Kamis, 22 Oktober 2026
03:32 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Malik Syah I

Malik Syah I

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Malik Shah (disambiguasi).
Malik-Shah I
B%C3%BCy%C3%BCk_Sel%C3%A7uklu_Sultan%C4%B1_Melik%C5%9Fah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Miniatur Malik-Shah I
Sultan Kekaisaran Seljuk Raya
Berkuasa15 Desember 1072 – 19 November 1092
PendahuluAlp Arslan
PenerusMahmud I dari Seljuk Raya
Lahir16 Agustus 1055
Isfahan, Kekaisaran Seljuk
Meninggal19 November 1092 (usia 37)
Baghdad, Kekaisaran Seljuk
Pemakaman
Isfahan
AyahAlp Arslan
IbuTidak diketahui
Pasangan
Keturunan
WangsaSeljuk
AgamaIslam Sunni

Jalāl al-Dawla Mu'izz al-Dunyā Wa'l-Din Abu'l-Fatḥ ibn Alp Arslān (8 Agustus 1055 – 19 November 1092, nama lengkap: bahasa Persia:معزالدنیا و الدین ملکشاه بن محمد الب ارسلان قسیم امیرالمومنین[3]), yang lebih dikenal dengan nama regnalnya Malik-Syah I (bahasa Persia:ملکشاه, bahasa Turki:Melikşah), adalah sultan Kekaisaran Seljuk dari tahun 1072 Masehi sampai 1092 Masehi. Malik Syah naik tahta menjadi sultan menggantikan ayahnya, Alp Arslan.[4][5]

Pada masa mudanya, ia menjalani waktunya dengan ikut serta dalam kampanye-kampanye ayahnya Alp Arslan, bersama dengan vizier Nizam al-Mulk. Pada suatu kampanye pada 1072, Alp Arslan mengalami luka berat dan meninggal hanya dalam beberapa hari kemudian. Setelah itu, Malik-Shah dimahkotai sebagai sultan baru kekaisaran tersebut. Namun, Malik-Shah tak meraih takhta tersebut dalam keadaan damai, dan bersaing dengan pamannya Qavurt, yang mengklaim takhta tersebut. Hampir sebagian besar awal masa pemerintahannya diisi dengan upaya memadamkan pemberontakan Qavurt.[6]

Tidak berjarak lama setelah Malik-Shah naik tahta, ia mengangkat Nizam al-Mulk sebagai menteri utama. Pengangkatan ini merupakan wasiat dari ayahnya, Alp Arslan.[4] Meskipun Malik-Shah adalah kepala nominal negara Seljuk, Nizam al-Mulk memegang kekuasaan yang nyaris absolut pada masa pemerintahannya.[7]

Pemerintahan

Malik-Shah dikenal lihai dalam politik dan sangat memeprhatikan pembangunan kekuatan militer. Ia membuat kekuatan militer Dinasti Seljuk semakin kuat dan disegani oleh kerajaan-kerajaan sekitarnya. Pada masa kekuasaannya, wilayah Dinasti Seljuk membentang ke selatan hingga ke Samudera Hindia. Bahkan, beberapa kota seperti Al-Quds, Mesopotamia, dan Konstatinopel berhasil dikuasai pada masa kekuasaannya.[4]

Selain digunakan untuk memperluas wilayah kekuasaan, Malik-Shah juga menggunakan kekuatan militer untuk memberikan keamanan dan kenyamanan perjalanan kafilah haji yang melalui wilayah kekuasannya. Ia menempatkan prajurit-prajurit terlatih dalam jumlah yang besar di sepanjang jalur yang dilewati kafilah haji, sehingga jalur tersebut menjadi jalur favorit para kafilah haji.[4]

Selain memperkuat kekuatan militer, bersama dengan menteri Nizham al-Mulk, Malik-Shah juga sangat memperhatikan perkembangan pengetahuan dan pendidikan. Pada masa kekuasaanya ia mendirikan Madrasah (Universitas) Nizamiyah dan Madrasah Hanafiyah di Baghdad.[4][8]

Pada masa kekuasan Malik Shah pula lahirlah ilmuwan-ilmuwan muslim yang terkenal, seperti Abu Hamid Al-Ghazali, Farid al-Din al-Aththar, dan Umar Kayam.[8] Pada masa ini pula Dinasti Seljuk mengalami puncak kejayaan.[5]

Pada masa pemeritahannya, ia sempat memindahkan pusat pemerintahan ke Nasiphur, tapi kemudian dikembalikan lagi ke Rayy.[6]

Kematian

Malik-Shah menjalani sisa masa kekuasaannya dengan perang melawan Karakhaniyah di sisi timur, dan mendirikan kekuasaan di Kaukasus. Kematian Malik-Shah sampai saat ini masih dipersengketakan. Menurut sumber yang dipercaya, Malik-syah meninggal karena sakit yang didahului kematian wazirnya Nizam ul-mulk. Adapun, para cendekiawan yang mengklaim wazirnya yang meracuni Malik-syah adalah cendekiawan Syiah yang mencoba untuk menciptakan citra buruk bagi wazirnya yang sukses menghancurkan sekte Syi'ah Hasyasyin/fedayeen/ismailiya dan menghancurkan benteng alamut. Jika benar diracun, itu bukan wazirnya, melainkan pengikut hassan sabbah yang berhasil menyusup masuk ke dalam istana yang dikenal hasyasyin

Referensi

  1. ↑ Henry Melvill Gwatkin (1923). The Cambridge Medieval History: The Eastern Roman empire (717-1453). hlm. 307. Malik Shāh was recognised by the Caliph as his successor, and invested with the title of 'Amir-al-Mu'minin
  2. ↑ Massignon 1982, hlm. 162.
  3. ↑ Rāvandī, Muḥammad. Rāḥat al-ṣudūr va āyat al-surūr dar tārīkh-i āl-i saljūq. Tehran: Intishārāt-i Asāṭīr. hlm. 85. ISBN 9643313662.
  4. 1 2 3 4 5 Abduh, Bilif (2023). Ensiklopedia Tokoh Islam Dunia. Yogyakarta: Checklist. hlm. 277–279. ISBN 978-602-5479-65-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 "Daftar Penguasa Seljuk". Republika Online. 2019-07-19. Diakses tanggal 2024-01-02.
  6. 1 2 Aizid, Rizem (Juni 2023). Selayang Pandang Dinasti Seljuk. Yogyakarta: DIVA Press. hlm. 42. ISBN 978-623-189-221-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Gibb, H. A. R. (1960–1985). The Encyclopedia of Islam, vol. 8. Leiden: Brill. hlm. 70.
  8. 1 2 Media, Kompas Cyber (2021-07-22). "Dinasti Seljuk, Pendiri Kekaisaran Islam Pertama di Turki Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-01-02.

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan