Selasa, 22 September 2026
05:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Tarmina

film Indonesia tahun 1954

Tarmina
SutradaraLilik Sudjio
ProduserPersari
Pemeran
Durasi... menit
NegaraIndonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 1955

Tarmina adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1954 dengan disutradarai oleh Lilik Sudjio. Film ini dibintangi antara lain oleh Fifi Young, A. Hadi dan Endang Kusdiningsih.

Film ini dinobatkan sebagai film terbaik dalam Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 1955.

Sinopsis

Tarmina adalah seorang wanita yang hanya mengenal kemewahan. Ia lalu meminta cerai dari suaminya Hadi, setelah suami pertamanya itu jatuh miskin, dan meninggalkan anak, Juriah. Ia setelah itu menikah kembali dengan seorang hartawan. Akan tetapi suami yang kedua ini mendapat celaka, tak jauh dari tempat Hadi berdiri. Tarmina melancarkan tuduhan bahwa Hadi yang mencelakakan suami barunya. Ketika mengetahui sikap Tarmina yang seperti itu, akhirnya suami kedua-nya ini pun menceraikannya. Tarmina lalu menikah lagi dengan seorang pemilik restoran. Setelah tidak lama mereka bercerai lagi, dan hidup Tarmina tak keruan. Sementara Hadi selepas dari penjara, hidup bahagia bersama anaknya. Tak lama muncul Tarmina dalam keadaan sengsara. Namun dosanya kelewat berat sehingga tak sanggup berkumpul kembali dengan suami pertama dan anaknya. Akhirnya Tarmina memilih jalan pintas dengan menghanyutkan diri di arus deras sungai.

Pemeran

Pranala luar

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
tidak ada
Film Bioskop Terbaik
(Festival Film Indonesia)

bersama dengan Lewat Djam Malam
(1955)
Diteruskan oleh:
Turang
(1960)
1950-an
hingga
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
2020-an


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan