Senin, 26 Oktober 2026
08:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Materialisme dialektis

Materialisme dialektis

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Marxisme
Karl Marx and Friedrich Engels
250px-1951_Universitatea_Victor_Babe%C5%9F%2C_Cluj._Ora_de_materialism_dialectic_cu_prof._Pavel_Apostol.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengajaran materialisme dialektis di Universitas menampilkan foto tokoh-tokoh komunisme di ruang kelas

Materialisme dialektis adalah sebuah filsafat ilmu dan alam, yang didasarkan pada tulisan-tulisan Karl Marx dan Friedrich Engels.[1][2]

Materialisme dialektis mengadaptasi dialektika Hegel terhadap materialisme tradisional, yang menyelidiki hubungan antar subjek di dunia di dalam lingkungan yang dinamis dan evolusioner, sementara materialisme metafisis menyelidiki dunia di dalam lingkungan yang statis dan terisolasi.

Materialisme dialektis meyakini keberadaan perubahan di dunia dan kemunculan sifat-sifat baru di setiap tahap perkembangan. Seperti yang dikatakan oleh Z. A. Jordan, "Engels sering kali menggunakan sudut pandang metafisis bahwa tingkatan keberadaan yang lebih tinggi muncul dari dan mengakar dari yang lebih rendah; bahwa tingkatan yang lebih tinggi merupakan tatanan baru dengan hukum-hukum yang tidak dapat direduksikan; dan proses kemajuan evolusioner ini diperintah oleh hukum-hukum perkembangan yang melambangkan sifat-sifat dasar 'materi dalam pergerakan secara keseluruhan'."[3]

Perumusan materialisme dialektis dan historis versi Soviet (seperti di buku Josef Stalin yang berjudul Materialisme Dialektis dan Historis) pada tahun 1930-an menjadi penafsiran "resmi" Marxisme ala Soviet. Penafsiran ini dipopulerkan di dalam buku-buku teks yang menjadi bacaan wajib di Uni Soviet dan beberapa negara Eropa Timur. Penafsiran ini juga menyebar ke Tiongkok.

Referensi

  1. ↑ Z. A. Jordan, The Evolution of Dialectical Materialism (London: Macmillan, 1967).
  2. ↑ Paul Thomas, Marxism and Scientific Socialism: From Engels to Althusser (London: Routledge, 2008).
  3. ↑ Jordan, hlm. 167.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan