Rabu, 14 Oktober 2026
06:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Mappacci

Mappacci

Bagikan:

Templat:Infobox upacara adat

250px-Mappacci.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wadah tempat menaruh pacar untuk mappacci, koleksi Museum Desa Genggelang.

Mappacci adalah upacara adat masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, Indonesia, yang dilaksanakan menjelang pernikahan. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri calon pengantin secara lahir dan batin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.[1]

Asal-usul

Kata mappacci berasal dari bahasa Bugis yang berarti membersihkan dengan daun pacar. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari prosesi adat pernikahan di Sulawesi Selatan, terutama di kalangan masyarakat Bugis, Makassar, dan Mandar.[2]

Pelaksanaan

Upacara Mappacci biasanya dilaksanakan di rumah calon pengantin perempuan satu malam sebelum akad nikah. Daun pacar (Lawsonia inermis) yang telah ditumbuk halus diletakkan di atas kain putih, kemudian dioleskan ke telapak tangan calon pengantin oleh para tamu undangan yang dianggap membawa berkah.

Biasanya tamu pertama yang memakaikan pacar adalah orang yang dianggap memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis. Acara ini sering disertai doa, musik tradisional seperti gandrang, serta iringan nyanyian adat Bugis-Makassar.[3]

Makna Simbolis

  • Daun pacar melambangkan kesucian dan keberuntungan.
  • Kain putih melambangkan niat yang tulus.
  • Proses penempelan pacar melambangkan doa dan restu untuk calon pengantin agar mendapatkan kehidupan rumah tangga yang bahagia.

Perkembangan Masa Kini

Meskipun zaman modern membawa perubahan besar dalam adat pernikahan, tradisi Mappacci masih banyak dilakukan, baik dalam bentuk sederhana maupun dikombinasikan dengan acara modern. Beberapa masyarakat urban di Makassar dan daerah perantauan tetap mempertahankan tradisi ini sebagai simbol identitas budaya Bugis-Makassar.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Tradisi Mappacci, Upacara Pra-Nikah Khas Bugis-Makassar". Kompas.com. 20 Mei 2022. Diakses tanggal 6 Oktober 2025.
  2. ↑ Pelras, Christian (1996). The Bugis. Blackwell.
  3. ↑ Sikki, M. (2010). Adat dan Budaya Sulawesi Selatan. Balai Bahasa Makassar.

Pranala luar

Templat:Budaya Sulawesi Selatan

Bagian dari seri tentang
Budaya Indonesia
250px-Indonesian_Culture.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mitologi dan cerita rakyat
Musik dan seni pertunjukan
Situs bersejarah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan