Rabu, 07 Oktober 2026
03:34 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Malino, Tinggimoncong, Gowa

Malino, Tinggimoncong, Gowa

kelurahan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Bagikan:
Kelurahan in Sulawesi Selatan, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Kelurahan in Sulawesi Selatan, Indonesia
Malino
Koordinat: 5°14′48″S 119°51′43″E / 5.2467°S 119.8619°E / -5.2467; 119.8619
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenGowa
KecamatanTinggimoncong
Kodepos
92174
Kode Kemendagri73.06.04.1001 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS7306070008 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Malino%2C_Tinggimoncong%2C_Gowa&revid=28941532&groups=_69a16d315b3282e26e72e9ed823299cece107178&parser=parsoid
Untuk kegunaan lain, lihat Malino.
250px-Malino.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen di Malino
250px-Kebun_Teh_Malino.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebun Teh Malino
250px-Malino_Waterfall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Air terjun Malino

Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.[1] Daerah yang terletak 64 km dari Kota Makassar ke arah timur laut ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa, baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan maupun pengunjung dari luar provinsi.

Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman penjajahan Belanda.

Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng dan gunung lompobattang. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat. Suhu di kota Malino ini mulai dari 10 °C sampai 26 °C. dan ketika musim hujan, berhati hati sedang berkendara karena, kota ini sering berkabut dan jarak pandangnya 100meter saja, selain itu sering terjadi tanah longsor.

Perjalanan dari kota Makassar menuju daerah ini memakan waktu sekitar 1.5 jam. Wisata air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, Kebun Teh malino high land, Lembah Biru, bungker peninggalan Jepang, dan Gunung Bawakaraeng menjadi ciri khas kota Malino. Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah Markisa,dodol ketan, Tenteng Malino, terong belanda, wajik, dll. sayuran daun bawang, sawi putih, kol, kembang kol, sayur paling khas sayur pakis, dll. Malino juga menjadi daerah penghasil beras bagi wilayah Sulawesi Selatan. Polsek, Kantor Camat, Puskesmas, Kantor Urusan Agama Tinggimoncong berada pada kelurahan ini.

Sejarah

Sebelum muncul nama Malino, dulu rakyat setempat mengenalnya dengan nama kampung ‘Lapparak’. Laparrak dalam bahasa Makassar berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar, di antara gunung-gunung yang berdiri kokoh. Kota Malino mulai dikenal dan semakin popular sejak zaman penjajahan Belanda, lebih-lebih setelah Gubernur Jenderal Caron pada tahun 1927 memerintah di “Celebes on Onderhorighodon” telah menjadikan Malino pada tahun 1927 sebagai tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah.

Peristiwa bersejarah

Malino menjadi lokasi penyelenggaran Konferensi Malino yang berlangsung pada tanggal 15–25 Juli 1946.[2] Tujuan penyelenggaraan Konferensi Malino untuk membahas gagasan berdirinya Negara Indonesia Timur (NIT). Selain itu Malino juga menjadi lokasi disetujuinya Piagam Malino I pada tanggal 20 Desember 2001 untuk mengakhiri konflik antara umat Islam dan Kristen di Poso pada Konflik Poso antara tahun 1998 sampai tahun 2001 dan disetujuinya Piagam Malino II pada tanggal 13 Februari 2002 untuk mengakhiri konflik antara umat Islam dan Kristen di Maluku pada Konflik Maluku antara tahun 1999 sampai tahun 2002.

Dengan adanya konflik di Maluku maka dalam  Piagam Malino II menitikberatkan kepada:

  • Penghentian Konflik berdasarkan SARA: Menghentikan segala bentuk perselisihan berlandakan SARA, kekerasan akibat SARA, dan fitnah yang ditimbulkan akibat SARA, serta menekankan sikap saling menghormati.
  • Keamanan dan Penegakan Hukum: Untuk mengatasi kondisi maka aparat negara khususnya dituntut bertindak tegas dan adil, pelucutan senjata yang digunakan saat terjadinya kekerasan, dan penolakan terhadap campur tangan pihak asing baik secara nasional maupun internasional.
  • Repatriasi Pengungsi: Mengembalikan pengungsi ke tempat asalnya masing-masing dengan mempertimbangkan kesehatan mental pengungsi.
  • Pemulihan Sosial-Ekonomi Masyarakat dan Pengungsi : Rehabilitasi sarana dan prasarana ekonomi, serta jaminan hidup.
  • Kedaulatan: Mempertegas bahwa Maluku adalah bagian integral dari Republik Indonesia.

Referensi

  1. ↑ Arifianto S., F., dan Fitrhinigsih RB., S. (2024). Izudin, A. A., dkk. (ed.). Kecamatan Tinggimoncong dalam Angka 2024. Gowa: Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa. hlm. 7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Aman (2015). Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan: 1945–1998 (PDF). Yogyakarta: Penerbit Ombak. hlm. 49. ISBN 978-602-258-312-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Malino (Indonesia).


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelurahan atau desa di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan