Jumat, 06 November 2026
06:24 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Max Tera

Max Tera

sinematografer dan penyunting film Indonesia

Bagikan:
250px-Max_Tera.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Max Tera, 1960

Max Tera (25 Oktober 1920 – 1 Oktober 1992) adalah seorang sinematografer dan penyunting film asal Indonesia. Ia bekerja di PERFINI pada tahun 1950-an dan bekerja sama dengan sutradara Usmar Ismail.[1]

Biografi

Tera lahir pada tanggal 25 Oktober 1920 di Madiun, Jawa Timur, Hindia Timur Belanda. Ia melanjutkan pendidikannya sampai SMP (MULO), kemudian memutuskan menjadi fotografer.[2]

Sekitar tahun 1948, saat Revolusi Nasional Indonesia, Tera bergabung dengan perusahaan produksi film milik Belanda, South Pacific Film Corporation, tempat ia belajar sinematografer dari kameramen Belanda, AA Denninghoff-Stelling. Di South Pacific, Tera bekerja sebagai asisten sinematografer untuk sejumlah film, termasuk Djaoeh Dimata (1948), Gadis Desa, Harta Karun, dan Tjitra (semuanya tahun 1949). Saat bekerja di sana, Tera bertemu Usmar Ismail, sutradara Harta Karun dan Tjitra.[2]

Setelah revolusi berakhir pada Desember 1949, Ismail mulai menggarap film Darah dan Doa (1950). Tera diminta bergabung dengan tim produksinya.[2] Perekaman dimulai pada tanggal 30 Maret 1950 (sekarang dirayakan sebagai Hari Film Nasional di Indonesia).[3] Film ini gagal memperoleh kesuksesan pasca dirilis.[4] Meski begitu, Tera tetap bertahan di perusahaan produksi film milik Ismail, Perfini, lalu melatih sejumlah kameramennya, termasuk Kosnen, R. Husein, dan Kasdullah.[2]

Pada tahun 1960-an, Tera mulai menggarap film karya perusahaan-perusahaan lain atas seizin Perfini. Pada tahun-tahun terakhirnya, Tera bekerja lepas untuk mencari uang sekaligus karena merasa dirinya ditakdirkan sebagai seorang sinematografer.[2] Ia membuat film terakhirnya, Nuansa Birunya Rinjani, pada tahun 1989.[5] Tahun 1990, Tera dianugerahi Piala Usmar Ismail atas kontribusinya terhadap dunia perfilman Indonesia. Ia meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 1992.[2]

Filmografi

Sepanjang 41 tahun kariernya, Tera terlibat dalam 56 produksi film, kebanyakan sebagai sinematografer.[5] Berikut adalah daftar karya-karyanya; jabatannya selain kepala sinematografer juga disebutkan.

Referensi

  1. ↑ Horison. Jajasan Indonesia. 1987. Diakses tanggal 12 Januari 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "Max Tera". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia and Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-08-23. Diakses tanggal 13 Januari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Long March, The (Darah dan Doa) | Kredit" [Long March, The (Darah dan Doa) | Credits]. filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia and Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-01-11. Diakses tanggal 11 Januari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Anwar, Rosihan (2004). Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia. Jakarta: Kompas. hlm. 89. ISBN 978-979-709-428-7.
  5. 1 2 "Max Tera | Filmografi" [Max Tera | Filmography]. filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: National Library of Indonesia and Sinematek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-01-13. Diakses tanggal 13 Januari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan