Kamis, 22 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Lewat Djam Malam

Lewat Djam Malam

film Indonesia tahun 1954 karya Usmar Ismail

Bagikan:
Lewat Djam Malam
250px-Ad_for_Lewat_Djam_Malam_15_August_1955_KR_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SutradaraUsmar Ismail
ProduserUsmar Ismail
Ditulis olehAsrul Sani
PemeranA.N. Alcaff
Netty Herawati
DistributorPerfini
Persari
Durasi101 menit
NegaraIndonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 1955
Lewat_Djam_Malam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Lewat Djam Malam (Internasional: After the Curfew) adalah film Indonesia yang diproduksi tahun 1954.

Sinopsis

Film ini menceritakan kisah ketika Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Pada masa itu, tentara masih berusaha menguasai keadaan dan menyelenggarakan jam malam di Kota Bandung.

Pada saat itu, Iskandar (diperankan oleh A.N. Alcaff) memutuskan untuk meninggalkan dinas ketentaraan dan memulai kehidupan baru sebagai penduduk sipil dengan meminta pertolongan kekasihnya yang bernama Norma (diperankan oleh Netty Herawati) beserta keluarganya. Akan tetapi, ketika ia berusaha mengontak mantan kawan-kawannya dari dinas ketentaraan untuk mencari pekerjaan, dia baru mengetahui bahwa korupsi telah merajalela dengan mengatasnamakan perjuangan mereka.

Iskandar kebetulan bertemu dengan temannya, Puja, yang telah beralih profesi menjadi seorang germo, juga mantan atasannya, Gunawan, yang telah menjadi seorang kontraktor perusahaan yang selalu melakukan korupsi dalam setiap pekerjaannya.

Melihat hal itu, Iskandar marah bukan main sehingga ia menyekap Gunawan sebagai seorang tawanan. Pada saat itu ia memaksa Gunawan untuk mengakui kesalahannya akan korupsi yang telah dilakukan dan Iskandar melihatnya sebagai usaha untuk menegakkan keadilan dan kemurnian perjuangan yang telah mereka raih dengan susah payah.

Gunawan menolak mengaku dan tidak menganggapi ancaman Iskandar dengan serius walaupun Iskandar telah menodongnya dengan senapan. Saking kesalnya, Iskandar menekan pelatuk senapan tersebut sehingga Gunawan tewas tertembak. Terkejut oleh tindakannya sendiri, Iskandar bingung dan lupa akan jam malam yang telah ditetapkan dan keluyuran kembali ke rumah Norma dalam keadaan linglung. Akibatnya, dia tertembak oleh pasukan jaga jam malam dan meninggal di depan pintu rumah Norma.

Penghargaan

Film ini meraih penghargaan bersama sebagai Film Terbaik FFI tahun 1955 bersama dengan film Tarmina. A.N. Alcaff juga berhasil terpilih sebagai Aktor Terbaik dalam ajang yang sama. Dhalia yang tampil sebagai pemeran pendukung di film ini, justru masuk ke dalam kategori Aktris Terbaik pada ajang yang sama, sementara Netty Herawati yang menjadi pemeran utama wanita di film ini, tidak didaftarkan sebagai Aktris Terbaik ataupun Aktris Pendukung dan tidak mendapatkan nominasi apapun.

Trivia

Film ini kembali diputar pada 18 Juni 2012 setelah melalui proses restorasi di Laboratorium L'Immagine Ritrovata, Bologna, Italia, oleh Lisabona Rahman dan Lintang Gitomartoyo serta bekerjasama dengan National Museum of Singapore (NMS) dan World Cinema Foundation.[1] Proses ini berlangsung antara Agustus 2011 sampai beberapa bulan sebelum premier pada tahun 2012. Film ini juga diputar pada pembukaan sub-festival Cannes Clasic dalam ajang Festival de Cannes 2012 di Cannes,Prancis.

Pemeran

Pranala luar

Lewat Djam Malam

After the Curfew (1954) - Criterion

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
tidak ada
Film Bioskop Terbaik
(Festival Film Indonesia)

bersama dengan Tarmina
(1955)
Diteruskan oleh:
Turang
(1960)
1950-an
hingga
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
2020-an
Film yang disutradarai Usmar Ismail
1940-an
Harta Karun (1949) • Tjitra (1949)
1950-an
Darah dan Doa (1950) • Enam Djam di Jogja (1951) • Dosa Tak Berampun (1951) • Kafedo (1953) • Krisis (1953) • Lewat Djam Malam (1954) • Lagi-Lagi Krisis (1955) • Tamu Agung (1955) • Tiga Dara (1956)  •Delapan Pendjuru Angin (1957) • Asrama Dara (1958)
1960-an
Pedjuang (1960) • Toha, Pahlawan Bandung Selatan (1961) • Anak Perawan di Sarang Penjamun (1962)  •Bajangan di Waktu Fadjar (1962) • Holiday in Bali (1963) • Anak-Anak Revolusi (1964) • Liburan Seniman (1965) • Ja, Mualim (1968) • Big Village (1969)
1970-an
Ananda (1970)


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ fdvs.io. "Jejak Penebusan Sinematik Lisabona Rahman". www.dewimagazine.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2023-04-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan