Selasa, 22 September 2026
03:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Max Tera

Max Tera

sinematografer dan penyunting film Indonesia

250px-Max_Tera.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Max Tera, 1960

Max Tera (25 Oktober 1920  1 Oktober 1992) adalah seorang sinematografer dan penyunting film asal Indonesia. Ia bekerja di PERFINI pada tahun 1950-an dan bekerja sama dengan sutradara Usmar Ismail.[1]

Biografi

Tera lahir pada tanggal 25 Oktober 1920 di Madiun, Jawa Timur, Hindia Timur Belanda. Ia melanjutkan pendidikannya sampai SMP (MULO), kemudian memutuskan menjadi fotografer.[2]

Sekitar tahun 1948, saat Revolusi Nasional Indonesia, Tera bergabung dengan perusahaan produksi film milik Belanda, South Pacific Film Corporation, tempat ia belajar sinematografer dari kameramen Belanda, AA Denninghoff-Stelling. Di South Pacific, Tera bekerja sebagai asisten sinematografer untuk sejumlah film, termasuk Djaoeh Dimata (1948), Gadis Desa, Harta Karun, dan Tjitra (semuanya tahun 1949). Saat bekerja di sana, Tera bertemu Usmar Ismail, sutradara Harta Karun dan Tjitra.[2]

Setelah revolusi berakhir pada Desember 1949, Ismail mulai menggarap film Darah dan Doa (1950). Tera diminta bergabung dengan tim produksinya.[2] Perekaman dimulai pada tanggal 30 Maret 1950 (sekarang dirayakan sebagai Hari Film Nasional di Indonesia).[3] Film ini gagal memperoleh kesuksesan pasca dirilis.[4] Meski begitu, Tera tetap bertahan di perusahaan produksi film milik Ismail, Perfini, lalu melatih sejumlah kameramennya, termasuk Kosnen, R. Husein, dan Kasdullah.[2]

Pada tahun 1960-an, Tera mulai menggarap film karya perusahaan-perusahaan lain atas seizin Perfini. Pada tahun-tahun terakhirnya, Tera bekerja lepas untuk mencari uang sekaligus karena merasa dirinya ditakdirkan sebagai seorang sinematografer.[2] Ia membuat film terakhirnya, Nuansa Birunya Rinjani, pada tahun 1989.[5] Tahun 1990, Tera dianugerahi Piala Usmar Ismail atas kontribusinya terhadap dunia perfilman Indonesia. Ia meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 1992.[2]

Filmografi

Sepanjang 41 tahun kariernya, Tera terlibat dalam 56 produksi film, kebanyakan sebagai sinematografer.[5] Berikut adalah daftar karya-karyanya; jabatannya selain kepala sinematografer juga disebutkan.

Referensi

  1. Horison. Jajasan Indonesia. 1987. Diakses tanggal 12 Januari 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "Max Tera". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia and Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-08-23. Diakses tanggal 13 Januari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Long March, The (Darah dan Doa) | Kredit" [Long March, The (Darah dan Doa) | Credits]. filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia and Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-01-11. Diakses tanggal 11 Januari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Anwar, Rosihan (2004). Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia. Jakarta: Kompas. hlm. 89. ISBN 978-979-709-428-7.
  5. 1 2 "Max Tera | Filmografi" [Max Tera | Filmography]. filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia and Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-01-13. Diakses tanggal 13 Januari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan