | |||
| 2003 | Kenapa Ada Cinta | |||
| Malam Pertama | ||||
| 2004 | Pacar Khayalan | Judul lagu tema: "Jangan Pernah Berubah" | ||
| 2005 | www.cinta.com | |||
| 2006 | Bintang | |||
| 2006 | Dunia tanpa Koma | |||
| 2007 | Cinta Kembar | |||
| Heart Series | Penata musik, pencipta lagu tema | |||
| Cinderella (Apakah Cinta Hanyalah Mimpi?) | Pencipta lagu tema | |||
| 2007—2010 | Cinta Fitri | Judul lagu tema: "Atas Nama Cinta" (741 episode) | ||
| 2009 | Buku Harian Baim | |||
| 2011 | Antara Cinta dan Dusta | Judul lagu: "Antara Cinta dan Dusta" (112 episode) | ||
| 2013 | Konser K20: Spesial Melly Goeslaw | —N/a | Sebagai pengisi acara | |
| Akibat Pernikahan Dini | Pencipta lagu tema | |||
| 2015 | Pacarku dari Langit | |||
| 2016 | The Biggest Concert: Ada Apa dengan Cinta? 2 | —N/a | Sebagai pengisi acara | |
| 2017 | TV Movie | Pencipta lagu tema | Judul lagu: "Cinta dan Ibadah", episode: "Serenada Cinta Nadhira" | |
| 2018 | Maha Cinta | Judul lagu: "Hijrah Cinta" | ||
| 2018—2019 | Cinta Suci | |||
| 2019 | Pengantin Dini | Tidak dikreditkan | ||
| Dewi | ||||
| Trans Media Miracle 18 | —N/a | Pengisi acara | ||
| 2019—2021 | Samudra Cinta | Pencipta lagu tema | ||
| 2020 | Korean Wave in Love | Pengisi acara | ||
| Sayap Ibunda | Pencipta lagu tema | |||
| Istri Kedua | ||||
| Konser Amal Satu Indonesia | Pengisi acara | |||
| 2020—2022 | Putri untuk Pangeran | Pencipta lagu tema | ||
| 2020 | Aku Hanya Ingin Dicintai | 2 musim | ||
| 2021 | Samudra Cinta | —N/a | Sebagai aktris (diri sendiri); Episode 505 | |
| Samudra Cinta Musical Concert | Sebagai pengisi acara | |||
| Cinta untuk Bunda | Pencipta lagu tema | |||
| IPA & IPS | Judul lagu: "Kubahagia" | |||
| Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2021 | —N/a | Presenter | ||
| 2021—2022 | Buku Harian Seorang Istri | Pencipta lagu tema | Juga sebagai aktris (diri sendiri); kameo | |
| 2022—2023 | Cinta setelah Cinta | Pencipta lagu tema | ||
| 2023 | Rindu Bukan Rindu | |||
| Pernikahan Dini | Tidak dikreditkan | |||
| 2023—2024 | Dia yang Kau Pilih | Judul lagu: "Hati yang Terpilih" (119 episode) | ||
| 2023—2025 | Magic 5 | |||
| 2024 | Ijabah Cinta | Judul lagu: "Haunting" | ||
| 2024—2025 | Cinta Yasmin | |||
| Mencintaimu Sekali Lagi | ||||
| 2025 | Ketika Cinta Memanggilmu | |||
| 2025—2026 | Cinta Sedalam Rindu | |||
| Wanita Istimewa | ||||
| 2026 | Putri Pewaris | Judul lagu: "Promise" | ||
| 2026—sekarang | Kesetiaan | Judul lagu: "Pekik Jiwa" |
Video klip
- "Sedang Ingin Bercinta" (2006) — Dewa 19
Penghargaan dan nominasi
Sejarah elektoral
| Pemilu | Lembaga legislatif | Daerah pemilihan | Partai politik | Perolehan suara | Hasil | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024 | Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | Jawa Barat I | Partai Gerakan Indonesia Raya | 75.369[25] | ||
Referensi
Catatan kaki
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2005-03-13. Diakses tanggal 2005-03-13.
- ↑ "Langit Musik". Langit Musik (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-10. Diakses tanggal 2019-12-28.
- ↑ "Melly Goeslaw hingga Ahmad Dhani, Ini Deretan Artis yang Diusung Gerindra Jadi Caleg di Pemilu 2024". Tribun. 13 Mei 2023. Diakses tanggal 17 Juli 2023.
- ↑ "Kisah Melly Goeslaw Diva Indonesia yang kini memasuki Dunia Politik". BeritaParlemen. 7 Oktober 2024. Diakses tanggal 7 Oktober 2024.
