Jumat, 06 November 2026
06:06 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Samtidar

Bagikan:
Samtidar
SutradaraIksan Lahardi
ProduserJulies Rofi'ie
SkenarioHerman Nagara
CeritaRofi'ie Prabancana
PemeranAndy Carol
Naumi Ekpuan
Nuniek Gunadi
Johny Lesar
Suradal
Rofi'ie Prabancana
Ardi HS
Wolly Sutinah
Atmonadi
Hassan Sanusi
A. Hamid Arief
Ellya Rosa
Godfried Sancho
Eddy Gombloh
Rina Hassim
Penata musikMus Mualim
SinematograferMax Tera
EditorRizal Asmar
DistributorPT Sri Agung Utama Film
Tanggal rilis
1972
Durasi100 menit
NegaraIndonesia

Samtidar adalah film drama keluarga Indonesia yang diproduksi pada tahun 1972 dan disutradarai oleh Iksan Lahardi. Film ini dibintangi antara lain oleh Andy Carol, A. Hamid Arief dan Ellya Rosa

Sinopsis

Meski ayahnya, Ahmad Syarief (A. Hamid Arief) yang semula kaya raya jadi jatuh miskin, karena usahanya bangkrut, sikap Samtidar (Andy Carol) tak berubah. Ia tetap tabah dan rajin belajar. Ketika pindah ke desa, ia juga membantu kakeknya bekerja di ladang. Ayahnya kemudian tak tentu kabarnya ketika mulai mengadu untung ke kota lagi. Oleh seorang kawan usahanya, Syarief diberi jalan ke Hong Kong. Untuk membantu keadaan keluarga kakeknya yang miskin, Samtidar lalu juga pergi ke kota untuk mencari kerja. Yang ditemui ternyata penderitaan, sampai ia ketemu seorang sopir, Kamal (Rofi'ie Prabancana), yang menjadikannya kenek. Setiap tiga hari atau seminggu, ia pulang untuk memberikan hasil kerjanya pada ibunya. Kehidupan agak terangkat, tapi penderitaan masih mengintip. Ayahnya yang berhasil, pulang. Yang dijumpai hanya istrinya, Aminah (Ellya Rosa), yang cepat-cepat diajaknya pergi karena urusan masih banyak. Bahkan kakek-nenek hanya sempat ditinggali surat, karena sedang ada di ladang. Surat diterbangkan angin, hingga kakek-nenek mencari-cari. Pada saat itu pula Samtidar pulang, la sedih dan mengira ibunya celaka seperti yang diimpikannya. Samtidar kembali terlunta-lunta, hampir jumpa dengan orangtuanya di sebuah pertokoan saat ayah-ibunya yang sedang mencari-cari tengah minum sambil memutuskan memasang iklan saja. Samtidar tidak kembali ke tempat Kamal. Ia malah pergi ke warung tempat Kamal biasa makan. Di sini Kamal membaca iklan Samtidar yang hilang. Kamal mengajak Samtidar ke rumah orangtuanya dan minta upah sebuah truk. Permintaan disetujui, tapi Kamal menolak. Ia ingin Samtidar bisa diaku sebagai anaknya juga, karena sudah tujuh tahun kawin tak punya anak. Syarief dan Aminah menolak. Cek pemberian dikembalikan Kamal. Samtidar mengejar. Syarief dan Aminah luluh dan membiarkan Kamal mengakui Samtidar sebagai anaknya.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan