| Malik-Shah III | |
|---|---|
Karya miniatur Malik-Syah III, ca 1425 | |
| Sultan Seljuk | |
| Berkuasa | 10 Oktober 1152 – April 1153 |
| Pendahulu | Mas'ud |
| Penerus | Muhammad II |
| Wali | Ahmad Sanjar (1152–1153) |
| Lahir | ca 1128 |
| Meninggal | 25 Maret 1160 |
| Ayah | Mahmud II |
| Ibu | Amir Sitti Khatun[1] |
| Pasangan | Daughter of Mas'ud[2] |
| Keturunan | Mahmud[3] |
| Wangsa | Dinasti Seljuk |
| Agama | Sunni Islam |
Mughith al-Dunya wa'l-Din Malik-Shah bin Mahmud[4] (lahir sekitar 1128, meningga 25 Maret 1160[5][6][7]) dikenal juga sebagai Malik-Syah III, adalah Sultan dari Seljuk Raya pada periode 1152–53. Ia anak dari Mahmud II dari Seljuk Raya. Pada tahun 1153, ia dikudeta dan digantikan saudaranya, Muhammad II. Saat kematiannya pada tahun 1160, anaknya, Mahmud ditahan di Istakhr oleh Dinasti Salghuridiyah sebagai rival dari Dinasti Seljuk.[8]
Reign
Malik-Syah III naik tahta pada tanggal 10 Oktober 1152.[9][10] Dua minggu setelahnya, ia dengan cerdik menuruni pipa pembuangan air menggunakan tali, lalu melarikan diri ke Khuzistan di atas kuda yang telah disiapkan dengan baik melalui seorang ksatria pelayan muda. Pada saat yang sama, saudarinya yang memberi dukungan, Gawhar Nasab, melakukan perjalanan dari Isfahan ke Khuzistan dengan membawakan banyak emas dan barang-barang kerajaan. Sultan Muhammad, yang mengetahui hal ini, mengirim Atabeg Ayaz beserta pasukannya, yang berujung pada penjarahan dan perampasan harta yang dibawa tersebut. Malik-Syah III tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk terlibat dalam konfrontasi langsung dengan saudaranya ini.[11]
Ia kemudian memanggil Khass Beg untuk bertemu secaara rahasia dengan niat mencelakainya. Khass Beg memenuhi undangan ini dengan ditemani oleh Amir Zamki dan Shumla. Khass Beg mengabaikan peringatan bahaya sebelumnya dari Sumla. Shumla kemudian berhasil melarikan diri saat Zanki dan Khass Beg dipenggal dan tubuh mereka dilempar ke alun-alun. Atas saran wazir, Sultan mengirimkan kepala mereka kepada penguasa Shams al-Din Ildiguz dan Nugrat al-Din Khass Beg bin Aqsunqur. Rencana ini justru menjadi bumerang dan memicu pemberontakan. Mereka mengumpulkan pasukan, mendatangkan Sulaiman-Syah dari Zanjan, dan mengangkatnya sebagai penguasa di Hamadan.[12]
Pada bulan Desember 1152–Januari 1153, karena hobinya bersenang-senang dan mengabaikan urusan negara, para Amir, dipimpin oleh Hasan, berkonspirasi melawannya, membuatnya ditahan dan dipenjara di menara Hamadan. Namun hanya dua bulan berkuasa, saudaranya, Muhammad-Syah dari Khuzistan, merebut tahta[4] pada bulan April 1153.[13] Ia meminta perlidungan di Isfahan, namun kehadiran Malik-Syah'malah menghasilkan tekanan bagi pamannya, Sulaiman-Syah.[5]
Kematian
Ia meninggal di Isfahan pada tangga 25 Maret 1160 pada umur 32[5] karena diracun.[6]
Referensi
- ↑ Bosworth 2000, hlm. 100, 121.
- ↑ Bosworth, C.E. (1989). The Encyclopaedia of Islam: Fascicules 111-112 : Masrah Mawlid. The Encyclopaedia of Islam. E.J.Brill. hlm. 782. ISBN 978-90-04-09239-6.
- ↑ Ayan, Ergin (2008). "Irak Selçuklu Sultanlarının Evlilikleri" (dalam bahasa Turki). Sakarya Üniversitesi Fen Edebiyat Fakültesi. hlm. 157. Diakses tanggal 2024-01-06.
- 1 2 Bosworth 2000, hlm. 121.
- 1 2 3 Bosworth 2000, hlm. 123.
- 1 2 al-Athīr & Richards 2006, hlm. 118.
- ↑ Studies in Islamic History and Civilization. Brill. 1986. hlm. 275. ISBN 9789652640147.
- ↑ The Political and Dynastic History of the Iranian World, C.E. Bosworth, The Cambridge History of Iran, Vol. 5, ed. John Andrew Boyle, (Cambridge University Press, 1968), 169.
- ↑ al-Athīr & Richards 2006, hlm. 43–44.
- ↑ Bosworth 2000, hlm. 119.
- ↑ Bosworth 2000, hlm. 121–22.
- ↑ Bosworth 2000, hlm. 122.
- ↑ al-Athīr & Richards 2006, hlm. 45.
Sumber
- al-Athīr, I.D.I.; Richards, D.S. (2006). The Chronicle of Ibn Al-Athīr for the Crusading Period from Al-Kāmil Fīʼl-taʼrīkh: The years 541-589. Crusade texts in translation. Ashgate. ISBN 978-0-7546-4078-3.
- Bosworth, E. (2000). The History of the Seljuq Turks: The Saljuq-nama of Zahir al-Din Nishpuri. Taylor & Francis. ISBN 978-1-136-75257-5.