- 1 2 KapanLagi.com, Melly Goeslaw.
- ↑ Globe 2009, First Solo.
- 1 2 3 4 Post 1999, Melly Goeslaw's.
- 1 2 3 Kidd and Fitri 2008, Whoa, Melly!.
- ↑ "Melly Goeslaw: Menikah Itu Seperti Memesan Telur - Polah - Tabloidbintang.com, Portal Berita Hiburan, Gosip Selebriti dan Foto Artis". Tabloid Bintang. Diakses tanggal September 23, 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Puluhan Artis SinemArt Nyanyi Lagu Tema SCTV "Satu Untuk Semua" Ciptaan Melly Goeslaw". Tabloid Bintang. 18 Januari 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Januari 2017. Diakses tanggal 15 Oktober 2026.
- ↑ Yosephine, Liza (14 Desember 2017). "Rinaldy A. Yunardi takes on elements in new couture collection". The Jakarta Post.
- ↑ "Rilis Lagu "Bintang di Hati", Melly Goeslaw Ceritakan Soal Mendiang Nike Ardilla Sahabatnya". TribunStyle.com. Diakses tanggal 3 Mei 2020.
- ↑ "Lewat Lagu Barunya, Melly Goeslaw Kenang Sang Sahabat Nike Ardilla". www.grid.id. Diakses tanggal 2020-05-24.
- ↑ Dwi Cahyani Putri, Adella (21 Januari 2020). "Lagu Berjudul 'Hello' Milik Izellah Conelly Ternyata Diciptakan Melly Goeslaw". Grid.ID. Diakses tanggal 2020-04-01.
- ↑ "Daftar Nominasi AMI Awards 2026". CNN Indonesia. 21 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "50 tahun Melly Goeslaw: perjalanan karier seorang Diva Multitalenta". 9 Januari 2024.
- ↑ "Sukses jadi Diva, intip rumah Melly Goeslaw yang bergaya vintage". 5 November 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Melly Goeslaw, sang Ratu Soundtrack Indonesia". 17 Maret 2022.
- ↑ "Rahasia Melly Goeslaw jadi Ratu Soundtrack". 14 Oktober 2018.
- ↑ "Dijuluki Ratu Soundtrack Film, Melly Goeslaw Ungkap Treatment yang Dilakukan Saat Ciptakan Lagu". 15 Maret 2024.
- ↑ "Argentium". Diakses tanggal 2020-09-28.
- ↑ "Nananana". Langit Musik (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-12. Diakses tanggal 2020-01-04.
- ↑ "Bintang di Hati (From "Dancing in the Rain")". Diakses tanggal 2020-11-25.
- ↑ "Siap Terluka". Diakses tanggal 2020-11-25.
- ↑ "Daftar Caleg Lolos Senayan di Jabar I: Ada Istri RK-Melly Goeslaw". 20 Maret 2024.
Sumber
- "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" [150 Best Indonesian Songs of All Time]. Rolling Stone Indonesia. No. 56. 2009. hlm. 32–103. Songs discussed on pages 74 and 88.
- Diani, Hera; Emond, Bruce (12 Desember 2004). "'Arisan' takes major honors at film festival". The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Oktober 2012. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "First Solo Concert For Melly Goeslaw". Jakarta Globe. 13 Agustus 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2012. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Hitipeuw, Jimmy (26 April 2011). "SBY opens convention on Intellectual Property Rights: Melly Goeslaw, Indonesian Intellectual Property Rights Figure". Kompas. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Kidd, Ellish; Fitri, Emmy (16 Maret 2008). "Whoa, Melly!". The Jakarta Post. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Melly finds writing religious songs hard". The Jakarta Post. 16 September 2008. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Melly Goeslaw". KapanLagi.com. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Melly Goeslaw's 'Diam' touches society's sore spot". The Jakarta Post. 18 Juli 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Oktober 2012. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Melly Goeslaw Takes Talent Search Online". Jakarta Globe. 5 April 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2012. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Melly much prefers to be backstage". The Jakarta Post. 7 Desember 2009. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Melly writes song for Malaysian flick". The Jakarta Post. 11 September 2008. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Music show for Bandung's 200th". The Jakarta Post. 10 Maret 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Oktober 2012. Diakses tanggal 3 September 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- Situs resmi Melly Goeslaw
- Melly Goeslaw di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- (Indonesia)Profil di KapanLagi.com
- Melly Goeslaw di X

- Melly Goeslaw di Instagram

- Saluran Melly Goeslaw di YouTube
- Melly Goeslaw TV di YouTube
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Seniman | |
| Lain-lain | |