Minggu, 27 September 2026
18:30 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Manwoldae

Manwoldae

Manwoldae
Kim_Hong_Do_Kyehoe_on_Site_of_Manwoldae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lukisan Kim Hong-do, Kyehoe di Situs Manwoldae
Nama Korea
Josŏn-gŭl
Hanja
Alih AksaraManwoldae
McCune–ReischauerManwŏltae

Istana Manwoldae (만월대 arti harfiah istana bulan purnama) adalah istana kerajaan resmi Dinasti Goryeo. Terletak di ibu kota kuno Kaesong, istana ini hancur sama sekali pada masa invasi Serban Merah ke Goryeo pada abad ke-14.[1]

Sejarah

Pembangunan istana dimulai pada tahun 919, pada awal Dinasti Goryo; istana ini dibangun di selatan Pegunungan Songak karena fengsui yang bagus. Istana ini dibagi menjadi dua bagian utama; Kungsŏng (궁성, 宮城), di mana raja dan keluarga kerajaan tinggal, dan Hwangsŏng (황성, 皇城), di mana urusan negara dijalankan. Gedung-gedung besar seperti Changhwa (장화전, 長和殿), dan Balairung Wŏndŏk (원덕전, 元德殿) terdapat kuil-kuil dan tempat tinggal, sementara Balairung Hoegyŏng (회경전, 會慶殿), yang terbesar dan paling mengesankan, terdapat ruang takhta. Kompleks ini juga terdapat sebuah menara astronomi batu, dikenal sebagai Chŏmsŏngdae (첨성대, 瞻星臺), yang digunakan oleh para ahli astrologi kerajaan. Istana ini terbakar habis pada tahun 1361 ketika invasi Serban Merah ke Goryeo, yang menjarah kota Kaesong dan memaksa raja untuk sementara melarikan diri ke Andong.[1] Catatan-catatan kontemporer menggambarkan istana ini memiliki bangunan-bangunan berukuran besar mirip dengan ukuran bangunan yang ditemukan di Kota Terlarang. Gaya arsitektur dan dekorasi dikatakan telah mengikuti palet warna kerajaan Korea yang unik yang disebut Dancheong, yang terlihat di istana-istana Korea lainnya yang masih berdiri hingga saat ini. Namun, Istana Mandoldae digambarkan memiliki banyak bangunan-bangunan bertingkat, lebih banyak hiasan emas, biru, dan putih dibandingkan dengan istana-istana Korea yang masih bertahan dari Dinasti Joseon Konfusius termutakhir, yang menekankan kerendahan hati dan menahan diri dalam segala hal. Oleh karena itu, Manwoldae memberi kita wawasan berharga tentang bentuk lain yang berbeda dari arsitektur istana Korea yang telah dilupakan karena invasi-invasi asing dan saat ini lokasi situs istana-istana ini di Republik Rakyat Demokratik Korea yang terpencil.

Deskripsi

Istana ini dianggap memiliki ubin atap seladon biru, yang mirip dengan ubin galian lainnya yang berasal dari periode yang sama.[2]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Chung, Ah-young (2009-01-04). "Ancient Site of Goryeo Palace Unveiled". The Korea Times. Diakses tanggal 2009-02-17.
  2. ↑ "Celadon Concave Roof-end Tile with Scroll Design in Relief". National Museum of Korea. 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-19. Diakses tanggal September 26, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan