Senin, 19 Oktober 2026
04:49 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Andi Fadly Arifuddin

Andi Fadly Arifuddin

musisi Indonesia

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Andi Fadly Arifuddin" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(November 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Andi Fadly Arifuddin" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Maret 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Mattotorang, nama keluarga patronimik Bugis dari ayahnya. Mahanggi adalah "nama keluarga Gorontalo ibunya; Andi adalah gelar kehormatan bangsawan Bugis.
Andi Fadly Arifuddin
250px-Fadly%2C_vocallist_PADI.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Andi Fadly Arifuddin Mattotorang

13 Juni 1975 (umur 51)
AlmamaterUniversitas Airlangga
Pekerjaan
Masa aktif1989–sekarang
Pasangan menikah
Deasy Aulia
​
(m. 2001)​
Anak4
Orang tuaAndi Arifuddin Mattotorang (ayah)
Orlian Mahanggi (ibu)
Karier musik
Genre
Instrumen
LabelSony Music Indonesia

Andi Fadly Arifuddin Mattotorang (lahir 13 Juni 1975) atau yang lebih dikenal sebagai Fadly Padi adalah seorang musikus, penyanyi, penulis lagu, dan aktor Indonesia keturunan Bugis, Sulawesi Selatan dari ayahnya, dan Gorontalo dari Ibunya.

Fadly merupakan vokalis utama dan juga salah satu pendiri dari grup musik rok alternatif Indonesia, Padi.

Selain itu, Fadly juga dikenal sebagai vokalis dari grup musik rok alternatif Indonesia, Musikimia. Sebelumnya, ia pernah menjadi vokalis dari Mr. Q Band, yang sering tampil sebagai di sejumlah kafe di Surabaya, Jawa Timur baik siang atau malam hari.

Pendidikan

Fadly merupakan alumnus Universitas Airlangga, Surabaya. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada tahun 1998. Kariernya sebagai musisi dimulai saat ia berkuliah di UNAIR. Pada 8 April 1997, Fadly dan rekan-rekan kampusnya yaitu Piyu, Yoyok, Rindra, dan Ari mendirikan grup band Padi. Sejak saat itu, ia dan rekan-rekannya terus berkarya dan memasuki industri musik nasional.[1]

Kehidupan pribadi

Fadly merupakan anak dari keluarga Bugis dan Gorontalo dari garis ayah dan ibunya. Ayahnya adalah Andi Arifuddin Mattotorang, berdarah Bugis dari Kesultanan Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Ibunya adalah Orlian Mahanggi, berdarah Gorontalo yang berasal dari Suwawa, Provinsi Gorontalo. Mahanggi adalah marga asli suku Gorontalo yang sebagian besar berdomisili di wilayah timur Gorontalo, yang dulunya merupakan bekas wilayah dari Kerajaan Suwawa.

Ayahnya merupakan Bupati Kabupaten Sinjai ke-5 pada periode tahun 1983 sampai dengan 1993, yakni bapak H. Andi Arifuddin Mattotorang, S.H.

Dengan demikian, ia merupakan cucu dari bangsawan Suku Bugis, Andi Mattotorang bin Andi Hatile bin Andi Patellui Petta Sau, yang merupakan anak dari La Pamulu To Paraungi Arung Cabalu Bone, putra dari raja Kesultanan Bone ke-24, yakni La Mappasessu To Appatunru dan Besse Langello Arung Bulo-Bulo.

Fadly resmi menikah dengan Dessy Aulia Arifuddin pada 2 September 2001. Saat ini, ia telah dikaruniai oleh empat orang anak yaitu Bilal dan Aidan, Fathimah, dan Hasan.[2]

Karier

Fadly tercatat sebagai pendiri band yang personelnya terdiri dari Ari Tri Sosianto (gitar), Surendro Prasetyo (drum), Rindra Risyanto Noor (bas), dan Satriyo Yudi Wahono (gitar) yang berdiri pada 8 April 1997. Bersama grup band Padi, Fadly sukses membawakan single Sobat dalam album keroyokan Indie 10. Tidak hanya itu, ia juga sukses membawa album lainnya seperti LAIN DUNIA (1999), SESUATU YANG TERTUNDA (2001), SAVE MY SOUL (2003), PADI (2005) dan TAK HANYA DIAM (2007).[2]

Meskipun sudah berpisah dengan Padi, pada tahun 2011 ia pernah bekerja sama dengan penyanyi religi Maher Zain asal Swedia bersama Awakening Records dengan mengeluarkan single berjudul Insha Allah. Kemudian pada tahun 2012, ia dan Maher melanjutkan kariernya di bidang akting dalam sinetron ramadan sebanyak 36 episode berjudul Insyaallah Ada Jalan. Pada tahun yang sama, Fadly bersama dengan mantan personil lain Padi mendirikan grup band baru bernama Musikimia. Kemudian pada tahun 2013, ia dan rekan-rekannya merilis karya single perdana pada 2013 berjudul Apakah Harus Seperti Ini di bawah Sony Music Indonesia. Kemudian, lagunya yang berjudul Sahabat Selamanya dan Baca Bukumu menjadi album lagu tema dalam kartun Malaysia Upin & Ipin.

Selain bernyanyi, Fadly juga berkesempatan duduk menjadi juri di ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim 12.[3] Kemudian, ia juga pernah menjadi produser solois Lobow dan grup musik pemenang A Mild Live Wanted 2008, Magneto yang berasal dari Makassar.

Prestasi dan pengakuan

Majalah Rolling Stone memasukan Fadly dalam "50 Greatest Indonesian Singers", yaitu daftar 50 penyanyi Indonesia terbaik sepanjang masa.

Filmografi

Film

Tahun Judul Peran Catatan
2021 Dear Imamku Kusnan
2024 Uang Panai' 2 Daeng Bro Kameo

Serial televisi

Tahun Judul Peran Catatan
2012 Insya Allah Ada Jalan Dirinya sendiri
2017 TV Movie Episode: Menanti Sebuah Jawaban
2020 Ikatan Cinta Musisi di restoran Episode 39

Acara televisi

Diskografi

Duo/Grup/Band

Padi

Musikimia

Solo

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "Alumnipedia - Andi Fadly Arifuddin". alumnipedia.unair.ac.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-05.
  2. 1 2 "Profil Fadly Padi". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2025-03-05.
  3. ↑ Aspirasiku.id (2022-12-22). "Daftar Sebelas Juri Indonesian Idol 2023, Mulai dari Rossa, BCL, Judika, Anang Hermansyah Hingga David Naif". aspirasiku.id. Diakses tanggal 2023-01-11.
Album studio
Kompilasi (Album live, single, dan lainnya)
Singel
  • "Sobat"
  • "Semua Tak Sama"
  • "Sesuatu yang Indah"
  • "Kasih Tak Sampai"
  • "Seandainya Bisa Memilih"
  • "Bayangkanlah"
  • "Rapuh"
  • "Hitam"
  • "Patah"
  • "Menanti Sebuah Jawaban"
  • "Siapa Gerangan Dirinya"
  • "Ternyata Cinta"
  • "Sang Penghibur"
  • "Jangan Datang Malam Ini"
  • "Harmoni"
  • "Belum Terlambat"
  • "Rencana Besar"
  • "Terluka"
  • "Jika Engkau Bersedih"
  • "Ingat Pesan Ibu"
Artikel terkait
Album
Rilis lainnya (Album live, single, dan lainnya)
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan